Senin, 26 Januari 2015 Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

Senin, 26 Januari 2015
Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup
 
“Pusaka Suci” (Bdk. 1 Tim 6:20; 2 Tim 1:12-14) iman [depositum fidei] yang tercantum di dalam Tradisi Suci dan di dalam Kitab Suci dipercayakan oleh para Rasul kepada seluruh Gereja. “Dengan berpegang teguh padanya seluruh Umat Suci bersatu dengan para Gembala mereka dan tetap bertekun dalam ajaran para Rasul dan persekutuan, dalam pemecahan roti dan doa-doa (lih. Kis 2:42 Yn). Dengan demikian dalam mempertahankan, melaksanakan, dan mengakui iman yang diturunkan itu timbullah kerukunan yang khas antara para Uskup dan kaum beriman” (DV 10). (Katekismus Gereja Katolik, 84)
   
Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 96:3-4)

Wartakanlah kemuliaan Tuhan di antara bangsa-bangsa dan karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa, sebab Ia Mahabesar dan sangat terpuji.
 
Tell among the nations his glory, and his wonders among all the peoples, for the Lord is great and highly to be praised.
 
Doa Pagi

Ya Allah, Santo Timotius dan Titus telah Engkau limpahi semangat merasul yang tangguh. Semoga berkat doa permohonan mereka berdua, kami hidup dengan benar dan saleh di dunia ini, dan diperkenankan masuk ke tanah air surgawi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (9:15.24-28)
  
"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."
  
Saudara-saudara, Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah dipanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana imam agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri, untuk menghapuskan dosa lewat kurban-Nya. Manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi. Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Atau: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.
Ayat (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ul: 1a)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa, Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:22-30)
  
"Kesudahan setan telah tiba."
   
Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, "Ia kerasukan Beelzebul!" Ada juga yang berkata, "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, "Bagaimana Iblis dapat menusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal." Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
  
Renungan
   
Suatu hari di sebuah SMA, ada seorang murid cewek yang ketakutan luar biasa sambil menunjukkan surat dengan bercak darah dari seorang cowok. Tampaknya si cowok penulis itu jatuh cinta padanya tetapi tidak ditanggapinya. Maka marahlah si cowok, lalu mengirim surat ancaman itu. Apa yang menakutkan si cewek? Kalimat terakhir dalam surat itu: “Cinta ditolak dukun bertindak!” dengan dibubuhi tandatangan tinta darah. Murid saya itu takut disantet, dengan akibat kematiannya.

Darah adalah simbol kehidupan. Perjanjian darah adalah perjanjian yang menyangkut hidup atau matinya seseorang. Para Imam Besar setiap tahun membarui Perjanjian Darah antara umat Israel dan Allah dengan cara merecikan darah korban ke atas mesbah dan kepada umat. Tujuannya agar umat senantiasa selamat dalam lindungan kuasa kasih-Nya. Dalam Perjanjian Baru, Imam Besar itu adalah Tuhan Yesus; sedang darah perdamaiannya adalah darah-Nya sendiri. Setiap merayakan Ekaristi, Darah perjanjian itu kita terima dan membarui hidup kita. Hidup baru itu adalah hidup dalam Roh Kudus.

Santo Timotius dan Titus menghayati hidup dalam kerangka Perjanjian Darah itu, yaitu hidup dalam Roh Kudus. Mereka sangat yakin bahwa tidak ada permusuhan antara dirinya dan Allah. Sebaliknya, mereka hidup dalam sukacita Ilahi karena kasih Allah yang tak terbatas itu. Kita semua telah dicurahi hidup baru dalam Roh Kudus berkat darah Tuhan Yesus. Kini saatnya kita hidup dalam sukacita Ilahi dan tidak hidup dalam ketakutan.
 
Tuhan Yesus, syukur aku panjatkan kepada-Mu karena hidup baru telah Kaucurahkan dalam diriku. Bimbinglah aku agar tidak menyangkal peran Roh Kudus, sebaliknya senantiasa hidup dalam Roh Kudus-Mu saja! Amin.
 
Antifon Komuni (Mrk 16: 15; Mat 28: 20)

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Go into all the world, and proclaim the Gospel. I am with you always, says the Lord.

Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Minggu, 25 Januari 2015
Hari Minggu Biasa III  
  

Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20. 

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
 
Benang merah dari bacaan-bacaan Minggu ini adalah mengenai Panggilan Tuhan. Dalam bacaan I, Tuhan memanggil Yunus untuk pergi ke Ninive dan membuat orang-orang di Ninive bertobat. Yunus membayangkan bahwa tugas ini berat, tidak mudah dan penuh risiko sehingga berusaha menghindar. Namun, apa pun usaha Yunus untuk menghindari panggilan Tuhan, Tuhan tetap menggunakan cara-Nya sendiri agar kehendak dan panggilan-Nya tetap terlaksana dalam diri Yunus. Dan ternyata, jawaban orang-orang Ninive atas ajakan pertobatan dari Yusus, tidak seperti yang ia bayangkan. Mereka menanggapi secara positif dan segera bertobat. Mereka menyadari bahwa waktu yang diberikan Tuhan sangat singkat sehingga harus digunakan sebaik-baiknya, seperti yang ditegaskan dalam bacaan II. Maka, tanpa menunda, mereka segera menjawap panggilan pertobatan dari Tuhan. Injil juga menegaskan betapa mendesaknya panggilan untuk bertobat sekaligus memperlihatkan dengan jelas contoh yang baik dalam menanggapi panggilan Tuhan. Berbeda dengan Yunus yang mencoba menghindar, Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus memberi jawaban pasti dan segera. Mereka segera meninggalkan pekerjaan dan apa pun yang mereka miliki untuk mengikuti Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita suka menghindari panggilan Tuhan seperti Yunus atau menanggapinya secara positif seperti orang-orang Ninive dan murid-murid pertama? 

Doa: Tuhan, jadikanlah kami hamba dan pelayan-pelayan-Mu yang setia mengikuti panggilan-Mu dan taat menjalankan kehendak serta perutusan-Mu. Amin. -agawpr-