Selasa, 13 November 2018 Hari Biasa Pekan XXXII

Selasa, 13 November 2018
Hari Biasa Pekan XXXII

“O Kristus, ubahlah daku sehingga hidupku melulu merupakan pantulan cahaya hidup-Mu” (Beata Elisabet dari Tritunggal)


Antifon Pembuka (1Sam 2:35)

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanah yang baik. Diamlah di negeri dan berlakulah setia. Bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu.
     
Doa Pembuka

Allah Bapa kami di surga, perkenankanlah kami patuh setia akan sabda-Mu dan semoga hidup kami mewujudkan pengabdian bagi kebahagiaan sesama, baik yang dekat maupun yang jauh berkat Yesus Putra-Mu, yang telah melayani kami semua serta menjadi Cahaya Hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
      

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:1-8.11-14)
      
 
"Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus."
      
Saudaraku terkasih, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Para lanjut usia hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan. Demikianlah pula para wanita tua hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik, dan dengan demikian mendidik wanita-wanita muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suami, agar sabda Allah jangan dihujat orang. Demikian pula terhadap orang-orang muda. Nasihatilah mereka, supaya menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Sebab sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.18.23.27.29)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hati-Mu!
2. Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; tetapi orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.
   
Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.   
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:7-10)
        
"Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."
          
Yesus bersabda kepada para murid, “Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan?’ Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum! Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kalian. Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, ‘Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan,’.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan

   
Yesus berbicara kepada para murid-Nya tentang perlu dan pentingnya menjadi pribadi rendah hati dalam melaksanakan tugas. Yesus mengatakan bahwa seorang hamba tak akan mengharapkan balasan dari tuannya. Begitu pula seharusnya para murid dalam melaksanakan tugas yang diserahkan Allah Bapa kepada mereka, sikap semacam ini bisa ditangkap sebagai wujud serangan balik terhadap sikap dan pola hidup yang ditunjukkan orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi sebagai bagian bangsa Israel yang terpandang dan terpelajar percaya bahwa Allah akan membalas perbuatan mereka sesuai dengan perbuatan mereka. Oleh karena itu, mereka merasa boleh, bahkan berhak menuntut imbalan atas tindakan-tindakan yang menurut mereka merupakan suatu kebaikan. Memang, sebagai orang beriman kita percaya bahwa Allah akan menganugerahkan hal-hal yang baik. Di lain pihak, sebagai orang beriman kita pun percaya bahwa kita dipanggil untuk melakukan hal-hal baik sebagai perwujudan kasih Allah yang memanggil itu. Dengan kata lain, kebaikan kita bersumber dan mengalir dari kasih dan kebaikan Allah. Oleh karena itu, aneh jika yang terjadi adalah bahwa kita melakukan perbuatan baik demi mencari balasan dari Allah. Yang harus dilakukan manusia adalah senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kepada para murid-Nya, Yesus senantiasa menekankan supaya kualitas kehidupan terus diutamakan, bahkan terus disempurnakan dengan hukum kasih. Sementara itu, kuantitas kehidupan mengalami perubahan, menjadi lebih panjang. Kehidupan tak lagi hanya dihitung saat seseorang masih hidup di dunia, tetapi juga saat seseorang meninggalkan dunia fana ini, masih ada kehidupan lain yang harus diziarahinya. 
 
 Menjadi semakin jelas, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidupnya,  yaitu meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan kata lain, jatah manusia adalah mengurus kualitas kata-kata, pikiran dan tindakannya. Di sisi lain, tentang panjang atau pendek alias kuantitas hidup, Allah yang mengatur. Dengan kata lain, panjang atau singkat hidup manusia Allah-lah yang mengatur. Pertanyaannya adalah bagaimana manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya? Salah satu jawabannya terlontar dari mendiang Paus Yohanes Paulus II. Sang burung kelana ingin Gereja tetap meneruskan karya-karya pelayanannya untuk mendukung dan melindungi kehidupan dengan memerangi segala wujud anti-kehidupan yang muncul, terutama dari ilmu dan teknologi medis yang semakin canggih. Yang dimaksud Paus Yohanes Paulus II dengan pelbagai macam wujud anti-kehidupan adalah praktik-praktik aborsi, eutanasia, dan upaya-upaya medis untuk memperpanjang usia hidup manusia di dunia ini dengan cara-cara yang tak wajar alias kontra natura.
  
Antifon Komuni (Tit 2:14)

Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.  

Doa Malam

Bapa yang Mahabaik, ampunilah kami bila sepanjang hari ini kami berbuat baik tetapi tidak dengan tulus, punya maksud dan pamrih yang tersembunyi. Sadarkan bahwa kami adalah hamba-hamba-Mu yang tak berguna, agar rela mengabdikan diri kepada-Mu dan kepada sesama dengan setia dan rendah hati. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

BV/ INSPIRASI BATIN 2018