Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Kamis, 18 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XI

 
2Kor. 11: 1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,7-8; Mat 6:7-15.

Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Benar. Tuhan tahu semua yang kita perlukan. Bahkan, ia lebih tahu daripada kita sendiri. Hal ini mungkin akan membuat kita tergoda untuk tidak berdoa. Kalau Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan, buat apa kita berdoa dan meminta kepada-Nya? Masalahnya, doa itu kan tidak hanya berisi permohonan/permintaan kepada Tuhan, meski kemungkinan ini yang paling banyak kita lakukan dalam doa. Ada hal yang lain yang hendaknya menjadi isi doa-doa kita, yakni pujian dan syukur kepada Tuhan. Permohonan hanyalah satu satu bagian kecil dari doa-doa kita. Apalagi yang paling penting dalam doa adalah menjalin relasi dan komunikasi dengan Tuhan, tinggal bersama-Nya dalan dalam Dia. Allah adalah Bapa kita dan kita anak-anak-Nya. Seorang Bapa yang baik, tahu kebutuhan anak-anaknya dan pasti memenuhinya tanpa setiap saat anak-anaknya harus meminta. Namun, kehadiran anak-anak di rumah dalam kebersamaan dengan orangtua merupakan hal yang sangat penting. Itulah yang kita lakukan dalam doa: Kita hadir di rumah Tuhan atau menciptakan ruang dan waktu bersama Tuhan. Sebagaimana kebersamaan dalam keluarga, antara orangtua dan anak-anak, menandakan dan membuahkan kebahagiaan, demikian pula kebersamaan kita dengan Tuhan juga membuahkan kebahagiaan yang sejati.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu senantiasa menciptakan ruang dan waktu untuk bersama-sama dengan-Mu. Amin. -agawpr-

Kamis, 18 Juni 2015 Hari Biasa Pekan XI

Kamis, 18 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XI
 
“Tidak ada orang kuat karena kekuatannya sendiri” (St. Siprianus)

Antifon Pembuka (Mzm 111:3-4)

Agung dan semaraklah karya Tuhan, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-Nya yang agung pantas dikenang. Tuhan itu Pengasih dan Penyayang.

Doa Pagi

Allah Bapa kami di surga, bagaimana kami dapat berdoa kepada-Mu, kalau bukan Engkau sendiri yang meletakkan kata-kata pada lidah kami. Semoga kami selalu terbuka terhadap bisikan Roh-Mu dan ajarilah kami mengenal nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Peringatan dan teguran yang diberikan Paulus kepada jemaat di Korintus adalah upaya untuk menjaga kesetiaan iman mereka kepada Kristus sendiri. Paulus mencintai mereka dan berharap mereka tidak berpaling kepada yang lain dan berhati-hati terhadap segala macam pemberitaan yang berbeda.
 

Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (11:1-11)
       
       
"Aku mewartakan Injil kepadamu dengan cuma-cuma."
     
Saudara-saudara, alangkah baiknya, jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang tidak seberapa. Dan memang kalian sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus, sebagaimana Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya. Sebab kalian sabar saja, jika ada seseorang datang mewartakan Yesus yang lain daripada yang telah kami wartakan, atau memberikan kepadamu roh yang lain daripada yang kalian terima, atau Injil yang lain daripada yang telah kalian terima. Padahal menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dibanding rasul-rasul yang tiada taranya itu. Andaikata aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan. Sebab kami telah menyatakannya kepadamu pada segala waktu dan di dalam segala hal. Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kalian, karena aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, agar aku dapat melayani kalian. Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengahmu, aku tidak menyusahkan seorang pun. Sebab apa yang kurang padaku, dicukupi oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagimu. Dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi kebenaran Kristus dalam diriku, aku menegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kalian? Allah mengetahuinya!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Adil dan benarlah karya tangan-Mu ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 111:1-2.3-4.7-8; R:7a)
1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya kokoh lestari untuk selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Rm 8:15)
Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak, dalam roh itu kita akan berseru, "Abba, ya Bapa." 
 
