Minggu, 04 Juli 2021 Hari Minggu Biasa XIV

Minggu, 04 Juli 2021
Hari Minggu Biasa XIV

  Kedatangan Putra Allah ke dunia adalah satu kejadian yang sekian dahsyat, sehingga Allah hendak mempersiapkannya selama berabad-abad. Semua ritus dan kurban, bentuk dan lambang “perjanjian pertama” (Ibr 9:15) diarahkan-Nya kepada Yesus; Ia memberitahukan kedatangan-Nya melalui mulut para nabi, yang susul-menyusul di Israel. Sementara itu Ia menggerakkan dalam hati kaum kafir satu pengertian yang samar-samar mengenai kedatangan ini. (Katekismus Gereja Katolik, 522)

Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 48:10-11)

Kami mengenangkan kasih setia-Mu, ya Allah, dalam rumah-Mu yang kudus. Seperti nama-Mu memenuhi seluruh bumi, demikian juga kemahsyuran-Mu, ya Allah; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

Your merciful love, O God, we have received in the midst of your temple. Your praise, O God, like your name, reaches the ends of the earth; your right hand is filled with saving justice.

Suscepimus, Deus, misericordiam tuam in medio templi tui: secundum nomen tuum Deus, ita et laus tua in fines terræ: iustitia plena est dextera tua.
Mzm. Magnus Dominus et laudabilis nimis: in civitate Dei nostri, in monte sancto eius.

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk memberi hidup baru bagi kami. Kami mohon, bangkitkanlah iman kami agar memiliki keberanian untuk berbagi hidup dan talenta kami kepada sanak saudara kami yang berkekurangan.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (2:2-5)
    
   
"Mereka adalah kaum pemberontak! Tetapi mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka."
      
Sekali peristiwa, kembalilah rohku ke dalam tubuhku, dan aku ditegakkannya. Maka aku mendengar Allah yang berbicara dengan aku. Beginilah firman-Nya, "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa yang memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga; mereka keras kepala dan tegar hati! Kepada keturunan inilah Aku mengutus engkau! Kepada mereka harus kaukatakan: Beginilah firman Tuhan Allah. Dan entah mereka mendengarkan entah tidak, sebab mereka adalah kaum pemberontak, mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, la = d, 4/4, PS 818
Ref. Tuhan, sudi dengarkan rintihan umat-Mu.
Ayat. (Mzm 123:1-2a.2bcd.3-4; Ul: 2cd)
1. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, Engkau yang bersemayam di surga, seperti mata para hamba laki-laki, memandang kepada tangan tuannya.
2. Seperti mata hamba perempuan, memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
3. Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; sudah cukup kenyang jiwa kami dengan olok-olok orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.
             
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:7-10)
    
"Aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku."
      
Saudara-saudara, agar aku jangan meninggikan diri karena penyataan luar biasa yang aku terima, aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk mengecoh aku, agar aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, agar kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 4:18)
Roh Tuhan ada pada-Ku Ia mengutus Aku menyampaikan Kabar Baik kepada orang miskin.

Inilah Injil Suci menurut Markus (6:1-6)
   
"Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri."
      
Sekali peristiwa, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mulai mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimana dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Maka Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Yesus merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe

Renungan
  
Dalam perikop Injil hari ini, kita mendengar tentang Yesus kembali ke kota asal-Nya bersama murid-murid-Nya.

Setelah pergi untuk sementara waktu, itu akan menjadi perasaan yang baik untuk kembali ke rumah lagi, untuk melihat ibu-Nya, untuk bertemu dengan teman-teman dan untuk kembali ke lingkungan yang akrab.

Hal-hal di kota asal mungkin tidak banyak berubah, tetapi ada sesuatu yang berubah. Yesus telah berubah.

Sejak saat Dia pergi dan sekarang setelah Dia kembali, Dia pasti telah berubah.

Karena dengan datangnya hari Sabat, Yesus mulai mengajar di rumah ibadat, dan itu mengejutkan orang-orang di kota asal-Nya.

Jelas itu adalah sesuatu yang tidak Dia lakukan sebelum Dia pergi.

Mereka heran akan hikmat dan mukjizat-Nya. Mereka menelusuri hubungan keluarga-Nya. Dan akhirnya mereka sampai pada suatu kesimpulan – mereka tidak mau menerima Dia.

Yesus telah berubah, tetapi bagi mereka Dia masih anak seorang tukang kayu.

Dan anak tukang kayu bukanlah guru dan mereka tidak bisa menjadi guru. Bagi orang-orang di kampung halaman-Nya, itu adalah pendapat sekaligus kesimpulan.

Dan baris terakhir dari bagian Injil memberitahu kita reaksi Yesus – Dia kagum dengan kurangnya iman mereka.

Kita akan mengira bahwa orang-orang di kampung halaman-Nya agak bias terhadap-Nya, pikiran mereka mungkin sekecil kota mereka, pikiran mereka tertutup meskipun mereka mengakui bahwa ada hikmat di dalam Yesus.

Tetapi Yesus heran dengan kurangnya iman mereka. Karena iman akan membantu kita melihat realitas, spiritual sekaligus rasional, dan iman juga akan membuka hati untuk menerima realitas tersebut.
  
Ketika Yesus mengajar di rumah ibadat, ajaran-ajaran-Nya akan sangat mengganggu para pendengar-Nya sehingga mereka tidak mau menerima-Nya.

Tetapi seperti yang dikatakan oleh bacaan pertama, apakah mereka mendengarkan atau tidak, mereka harus tahu bahwa ada nabi di antara mereka.

Seorang nabi seperti duri dalam daging dan suara kenabian tidak nyaman untuk didengarkan.

Karena itu membangkitkan dalam diri kita hukum Tuhan yang terukir di hati kita.
  
Hukum Tuhan adalah hukum kasih, dan itu adalah kasih yang memiliki prinsip-prinsip moral.

Semoga hukum kasih Tuhan diwartakan dan dipraktikkan pertama dan terutama di rumah dan di keluarga.

Kemudian keluarga akan benar-benar betah dan masyarakat pada gilirannya akan mempraktekkan apa yang benar dan adil..
. [RENUNGAN PAGI]

Antifon Komuni (Mzm 34:9)

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan. Berbahagialah orang yang berharap pada-Nya.

Taste and see that the Lord is good; blessed the man who seeks refuge in him.

Gustate et videte, quoniam suavis est Dominus: beatus vir, qui speret in eo.