Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 03 Mei 2026 Hari Minggu Paskah V

 

Minggu, 03 Mei 2026
Hari Minggu Paskah V
     
Kebangkitan Kristus berarti kehidupan bagi orang mati, pengampunan bagi orang berdosa dan kemuliaan bagi orang kudus. (St. Maximus dari Turin)
   

Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 98:1-2)
  
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; Ia telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa, alleluya.
 
O sing a new song to the Lord. for he has worked wonders; in the sight of the nations he has shown his deliverance, alleluia.
 
Cantate Domino canticum novum, alleluia: quia mirabilia fecit Dominus, alleluia: ante conspectum gentium revelavit iustitiam suam, alleluia, alleluia.
 

Pengantar

  
Minggu ini kita diingatkan agar jangan takut dan gelisah. Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut dan gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat mengakibatkan kita menjadi gelisah dan khawatir. “Mati aku“, adalah reaksi terburuk yang mungkin dapat terucap jika segala problema itu nampaknya tidak teratasi. Namun dalam kemungkinan terburuk sekalipun, bahkan pada saat menjelang ajal kita, Tuhan mengingatkan agar kita tak perlu kuatir. Sebab asalkan kita setia beriman kepada-Nya, maka Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga. Oleh karena itu, kematian bagi kita orang percaya sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena merupakan awal dari kehidupan yang baru, di mana kita beroleh pemenuhan akan pengharapan iman kita: bahwa Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita dan kita akan tinggal bersama-Nya.
 
Doa Pagi

     
Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan membarui kami dengan pembaptisan kudus. Sempurnakanlah selalu sakramen Paskah ini dalam diri kami supaya berkat perlindungan-Mu kami menghasilkan banyak buah dan Engkau perkenankan mencapai sukacita hidup abadi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   

Diocese of SiouxFall
Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:1-7) 
                 .
"Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus."
      
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu yang terkenal baik dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  


Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 833
Ref. Kita memuji Allah kar'na besar cinta-Nya.
Ayat. (Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Ul:lh. 22)
1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2:4-9)
   
"Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi."
   
Saudara-saudara terkasih, datanglah kepada Kristus, batu yang hidup, yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadanya tidak akan dipermalukan. Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. Mereka tersandung padanya karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan memang sudah ditentukan untuk itu. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do=g, 4/4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, allelluya
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
 
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:1-12)
  
"Akulah jalan, kebenaran dan hidup."
  
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; Jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)

U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)

  

Renungan  
 
Hal menakjubkan tentang kehidupan adalah bahwa apa yang tidak menghentikan kita akan membuat kita lebih kuat. Kemampuan manusia untuk terus maju meskipun menghadapi tragedi dan bencana sebenarnya cukup mencengangkan. Jika kita melihat sejarah baru-baru ini, umat manusia telah selamat dari dua perang besar di seluruh dunia. Dan pandemi global baru-baru ini akhirnya diterima sebagai penyakit endemik. Meskipun apa yang tidak menghentikan kita akan membuat kita lebih kuat, kita juga tahu bahwa keuntungan datang dengan penderitaan. Masalah besar di seluruh dunia telah menyebabkan keputusasaan dan kesedihan. Demikian pula, masalah pribadi di tingkat individu juga akan menyebabkan keputusasaan dan kesedihan. Tetapi kita ingin terus maju dan kita tahu bahwa kita harus terus maju. Tetapi ke mana kita akan terus maju? Apakah kita terus maju menuju lebih banyak masalah dan lebih banyak keputusasaan dan kesedihan? Jika apa yang tidak menghentikan kita akan membuat kita lebih kuat, maka kita juga harus berhenti dan merenung. Kita merenungkan apa yang telah terjadi, dan kita bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi.

Dalam perenungan dan pemikiran, kita mungkin menyadari bahwa jika kita tidak mampu mengatasi masalah-masalah kecil dalam hidup, maka kita akan benar-benar putus asa menghadapi masalah-masalah yang lebih besar. Dalam bacaan pertama, kita mendengar tentang Gereja mula-mula yang menghadapi masalah yang relatif kecil, yaitu tentang pembagian makanan kepada kaum miskin di mana beberapa janda terabaikan. Mungkin tampak seperti masalah kecil dibandingkan dengan penganiayaan, tetapi para rasul harus memperhatikannya. Ini bukan hanya masalah administratif, karena juga memiliki implikasi spiritual. Para rasul menyadari prioritas mereka, dan setelah berdoa, mereka menunjuk tujuh orang untuk melakukan pekerjaan administratif tersebut. Mungkin tampak seperti masalah administratif kecil, tetapi jika para rasul tidak memprioritaskan tugas spiritual mereka, maka akan ada masalah besar.

Dalam Injil, Yesus mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan hati kita gelisah. Ia mengatakan kepada kita untuk percaya kepada Allah, dan untuk percaya kepada-Nya. Ia mengatakan kepada kita bahwa Ia telah menyiapkan tempat bagi kita dan bahwa Ia akan membawa kita ke sana. Ketika kita memikirkan apa yang mengganggu kita, itu bermuara pada keamanan kita. Kita cemas dan khawatir tentang kebutuhan dasar hidup kita, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Kita cemas dan khawatir tentang keamanan finansial kita, keamanan pekerjaan kita, hubungan dan keluarga kita, kesehatan kita, dan lain sebagainya. Sejauh ini, kita telah bertahan dan terus maju. Meskipun kesulitan hidup belum menghentikan kita, namun kita harus merenungkannya. Terlepas dari kesulitan hidup, apa yang kita harapkan? Ya, kita berharap untuk kehidupan yang lebih baik. Tetapi lebih dari itu, kita berharap untuk kehidupan kekal. Itu adalah kehidupan kekal bersama Yesus, di mana Dia akan menghapus air mata dari mata kita, dan kesulitan hati kita. Jadi, kita terus melangkah menuju masa depan, dengan harapan kita pada masa depan yang kekal. Kita terus melangkah bersama Yesus, yang adalah Jalan kita, Kebenaran kita, dan Hidup kita. Kita terus melangkah menuju tempat tinggal kekal yang telah Yesus janjikan kepada kita..
(RENUNGAN PAGI)   
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Di atas segalanya, haruslah diimani dengan teguh bahwa “Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui baptis bagaikan pintunya’. (Deklarasi Dominus Iesus, No. 20)
 
    
Antifon Komuni (Yoh 15:1.5)

Akulah pokok anggur yang benar dan kamulah ranting-rantingnya, Sabda Tuhan; siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, alleluya.

atau

Ego sum vitis vera et vos palmites, qui manet in me, et ego in eo, hic fert fructum multum, alleluia, alleluia. (Yoh 15:5)

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy