Kamis, 15 Juli 2021 Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Kamis, 15 Juli 2021
Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Orang harus mengarahkan pandangannya kepada Yesus, takhta belas kasih. (St. Bonaventura)

Antifon Pembuka (Dan 12:3)

Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Keluaran (3:13-20)    
 
"'Sang 'Aku' telah mengutus aku kepadamu."

Waktu Musa mendengar sabda Tuhan dari tengah semak duri bernyala, berkatalah ia kepada Allah, “Apabila aku menemui orang Israel, dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’ dan mereka berkata, ‘Siapakah nama-Nya?’ Apa yang harus kukatakan kepada mereka?” Sabda Tuhan kepada Musa, “Aku adalah ‘Sang Aku’. Lalu dilanjutkan, “Katakanlah begini kepada orang Israel, ‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu.” Sabda Allah pula kepada Musa, “Katakanlah ini kepada orang Israel, ‘Tuhan, Allah nenek nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu’, itulah nama-Ku untuk selamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel, dan katakanlah kepada mereka, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta bersabda, Aku sudah mengindahkan kalian, dan juga apa yang dilakukan di Mesir terhadapmu. Maka Aku telah bersabda, Aku akan menuntun kalian keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya’. Setelah mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau bersama para tua-tua Israel harus menghadap raja Mesir. Kalian harus berkata kepadanya, ‘Tuhan, Allah orang Ibrani, telah menemui kami. Oleh sebab itu izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah kami.’ Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kalian pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. Maka Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu raja Mesir akan membiarkan kalian pergi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1.5.8-9.24-25.26-27)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
3. Tuhan membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat daripada lawan-lawannya; Diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya.
4. Maka Tuhan mengutus Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; mereka mengerjakan tanda-tanda-Nya di tengah para lawan, dan mukjizat-mukjizat-Nya di tanah Ham.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.   
    
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:28-30)
      
"Aku ini lemah lembut dan rendah hati."

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan


Dalam pemahaman umum kita, nama seseorang digunakan untuk mengidentifikasi orang tersebut.

Namun pemahaman alkitabiah tentang sebuah nama adalah bahwa nama itu menunjuk pada orang itu sendiri. Nama bukan hanya sarana untuk identifikasi kognitif tetapi nama adalah orangnya.

Ketika Musa menanyakan nama Tuhan, dia diberi nama yang misterius dan penuh teka-teki ini - Aku adalah Aku.

"Aku adalah Aku" diwahyukan kepada Musa sebagai Allah Abraham, Ishak, Yakub.

Ya, ada begitu banyak yang kita ketahui tentang Tuhan dan masih banyak lagi yang menunggu untuk diungkapkan kepada kita.

Tuhan lebih dari sekedar nama; Dia adalah misteri yang terus mengungkapkan diri-Nya kepada kita.
 
Dan Tuhan berkata kepada kita: Aku bersamamu sekarang.

Dan Dia meminta kita untuk datang kepada-Nya, dengan kerja keras dan beban hati kita dan Dia akan memberi ketenangan.

Bukan hanya di masa lalu, bukan hanya untuk masa depan, tapi sekarang.

Tuhan Yesus pun berjanji bahwa siapa saja yang mau datang kepada-Nya akan mendapatkan “kelegaan”.  
     
Janji ini diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan mau setia memikul “kuk” yang dipasang. 
    
Apa artinya ini? Artinya bahwa “rasa damai” itu akan diperoleh, jika seseorang mau dengan setia memikul beban hidupnya. 
  
Itulah ganjaran bagi mereka yang setia. 
 
Yesus sendiri menunjukkan kesetiaan-Nya sampai rela wafat disalib. Hati-Nya yang suci memang tertusuk oleh pengkhianatan para murid dan penolakan bangsa Yahudi. 
   
Tapi, Dia tidak menyerah dan putus asa. Dia bangkit berdiri menempuh jalan sengsara-Nya hingga akhir. Ia kuat karena setia pada kehendak Bapa.
 
     
Antifon Komuni (Mzm 116:12-13)

Datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih dan berbeban berat, maka Aku akan menyegarkan kalian.
   
Doa Malam
  
Allah Bapa Mahasetia, Engkau memberikan janji kedamaian kepada siapa pun yang mengikuti Putra-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mengangkat beban kami dan dengan demikian dapat mempersiapkan kedamaian bagi sesama di sekitar kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 
 

 




RENUNGAN PAGI