Minggu, 18 Juli 2021 Hari Minggu Biasa XVI

Minggu, 18 Juli 2021
Hari Minggu Biasa XVI

Di tengah gelombang dahsyat samudera kehidupan yang mengamuk, di kiri dan kanan diterjang ombak... hanya satu yang kusayangi, hanya satu hartaku, satu hiburan yang membuatku lupa akan deritaku; itulah terang dari Tritunggal Mahakudus. – St. Gregorius dari Nazianze

Antifon Pembuka (Mzm 54:6-8)

Allah adalah Penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela aku mempersembahkan kurban dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena baiklah nama-Mu.

See, I have God for my help. The Lord sustains my soul. I will sacrifice to you with willing heart, and praise your name, O Lord, for it is good.

Ecce Deus adiuvat me, et Dominus susceptor est animæ meæ: averte mala inimicis meis, in veritate tua a disperde illos, protector meus Domine.


Doa Pagi
    
Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggembalakan kami, kawanan-Mu. Semoga, kami hidup sebagai kawanan yang selalu bersatu dan tekun mendengarkan Sabda Putra-Mu, serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab Dialah Tuhan, yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yeremia (23:1-6)
  
  
"Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku, dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka."
 
Beginilah firman Tuhan, "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku, "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai; kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalas kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman Tuhan. Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman Tuhan. Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan -- keadilan Kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:13-18)
 
"Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak."
 
Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu 'jauh' sekarang sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang 'jauh' dan kepada mereka yang 'dekat'. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, allleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:27)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Inilah Injil Suci menurut Markus (6:30-34)
    
"Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala."

Sekali peristiwa Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!" Sebab memang begitu banyaknya orang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

Renungan 
       
Credit: istock.com/CSA-Printstock

Dalam bacaan Injil, Yesus memandang orang banyak yang secara tak terduga telah mengacaukan rencananya untuk beristirahat dengan mata seorang gembala. 
  
Dia berbelas kasih kepada mereka, karena Dia tahu bahwa mereka seperti domba tanpa gembala. Yesus akan menjadi gembala mereka, itulah sebabnya Dia segera mengatur diri-Nya sendiri untuk mengajar mereka dalam jangka waktu tertentu. 
  
Dia melanjutkan untuk memberi mereka makan dengan roti dan ikan seperti seorang gembala memberi makan kawanannya. Tuhan yang bangkit terus memandang kita dengan mata seorang gembala. 
   
Dia memberi makan kita dengan ajaran-Nya, dengan firman-Nya, yang kita dengar dalam Kitab Suci. 
  
Dia memberi kita makan dengan roti kehidupan, Tubuh-Nya, dalam Ekaristi. 
  
Yesus tidak terganggu oleh orang banyak yang mengganggu rencana-Nya untuk beristirahat bagi diri-Nya dan murid-murid-Nya, karena naluri-Nya selalu seperti gembala. Itu tetap naluri-Nya sebagai Tuhan yang bangkit. Keinginan-Nya yang terdalam adalah untuk memberi makan dan memelihara kita. 
  
Dia tidak memiliki waktu yang di luar batas. Itu selalu tepat waktu bagi kita untuk berpaling kepada-Nya dalam kelaparan kita dan membiarkan Dia memberi makan kita dengan kehadiran-Nya.
 
Yesus juga ingin mengingatkan para rasul-Nya bahwa istirahat dan doa sangat penting karena tanpa Dia mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
  
Ketika hati kita tidak beristirahat dengan tenang, maka secara fisik kita akan selalu merasa lelah dan terkuras bahkan kehabisan tenaga.

Itulah sebabnya orang banyak mencari Yesus. Mereka memiliki kebutuhan – bisa berupa mencari obat dari suatu penyakit, atau diganggu oleh kejahatan, atau ditindas atau diganggu.

Secara fisik mereka lelah oleh kecemasan dan kekhawatiran. Secara rohani mereka terbakar habis harapan dan menipis imannya.
 
 
Kecemasan atau kekuatiran sering menimpa manusia. Pertanyaannya adalah mengapa manusia cemas atau kuatir? Jawabannya tentu saja banyak. Ada berbagai alasan bagi seseorang untuk merasa cemas atau kuatir. Di saat orang berada dalam situasi seperti ini, orang akan melakukan hal-hal yang membantu dirinya untuk menenangkan diri.
  
Tentu saja orang beriman memiliki cara-cara untuk keluar dari kecemasan atau kekuatiran. Orang beriman tidak bekerja sendirian. Orang beriman senantiasa bekerja bersama Tuhan. Mengapa? Karena orang beriman yakin bahwa setiap inchi dari hidupnya selalu disertai Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan dirinya sedetik pun.

Untuk itu, yang dibutuhkan adalah sikap penyerahan yang mendalam kepada Tuhan. Orang beriman itu orang yang tidak mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Orang beriman itu mengandalkan kekuatan Tuhan yang meraja dalam dirinya. Karena itu, mari kita serahkan hidup kita kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan yang memimpin perjalanan hidup kita. Dengan demikian, hidup menjadi semakin indah. Hidup ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati.  [RENUNGAN PAGI]


Antifon Komuni (Mzm 111:4-5)

Perbuatan Tuhan yang agung pantas dikenang, Tuhan itu pengasih dan penyayang. Orang yang takut akan Dia diberi-Nya makanan.

The Lord, the gracious, the merciful, has made a memorial of his wonders; he gives food to those who fear him.

atau (Why 3:20)

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jika ada yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya, Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Behold, I stand at the door and knock, says the Lord. If anyone hears my voice and opens the door to me, I will enter his house and dine with him, and he with me.