Paus Fransiskus ingin kepala liturgi Vatikan untuk melanjutkan pekerjaan dari Paus Benediktus XVI

Vatican City, Jun 3, 2015 / 13:33 (CNA / EWTN News) .- Kardinal Robert Sarah, pimpinan Kongregasi untuk Ibadat Ilahi, terungkap dalam surat yang dikirim ke sebuah konferensi liturgi minggu ini bahwa ketika ia ditunjuk sesuai dengan posisinya, Paus Fransiskus menunjukkan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan liturgi yang dahulu dilakukan oleh pendahulunya sebagai Uskup Roma.

"Ketika Bapa Suci, Paus Fransiskus, meminta saya untuk menerima pelayanan dari Pimpinan Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen, saya bertanya: 'Bapa Suci, bagaimana Anda ingin aku melakukan pelayanan ini? Apa yang ingin Bapa Suci lakukan pada saya sebagai Pimpinan Kongregasi ini? 'Bapa Suci menjawab dengan jelas. "Saya ingin anda terus melaksanakan pembaruan liturgi Konsili Vatikan II," katanya, "dan saya ingin Anda untuk terus bekerja dengan baik dalam liturgi dimulai oleh Paus Benediktus XVI, '" Kardinal Sarah menulis dalam suratnya kepada Konferensi Liturgi Suci, yang dipublikasikan tanggal 2 Juni.

"Sahabat-sahabatku ," kardinal menulis, "Saya ingin Anda untuk membantu saya dalam tugas ini."

Konferensi Liturgi Suci diadakan setiap tahun, dan membahas pentingnya pembentukan liturgi dalam Gereja. Ini adalah penyokong dari evangelisasi /pewartaan Injil yang baru, dan mendukung katekese/pengajaran liturgi yang setia.

Kardinal Sarah, yang diangkat sebagai kepala CDW pada bulan November 2014, meminta agar Liturgi Suci "terus bekerja untuk mencapai tujuan liturgi Konsili Vatikan II dan bekerja untuk melanjutkan pembaruan liturgi dipromosikan oleh Paus Benediktus XVI."

Ia mencontohkan khususnya himbauan Bapa Paus emeritus nasihat apostolik tentang Sacramentum Caritatis, dalam Ekaristi, dan motu proprio nya Summorum Pontificum, yang membuatnya lebih mudah pada semua imam untuk merayakan liturgi seperti yang telah dilakukan sebelum Konsili Vatikan II.

"Agar meminta Anda untuk menjadi bijaksana, seperti pemilik rumah dalam Injil Matius, yang tahu kapan untuk membawa keluar harta benda baik yang baru dan yang lama, sehingga Liturgi Suci seperti yang dirayakan dan hidup hingga hari ini, tidak menghilangkan apapun dari kekayaan tradisi liturgi Gereja yang patut dihargai, sementara selalu bersikap terbuka terhadap perkembangan yang sah. "
  
Kardinal telah mencatat sebelumnya dalam suratnya bahwa "kita harus melakukan segala hal yang kita bisa untuk menempatkan Liturgi Suci kembali ke jalur hubungan antara Allah dan manusia," menyebut liturgi "merupakan bentuk istimewa dan unik di mana kita ... berjumpa dengan Allah di dalam perkejaan/aktifitas kita di dunia "

Kardinal Sarah menyatakan bahwa konferensi Sacra Liturgia, yang berlangsung dari tanggal 1-4 Juni, memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan bagaimana kedua-duanya mempertahankan tradisi dan terbuka untuk perkembangan yang sah, dan kemudian menyarankan "dua pendapat kritis di mana pembaruan liturgi yang otentik dalam abad dua puluh satu dapat ditindaklanjuti ": dengan memperjelas bahwa liturgi adalah penyembahan pada Allah, dan dengan mempromosikan" bentuk/formasi liturgi yang mesti disuarakan ".

Dia mendesak bahwa kita "tidak pernah meremehkan" pentingnya liturgi sebagai penyembahan Allah, menambahkan bahwa "liturgi bukanlah suatu acara sosial atau semacam pertemuan biasa ... dimana yang penting adalah bahwa kita mengungkapkan identitas kita. Tidak seperti itu: Tapi Tuhanlah yang utama ".

Mengingat bahwa liturgi "diberikan kepada kita dalam tradisi," ia menambahkan bahwa "hal ini bukan untuk kita untuk membuat beberapa ritual yang kita rayakan atau mengubah tradisi yang sesuai dengan diri kita sendiri ... di luar pilihan yang sah yang diijinkan oleh gereja."

"Itulah sebabnya kita harus merayakan Liturgi Suci dengan setia, dengan perasaan hormat dan kekaguman seperti yang saya katakan sebelumnya."
   
Beralih ke pentingnya bentuk liturgi yang mesti disuarakan, Kardinal Sarah menyebutkan teks Sacrosanctum Concilium, Konstitusi Vatikan II tentang liturgi, dan mengatakan bahwa "kita tidak bisa benar-benar berpartisipasi dalam Liturgi Suci, kita tidak bisa minum dengan secara mendalam dari sumber kehidupan Kristen, jika kita belum dibentuk dalam semangat dan kekuatan liturgi ... Saya berharap dan saya berdoa bahwa inisiatif yang berbeda dari Liturgia suci dapat berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan penting ini. "

Selain membuat empat referensi pada tulisan dari Sacrosanctum Concilium, surat Kardinal Sarah juga menyebutkan dua kali tentang tulisan-tulisan sebelum menjadi Paus dari Paus Benediktus XVI, mengutip dari kumpulan pekerjaannya : The Theology of the Liturgy and The Spirit of the Liturgy (Teologi Liturgi dan Semangat Liturgi).

Konferensi Liturgi Suci diluncurkan di Roma pada tahun 2013, dan memiliki tempat yang berbeda setiap tahun - 2016 konferensi akan diselenggarakan di London. Konferensi ini meliputi presentasi makalah akademis seperti perayaan Misa dan Misa malam hari, baik bentuk biasa dan luar biasa dari ritus Romawi.

2015 konferensi mencakup pidato pembukaan oleh Kardinal Raymond Burke, dan presentasi tentang pentingnya keindahan dalam liturgi. Pembicara lain termasuk Uskup Agung Salvatore Cordileone, Dr. Lauren Pristas, Dr. Jennifer Donelson, Fr. Alcuin Reid, dan Fr. Phillip Anderson, OSB.
 
 
diterjemahkan oleh: AG / Renungan Pagi
 
Sumber berita: 

Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Jumat, 05 Juni 2015
Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir (Jumat Pertama Dalam Bulan)

Tob 11: 5-17; Mzm 146:2abc.7.8-9a.9bc-10; Mrk 12:35-37

Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Tidak semua ajaran yang disampaikan oleh Yesus mudah dimengerti oleh para pengikut-Nya, bahkan juga tidak oleh para rasul yang dipilih dan dididiknya secara khusus. Hari ini, Markus menampilkan salah sati kesulitan itu: di satu sisi, Mesias adalah anak (keturunan) Daud, namun di sisi lain, Daud menyebut-Nya sebagai tuan. Bagaimana mungkin? Yohanes juga mengisahkan bahwa saking sulitnya mengerti dan menerima ajaran Yesus, "banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia" (Yoh 6,66). Hal yang sama seringkali juga kita alami. Betapa tidak mudahnya kita mengerti sabda Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci. Namun, tidak seharusnya kita mengundurkan diri. Sebaliknya, kita justru harus merasa tertantang untuk semakin penuh minat membaca, mendengarkan dan merenungkan sabda-Nya seperti orang banyak yang dikisahkan oleh Markus dalam Injil hari ini. Atau seperti Petrus yang ketika ditanya oleh Yesus, "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" (Yoh 6,67) menjawab dengan lantang, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal" (Yoh 6,68). Atau seperti Nabi Yeremia yang berkata, "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam" (Yer 15,16).

Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu agar kami membaca, merenungkan dan mendengarkan sabda-Mu dengan penuh minat. Amin. -agawpr-

Jumat, 05 Juni 2015 Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir

Jumat, 05 Juni 2015
Peringatan Wajib St. Bonifasius, Uskup dan Martir (Jumat Pertama Dalam Bulan)

“Dalam sejarah umat Allah,telah ada pencobaan ini: menyurutkan iman sebagian, pencobaan menjadi sedikit ‘seperti yang dilakukan semua orang’, yaitu ‘tidak menjadi sangat, sangat tegar”. Tetapi saat kita mulai menyurutkan iman, mulai mengkompromi iman, sedikit menjualnya kepada penawar tertinggi, maka kita memulai jalan kemurtadan, yaitu jalan ketidaksetiaan kepada Tuhan”. (Paus Fransiskus)


Antifon Pembuka

Merekalah orang suci, sahabat Allah, yang mulia karena mewartakan kebenaran ilahi.

Pengantar


Bonifasius lahir di Krediton, Britania raya, Inggris, pada tahun 672. Ia ditahbiskan sebagai imam pada usia 30 tahun. Tahun 723, ia diangkat sebagai Uskup. Sejak itulah namanya berubah menjadi Bonifasius. Ia meninggal sebagai seorang martir ketika sedang menjalankan misinya, yakni memberantas kekafiran di Frisia, Jerman, pada tahun 754. Saat peristiwa itu terjadi, Bonifasius bersama sejumlah pengikutnya sedang berkemah di lembah Sungai Borne sembari menunggu orang-orang yang hendak menerima Sakramen datang. Namun, ternyata yang datang justru para penjahat yang berniat untuk membunuh Bonifasius beserta seluruh pengikutnya. Peristiwa sadis itu terjadi pada 5 Juni 754. Bonifasius dikenal sebagai seorang Rasul Jerman meski dia bukanlah misionaris pertama yang mewartakan Injil di sana. Peringatannya dirayakan setiap 5 Juni.

Doa Pagi

Allah Bapa, keteguhan para martir, hari ini kami memperingati Santo Bonifasius, uskup dan martir-Mu, yang telah memeteraikan dengan darah iman yang diajarkannya dengan lidah. Semoga berkat doa restunya kami selalu memegang teguh iman itu, serta menghayatinya dengan setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum Para Martir atau Gembala Umat (Misionaris), misalnya: Kis 26:19-23; Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15; Yoh 10:11-16.


Bacaan dari Kitab Tobit (11:5-17)
  
"Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihi-Nya, dan aku melihat kembali anakku, Tobia."
       
Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan yang bakal ditempuh Tobia, anaknya. Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia, "Sungguh, anakmu telah datang, dan juga orang yang menyertainya." Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya, "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya. Obat itu akan meresap dahulu, lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya." Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya lalu berkatalah ia, "Setelah engkau kulihat, Anakku, sekarang aku dapat mati!" Dan ia pun menangis. Tobit pun berdiri, dan meskipun kakinya tersandung-sandung, ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu. Lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya, "Tabahkan hatimu, Ayah!" Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya, "Aku melihat engkau, Anakku, cahaya mataku!" Ia menyambung pula, "Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar! Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus! Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi aku melihat kembali anakku Tobia."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Ayat. (Mzm 146:2abc,7,8-9a,9bc-10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
2. Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya, Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
3. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
4. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun!

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Ayat. Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:35-37)
   
"Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?"
    
Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, "Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?" Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Yesus mengajar orang banyak dan mereka mendengarkan-Nya dengan penuh minat (Mrk 12:37). Dalam pengajaran itu, Yesus mengatakan siapa diri-Nya yang sebenarnya.

Hari ini Yesus juga menyatakan diri-Nya kepada kita. Dia adalah Tuhan yang hadir di dalam hidup kita, sehingga sama seperti orang banyak yang mendengarkan Yesus dengan penuh minat, demikian jugalah mestinya kita.

Setiap sabda Allah dibacakan atau diperdengarkan kepada kita, saat itu Yesus sendiri yang bersabda kepada kita. Para Bapa Konsili Vatikan II menegaskan hal ini, “Kristus hadir dalam sabda-Nya sebab ia sendiri bersabda apabila Kitab Suci dibacakan dalam Gereja” (Konstitusi tentang Liturgi Suci, 7). Yesus adalah Tuhan dan Guru (lih. Yoh 13:13-14). Dia melebihi semua raja dan melebihi semua orang penting yang ada di dunia ini. Bahkan, dari pada-Nya orang beroleh hidup dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (lih. Yoh 10:10a).

Hari ini kita diundang untuk menyadari bahwa sebenarnya kita sering tidak mendengarkan firman Tuhan dengan penuh minat. Lebih parah lagi, kita tidak berminat untuk membaca sendiri firman Tuhan atau mendengarkan firman-Nya. Betapa kerap terjadi, saat Yesus bersabda kepada kita lewat sabda yang dibacakan atau lewat homili, kita tidak mendengarkannya dengan baik, penuh minat dan perhatian. Malahan, kita sering sibuk dengan pikiran dan rencana kita sendiri. Ada pula yang sibuk dengan ber-BBM atau SMS atau games. Oleh karena itu, kita perlu senantiasa belajar menjadi pendengar yang baik agar sabda Tuhan yang kita dengarkan sungguh meresap dalam hati kita dan menjadi pegangan hidup kita sehari-hari. (Bdk. Yak 1:19-27).

St. Bonifasius, seorang uskup dan martir yang dirayakan peringatannya hari ini adalah salah satu contohnya. Begitu besar minatnya untuk mendengarkan suara Tuhan dan ajaran-Nya sampai ia rela mati agar suara Kristus bergema di kawasan Jerman. Ia dibunuh namun tetap berbangga karena darahnya menyuburkan semangat iman orang Kristiani di Jerman. Dia dikenal sebagai perintis pewartaan Injil di Jerman.

Dengan keberaniannya, St. Bonifasius telah memperkenalkan Kristus Sang Gembala Agung dengan turut menjadi gembala ang berkorban bagi domba-dombanya. (Yesaya/Cafe Rohani)

Antifon Komuni (Yoh 8:12)

Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.