Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Selasa, 09 Juni 2015
Hari Biasa Pekan X
 


2Kor. 1:18-22; Mzm. 119:129-133,135; Mat. 5:13-16.

Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Cukup sering saya ditanya oleh teman-teman dari negara lain, baik dari Asia, Afrika, Amerika maupun Eropa tentang jumlah umat katolik di Indonesia. Ketika saya mengatakan bahwa kami tidak sampai 3%, mereka heran dan berkomentar "kok sedikit sekali". Kalau yang bertanya itu teman dari Eropa, saya sering menambahkan, "Yah, meski sedikit, tapi gereja selalu penuh. Misa harian saja lebih dari 100 orang. Lha di sini, Misa Mingguan sampai 50 orang saja sudah banyak". Memang, untuk menjadi garam dan terang, tidak perlu jumlah yang banyak, yang penting kualitas yang baik. Masakan, kalau kebanyakan garam, juga malah tidak enak. Ruangan, kalau kebanyakan lampu juga boros dan malah menyilaukan. Maka, meski kita tetap harus mewartakan Injil dan agar semakin banyak orang mengimani Kristus, namun yang jauh lebih penting adalah kita sendiri yang sudah menjadi pengikut-Nya ini, meskipun sedikit, tetap dan semakin berkualitas. Kualitas itu tampak tidak hanya melalui kegiatan dan ritual keagamaan yang sifatnya internal tetapi juga melalui perbuatan-perbuatan baik di masyarakat, di tempat kerja dan di mana pun kita berada. Melalui perbuatan-perbuatan baik itu, kita tidak mencari pujian, penghormatan dan penghargaan tetapi melulu agar Tuhan semakin dimuliakan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi pengikut-Mu yang berkualitas sehingga nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. -agawpr-

Selasa, 09 Juni 2015 Hari Biasa Pekan X

Selasa, 09 Juni 2015
Hari Biasa Pekan X

“Mari kita mempersembahkan kepada Tuhan korban agung yang meliputi segala, yakni cinta kita” (St. Efrem)


Antifon Pembuka (Mzm 5:16)

Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber kehidupan, Engkau menghendaki semua orang ikut serta menikmati cahaya-Mu. Kami mohon semoga hidup kami serta segala tingkah laku kami membawa nama-Mu semakin disayangi dan hidup kami sendiri dapat dirasakan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
 
Allah sudah menunjukkan kesetiaan akan janji penyelamatan-Nya. Oleh karena itulah manusia diharapkan memiliki tanggapan yang sepadan dengan menyatakan persetujuan dan kemauannya untuk menyelaraskan dirinya kepada dinamika penyelamatan Allah sendiri.
 

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1:18-22)
   
 
"Pada Yesus bukanlah terdapat "ya" dan "tidak, melainkan hanya ada "ya".
   
Saudara-saudara, demi Allah yang setia, janji kami kepada kalian bukanlah serentak “ya” dan “tidak”. Sebab Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kalian, yaitu oleh Silvanus, Timotius dan aku, bukanlah serentak “ya” dan “tidak”, di dalam Dia hanya ada “ya”. Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengucapkan “Amin” untuk memuliakan Allah. Sebab Allahlah yang meneguhkan kami bersama kalian dalam Kristus. Dia pulalah yang telah mengurapi kita serta memeteraikan tanda milik-Nya atas kita. Dialah yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan atas semua yang telah disediakan-Nya untuk kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan                       
Ref. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:129.130.131.132.133.135)
1. Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
2. Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
3. Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
4. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebagaimana patutnya orang-orang yang mencintai nama-Mu.
5. Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.
6. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:16)
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu di surga. Alleluya.
 
Iman adalah sarana untuk memberikan kesaksian kepada banyak orang. Ketika iman itu benar-benar diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari dalam rupa tata tingkah laku dan berbagai latihan rohani, orang lain akan melihat dan merasakan keunggulan nilai iman tersebut.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:13-16)
  
"Kalian ini cahaya dunia."
    
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda, “Kalian ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan? Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kalian ini cahaya dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
 
Renungan
 
Kita sudah paham akan fungsi garam. Kiasan benda yang memiliki rasa asin ini diterapkan dalam kehidupan Kristiani. Garam bisa kehilangan daya asinnya. Hidup Kristen yang tidak diperbarui juga bisa kehilangan daya tariknya. Maka hidup kita harus terus bersinar dengan terus “menambah minyak”. Berusahalah mengasinkan diri agar tetap sedap dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita.
 
Antifon Komuni (Mat 5:14a.16)

Kalian ini cahaya dunia. Hendaklah cahaya-Mu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatan-Mu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Malam
 
Tuhan, aku ingin memuliakan Engkau lewat perbuatanku setiap hari. Semoga sikap dan tingkah lakuku Kaujiwai dengan kasih-Mu sehingga aku pantas menjadi saksi-Mu. Ampunilah aku, atas segala kekurangan dan kesalahanku yang telah kuperbuat hari ini. Amin.
 
 
RUAH