| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 31 Mei 2026 Hari Raya Tritunggal Mahakudus

 

Minggu, 31 Mei 2026
Hari Raya Tritunggal Mahakudus
  
Tiada sesuatu yang serupa dengan Tritunggal; kodrat-Nya satu, tak terceraikan; satu pun daya kegiatan-Nya. (St. Atanasius)
  

Antifon Pembuka
    
Terpujilah Allah Bapa, Putra Allah yang tunggal, serta Roh Kudus: karena besarlah kasih-Nya bagi kita.
 
Blest be God the Father; and the Only Begotten Son of God, and also the Holy Spirit, for he has shown us his merciful love.

Benedicta sit Sancta Trinitas, atque indivisa Unitas: confitebimur ei, quia fecit nobiscum misericordiam suam.
 

Doa Pagi

 
Allah Bapa, dengan mengutus Sabda Kebenaran dan Roh Pengudus ke dalam dunia, Engkau telah mengungkapkan kepada manusia misteri-Mu yang mengagumkan. Semoga dengan iman yang benar kami mengakui kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah keesaan-Nya dalam keagungan kuasa-Nya.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      

Bacaan dari Kitab Keluaran (34:4b-6.8-9)     
      
"Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati."
      
Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah, serta berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 

Kidung Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Kepada-Mu lah pujian selama segala abad.
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (KIDUNG Dan 3:52-56)
1. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mu lah pujian selama segala abad.
2. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
3. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (13:11-13)
       
"Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus."
         
Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  
 
    

Bait Pengantar Injil, do = bes, gregorian, PS 964
Ref. Alleluya
Ayat. (lih. Why 1:8)
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Allah yang kini ada, yang dulu ada, dan yang akan tetap ada.

  
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (3:16-18)
    
"Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia."
      
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak tunggal Allah.” 
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 

  
Renungan 
  
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Kita tahu bahwa Allah adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tetapi kita mungkin tidak benar-benar memahami mengapa Allah adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Bahkan, akan lebih mudah untuk memahami dan mempercayai bahwa Allah hanya Esa. Tentu saja, ada banyak cara untuk menjelaskan bahwa Allah adalah Tritunggal – Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tetapi misteri Tritunggal Mahakudus tidak dapat dipahami hanya secara logis atau rasional. Yang perlu kita percayai adalah bahwa Allah mengasihi kita, Dia ingin menyelamatkan kita dan membawa kita kembali ke surga.

Jadi, Allah Bapa mengasihi kita, Dia mengutus Putra-Nya yang terkasih untuk menyelamatkan kita, dan Yesus mengutus Roh Kudus untuk mempersatukan kita dalam iman, harapan, dan kasih. Jadi, meskipun Kitab Suci tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa Allah adalah Tritunggal, namun dalam Kitab Suci yang sama, Allah juga mengungkapkan hubungan yang intim antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Kunci untuk memahami misteri Tritunggal Mahakudus terletak pada hubungan yang intim antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Percaya kepada Allah Tritunggal Mahakudus berarti percaya bahwa Allah ingin memiliki hubungan kasih yang intim dengan kita dan sama seperti Bapa, Putra, dan Roh Kudus terhubung erat satu sama lain dalam kasih, kita pun dipanggil untuk mengasihi seperti Allah, dan untuk bersatu satu sama lain dalam kasih. 
   
Menjadi seperti Allah sama seperti yang tertulis dalam bacaan pertama: menjadi lembut dan penuh belas kasihan, lambat marah, kaya akan kebaikan dan kesetiaan. Menjadi seperti Allah juga berarti menjadi seperti Musa, yang memohon kepada Tuhan Allah untuk mengampuni kesalahan dan dosa umat-Nya. 
 
Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mendesak kita untuk bersatu dalam kasih dan hidup damai satu sama lain agar Allah yang penuh kasih dan damai sejahtera menyertai kita. Jadi, ketika kita bersatu dalam kasih dan damai sejahtera, kita juga mencerminkan hubungan intim kasih dan damai sejahtera antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Menolak untuk percaya kepada Allah berarti menolak untuk menerima kasih dari orang lain dan juga menolak untuk mengasihi orang lain. Tetapi, ketika kita, yang percaya kepada Allah, berusaha untuk hidup dalam kasih dan damai satu sama lain, kita sudah menyatakan kepercayaan kita kepada Allah yang adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Melalui persatuan kita dalam kasih dan damai sejahtera, kita akan bersaksi kepada orang lain bahwa Allah juga mengasihi mereka, dan ingin memberi mereka kedamaian dan sukacita keselamatan.

 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
    
Antifon Komuni (Gal 4:6)

Karena kamu adalan anak, Allah telah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, "Ya Abba, ya Bapa!"

Since you are children of God, God has sent into your hearts the Spirit of his Son, the Spirit who cries out: Abba, Father.

Data est mihi omnis potestas in cælo et in terra, alleluia: euntes, docete omnes gentes, baptizantes eos in nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti, alleluia, alleluia.

atau Laudate Dominum de cælis.   
   
   
Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: "Tritunggal yang sehakikat" (Konsili Konstantinopel II 553: DS 421). Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: "Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat" (Sinode Toledo XI 675: DS 530). "Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi" (K. Lateran IV 1215: DS 804). -- Katekismus Gereja Katolik, 253

   
    
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy