Seri Liturgi: KEMULIAAN ALLAH TRITUNGGAL

 

Syalom aleikhem.
Bagian terakhir Gloria mengarah pada Allah Tritunggal. Yesus Kristus yang mahatinggi tak pernah terpisah dari Roh Kudus dan Allah Bapa. Sang Firman (Putra) tak pernah terlepas dari Allah (Bapa) dan Roh-Nya (Roh Kudus). Maka jelas, Gloria adalah doa pemuliaan Allah Tritunggal. Di dalamnya ada pujian, syukur, pemuliaan. Kata demi kata Gloria begitu indah dan secara padat menyampaikan kepada kita beberapa pokok iman Kristen. Karena itu, Gloria yang sudah sangat tua umurnya dipelihara terus oleh Gereja Katolik.

Gloria sungguh lain. Sebagai nyanyian (madah) – sesungguhnya adalah doa yang dinyanyikan – Gloria memuat ayat-ayat Alkitab secara tersirat. Gloria mewadahi ajaran iman kita. Lain memang dengan beberapa lagu gubahan baru yang acapkali terasa abal-abal, asal comot kata, kelihatan sekenanya. Gloria itu indah, jelas, bernas. Gloria itu pengajaran iman dalam nyanyian.

Itu mengapa Gloria tak boleh diganti kata-katanya. Sayangnya, dewasa ini ada beberapa lagu untuk liturgi Katolik yang dijuduli “Gloria” atau “Kemuliaan” tapi kata-katanya ngarang-ngarang. Sungguh sayang, kekayaan iman dan khazanah liturgi suci yang begitu memukau diganti lagu karangan yang kadang ya gitu deh. Kalau ada lagu “Kemuliaan” tapi kata-katanya bukan Kemuliaan, sebaiknya tak usah dipakai lagi. Itu bukan Gloria, itu hanya karangan bebas berlabel Gloria alias KW2.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring