Seri Liturgi: DILARANG MENGUBAH


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 241

Seri Liturgi
DILARANG MENGUBAH

Syalom aleikhem.
Ekaristi adalah perayaan umat, artinya perayaan umat beriman secara bersama-sama, bukan perayaan “milik” pribadi. Namun, tak selalu umat bisa hadir, contohnya pada hari kerja karena terbatasnya waktu dsb. PUMR no. 19 menjelaskan, Misa tetap mengandung penebusan dan nilai luhur meski tak dihadiri umat.

Hadirnya umat memang penting dalam Misa, namun ketidakhadiran umat tak membuat nilai suatu Misa berkurang sebab pada hakikatnya Misa adalah tindakan Kristus dan Gereja. Kristuslah yang bertindak melalui Gereja-Nya. Dalam bahasa simpel, Misa itu “milik” Kristus yang dilaksanakan oleh Gereja-Nya.

Karena Misa adalah milik Kristus dan Gereja, ada tata cara menurut Kristus dan Gereja. Apakah boleh ada penyesuaian atas tata cara itu? Boleh, namun ada batasnya, yaitu pemilihan teks dan ritus saja. Penyesuaian boleh dilakukan dengan mengacu pada buku induk, yaitu Misale Romawi (MR). Mengenai hal ini, PUMR no. 24 memberi penegasan bahwa “imam adalah pelayan liturgi kudus” dan karena itu “imam tak diizinkan menambah, mengurangi, atau mengubah sesuatu dalam Perayaan Ekaristi atas kemauannya sendiri”.

Terbatas pada pemilihan ritus dan teks maksudnya di beberapa bagian MR memberi beberap pilihan ritus dan teks. Itulah yang boleh disesuaikan, bukan menambahkan yang tak ada dan mengurangi yang sudah ada. Mengubah tak diizinkan sebab imam itu pelayan.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring