"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu"

Kamis, 25 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XII

   


Kej. 16:1-12,15-16; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 7:21-29.

"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu"

Kita semua tahu bahwa rumah yang dibangun di atas batu, pasti lebih kuat dibanding dengan rumah yang dibangun di atas pasir. Oleh karena itu, kalau membangun rumah, kita membuat pondasi dari batu. Memang menggunakan pasir juga, tetapi bukan pasir yang masih butiran begitu saja melainkan pasir yang sudah dicampur dan diaduk dengan semen dan gamping sehingga dapat menjadi keras dan menyatu dengan batu. Demikian pula, iman kita akan kuat, tidak mudah goyah dan roboh kalau dibangun di atas dasar yang kuat, yakni sabda Tuhan. Namun, Sabda Tuhan itu akan sungguh-sungguh menjadi pondasi yang kuat bagi iman kita, kalau tidak hanya kita dengarkan, baca dan renungkan, tetapu juga kita laksanan atau kita wujudkan dalam perbuatan nyata. Bagi kita yang ingin menjadi bijaksana, kiranya tidak perlu mencari sumber kebijaksanaan di tempat lain. Sabda Tuhan dalam Kitab Suci sudah lebih dari cukup.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu menjadi pendengar dan pelaksana sabda-Mu yang baik. Amin. -agawpr-

Kamis, 25 Juni 2015 Hari Biasa Pekan XII

Kamis, 25 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XII

“Allah itu kehidupan, maka manusia yang tidak melihat Dia, tidak melihat kehidupan” (St. Gregorius dari Nissa)
 

Antifon Pembuka (Mzm 106:1-2.3-4a.4b-5)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya.

Doa Pagi


Ya Allah sumber kekuatan iman kami, barangsiapa percaya kepada-Mu akan mendirikan bangunan rumah rohaninya di atas padas yang kokoh kuat. Kami mohon, semoga Sabda-Mu menjadi dasar iman kami sehingga kami tetap teguh ketika harus menghadapi aneka macam tantangan hidup. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Ketidaksabaran menantikan perwujudan janji-janji Tuhan telah memunculkan masalah baru dalam keluarga Abram. Sara mempunyai pertimbangan dan mengambil keputusan sendiri. Akibatnya, masalah muncul dan dia kembali mengeluhkan akibat dari keputusannya.
 

Bacaan dari Kitab Kejadian (16:1-12.15-16)
      
 
"Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamainya Ismael."

Sarai, isteri Abram, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram, “Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu hampirilah hambaku itu; mungkin dari dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Ketika itu Abram telah sepuluh tahun tinggal di Kanaan. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya. Maka berkatalah Sarai kepada Abram, “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggungjawabmu. Akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu; tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah aku; Tuhan kiranya menjadi hakim antara aku dan engkau.” Kata Abram kepada Sarai, “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya sesuka hatimu.” Lalu Sarai isteri Abram menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat Tuhan menjumpai Hagar di dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Kata malaikat itu, “Hagar, hamba Sarai, engkau datang dari mana dan mau pergi kemana?” Jawab Hagar, “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” Maka Malaikat Tuhan itu berkata kepadanya, “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah dirimu ditindas di bawah kekuasaannya.” Lagi kata Malaikat Tuhan itu, “Aku akan menjadikan keturunanmu sangat banyak, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Kemudian Malaikat Tuhan itu berkata lagi, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar penindasan yang kaualami. Anakmu itu akan menjadi seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar. Ia akan melawan tiap-tiap orang, dan tiap-tiap orang akan melawan dia; Di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.” Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamainya Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Ayat. (Mzm 106:1-2.3-4a.4b-5)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan Tuhan, dan memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?
2. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.
3. Perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu, supaya aku melihat kebahagiaan orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama milik pusaka-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Kunci keselamatan yang diwartakan Yesus adalah mendengarkan sabda dan melaksanakannya. Walaupun banyak orang merasa sudah melaksanakan, namun belum tentu motivasi pelaksanaannya benar-benar didasarkan pada kepentingan Allah. Bisa jadi, masih berpusat pada kepentingan diri sendiri.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21-29)  
   
"Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir."

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’” Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga tidak cukup hanya berseru-seru. Orang harus berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak Bapa. Inilah tanda pengenalnya. Mari kita membangun diri kita sesuai dengan kehendak Allah, seperti orang bijak yang membangun rumah di atas dasar yang kokoh, sehingga angin ribut dan gelombang zaman tidak akan menghancurkannya.

Antifon Komuni (Mat 7:29)

Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa, bukan seperti ahli-ahli Taurat.

Doa Malam

Tuhan Yesus, puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu atas karunia hari yang telah berlalu, ampunilah kami yang mendengar sabda-Mu tetapi tetap melakukan kehendak kami sendiri. Ajarlah kami meneladan Bnda Maria yang mendengar, menyimpan dan melaksanakan sabda-Mu sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


RUAH