Yesus mengajarkan doa yang meliputi seluruh aspek relasi manusia dengan Alah dan sesamanya. Allah mendekatkan diri dengan kita, sehingga kita bisa memanggil-Nya Bapa dan kita pun diajak turut membangun relasi dekat dengan sesama ketika kita mengucapkan kata-kata “kami” dalam doa kita.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (6:7-15)
   
"Berdoalah kalian demikian."
    
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya. Maka, berdoalah kalian demikian: Bapa kami, yang ada di surga, dimulakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi sperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin. Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian pula. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Nasihat Yesus dalam hal berdoa, sangat sederhana. Berdoa seperti orang yang mengenal Allah. Orang yang mengenal Allah, mengucapkan doa singkat karena dia tahu bahwa Bapa telah mengetahui apa yang dia mau. Doa singkat itu adalah doa Bapa Kami. Bagaimana sikap kita bila kita berdoa Bapa Kami?

Antifon Komuni (Mzm 98:1)

Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai dan banyak pulau bersukacita!

Doa Malam

Puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, atas pelajaran tentang cara berdoa dan doa Bapa Kami yang sangat mendalam. Semoga dari hari ke hari kami semakin bertumbuh dan berkembang dalam iman. Terpujilah Engkau, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
 
 
RUAH

Paus: Kepedulian bagi orang miskin adalah tanda dari Injil, bukan bendera merah dari komunisme

 Oleh : Carol Glatz / Catholic News Service

VATIKAN CITY (CNS) - Fokus pada kemiskinan dan pengorbanan orang miskin adalah jantung/esensi utama dari pesan Injil, bukan tanda-tanda dari komunisme, Paus Fransiskus mengatakan hal ini pagi tadi dalam Misanya.

Selain itu, jika umat Kristen tidak menggali lebih dalam dan murah hati untuk berderma, mereka tidak memiliki "iman yang sejati," kata Paus , tanggal 16 Juni , selama Misa di kapel Domus Sanctae Marthae.
  
Dia mengatakan orang sering mendengar, "Oh, imam ini berbicara tentang kemiskinan terlalu banyak, uskup ini berbicara tentang kemiskinan, umat Kristen ini, saudara/ri ini berbicara tentang kemiskinan. Nah, mereka yang komunis jumlahnya sedikit, bukan? "

Tapi "Tentang kemiskinan justru berada di dalam Injil. Jika kita menghapus kemiskinan dari Injil, orang tidak akan mengerti apapun tentang pesan yang disampaikan Yesus, " katanya, menurut Radio Vatikan.

Menjadi sepenuhnya berarti bahwa umat Kristen menjadi kaya dalam roh, iman, Firman, kebijaksanaan dan semangat – sesuatu yang Yesus telah ajarkan dan tawarkan ke semua orang, katanya.

Yakinkan, meskipun begitu, bahwa sejumlah besar dari "kekayaan di dalam hati" akan juga berdampak pada dompet anda, katanya, karena "ketika iman tidak sampai ke kantong anda, itu bukan iman sejati."

Paus Fransiskus mengatakan "teologi kemiskinan" didasarkan pada kenyataan bahwa Yesus - di kekayaan ilahi-Nya - menjadi miskin; Ia merendahkan diri-Nya sendiri dan mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

Kebahagiaan adalah, "Berkat orang miskin di dalam jiwanya ," berarti "membiarkan diri diperkaya dengan kemiskinan dari Kristus dan tidak ingin menjadi kaya dengan orang-orang kaya yang tidak berasal dari Kristus," katanya.

Pemberian umat Kristen melampaui karya kasih biasa, yang baik, tapi bukan "kemiskinan umat Kristen", umat beriman dipanggil untuk merangkul, katanya. "Kemiskinan umat Kristen adalah: saya memberikan kepada orang miskin apa yang menjadi milik saya, bukan dari kelebihan, tetapi juga apa yang diperlukan" untuk kesejahteraan bersama.

Umat Kristen melakukan ini karena mereka tahu bahwa pengorbanan sedemikian rupa akan memperkaya mereka, katanya. "Dan mengapa orang miskin memperkaya saya? Karena Yesus berkata bahwa Ia sendiri berada di dalam orang miskin. "

Ketika orang menanggalkan diri dari materi mereka, "Yesus bekerja didalamnya" dan mereka diperkaya; ketika orang-orang memberikan kepada orang miskin, Yesus juga bekerja di dalam orang miskin, "untuk memperkaya saya ketika saya melakukan hal ini," kata Paus.

Tanda yang paling jelas yang ditinggalkan Yesus adalah bagaimana pemberian dapat memperkaya orang lain, Paus mengatakan, adalah karunia-Nya sendiri dalam Ekaristi. "Dia menjadi 'roti' bagi kita."

Itulah mengapa "teologi kemiskinan" adalah jantung/pusat utama/esensi dari Injil dan bukan "ideologi. Justru inilah misterinya, misteri akan Kristus yang merendahkan diri-Nya sendiri, dipermalukan, membuat diri-Nya miskin untuk memperkaya kita. "

Diterjemahkan oleh : AG

Sumber Link : http://­cnstopstories.com/

Paus kepada keluarga: Berdiri tegak menghadapi serangan-serangan ideologis!

 Radio Vatikan, mengatakan pada kita bagaimana, pada hari Minggu malam, di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus mendesak para orang tua dan keluarga untuk berdiri tegak menghadapi "ideologis beberapa kelompok yang meracuni jiwa." Dia berbicara kepada sekitar 25.000 orang dari keuskupan Roma, untuk pembukaan tahunan Konvensi Gereja antar Keuskupan, didedikasikan tahun ini dengan tema keluarga. Vikaris Kardinal Agostino Vallini hadir, bersama dengan banyak keluarga Katolik dan dengan persentase yang tinggi dari 350 imam paroki Roma.

Selama pidatonya, Paus Fransiskus menyentuh banyak isu termasuk kebutuhan untuk "kelahiran kembali akan spiritual" bagi kota Roma yang saat ini terguncang oleh skandal korupsi yang melibatkan pemerintah kota. Tapi fokusnya adalah sebagian besar pada keluarga dan pada Sinode para Uskup serta keluarga yang akan diadakan di Vatikan pada bulan Oktober, dan ia menghimbau kepada para orang tua yang hadir untuk melindungi anak-anak mereka dari serangan ideologi terhadap institusi keluarga dan semua yang disucikan yang, katanya, "begitu menyakitkan dan menghancurkan masyarakat, bangsa, dan keluarga."

Paus Fransiskus menguraikan keindahan dan keragaman karakteristik pria dan wanita dan mengatakan "saling melengkapi dan saling memberi atau menerima" dalam keluarga yang sangat penting bagi pertumbuhan kesehatan anak-anak, yang tidak harus takut berbeda dan harus menyaksikan sukacita kasih suami isteri untuk tumbuh dan berkembang dengan kepercayaan dan keamanan.
  
Dia juga memalingkan perhatiannya kepada pasangan yang berpisah, mendesak mereka untuk tidak pernah melupakan tugas mereka sebagai orang tua. "Jangan berbicara buruk (munafik) tentang satu sama lain. Begitulah cara anak-anak belajar bagaimana menjadi munafik dan untuk mengambil keuntungan dari orang lain." dia berkata.
 
Paus juga menyampaikan kepada lebih dari 600 ribu kakek dan nenek yang tinggal di Roma dan siapapun , kata dia, mereka harus dicintai dan dihormati. Dia menghimbau pada para keluarga untuk mempertimbangkan pilihan rumah jompo bagi kakek dan nenek hanya sebagai pilihan terakhir.
   
Dan mencatat bahwa seperempat dari populasi penduduk di Roma adalah orang tua, Paus bertanya: "Apakah kakek dan nenek diperlakukan dengan hormat? Saya yakin keadaan mereka saat ini karena tidak bekerja(pensiun) ,kondisi ini untuk mereka dan untuk pensiun mereka yang akan menjadi salah satu bantuan nyata bagi mereka "

Paus ini semakin menyuarakan ke-katolikan saat kita menjelang Sinode itu, dengan tidak membuang-buang kesempatan untuk menggarisbawahi prinsip yang terus dipegang dan diajarkan oleh Gereja.

Diterjemahkan oleh : AG

Sumber link : http://­marklambert.blogspot.­co.uk/