Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 10 Mei 2026 Hari Minggu Paskah VI

 
Minggu, 10 Mei 2026
Hari Minggu Paskah VI
 
“Kerendahan hati, ketaatan, kelemahlembutan, dan kasih adalah kebajikan yang bersinar melalui salib dan Sakramen Mahakudus dari Altar. Oh Yesusku, bantulah aku untuk mengikuti teladan-Mu!” — St. Antonius Maria Claret
 

Antifon Pembuka (Bdk. Yes 48:20)
 
Beritakanlah kabar sukacita supaya didengar, siarkanlah sampai ke ujung bumi: Tuhan telah menebus umat-Nya, alleluya.

Proclaim a joyful sound and let it be heard; proclaim to the ends of the earth: The Lord has freed his people, alleluia.

Vocem iucunditatis annuntiate, et audiatur, alleluia: nuntiate usque ad extremum terræ: liberavit Dominus populum suum, alleluia, alleluia.
 

Doa Pagi

 
Allah Yang Mahakuasa, bantulah kami agar dengan semangat yang tinggi kami merayakan hari-hari sukacita ini untuk menghormati Tuhan yang bangkit. Semoga apa yang kami kenang dalam perayaan ini senantiasa kami amalkan dalam karya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
Penyaliban dan Kebangkitan di Kaca Patri
Di belakang altar di Gereja Legazpi, Bicol, Filipina terdapat rangkaian mural kaca patri dan patung Yesus Kristus. (Foto: Wayne S. Grazio/flickr  (CC BY-NC-ND 2.0)
  



Bacaan dari Kisah Para Rasul (8:5-8.14-17)      
   
"Kedua rasul itu menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus." 
       
Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem, Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua menerima apa yang diberitakannya itu dengan bulat hati. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana. Setibanya di sana kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas orang-orang yang percaya itu, dan mereka menerima Roh Kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.   
 
      
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi.
atau Pujilah Allah alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20)
1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi;
   mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya,
   muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
   Katakanlah kepada Allah,
   "Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.

2. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu,
   seluruh bumi memazmurkan nama-Mu."
   Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah;
   Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia!

3. Ia mengubah laut menjadi tanah kering,
   dan orang berjalan kaki menyeberang sungai.
   Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
   yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.

4. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah.
   aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku.
   Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku,
   dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 3:15-18)
   
"Yesus telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh."
      
Saudara-saudara terkasih, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu. Tetapi semua itu haruslah kamu lakukan dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya, karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, mereka yang memfitnah kamu menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. Sebab Kristus pun telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Yoh 14:23)
Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menurut firman-Ku;
Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Inilah Injil Suci menurut Yohanes (Yoh 14:15-21)
  
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain."
      
Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi, dan dunia tidak akan melihat Aku lagi. Tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku ada di dalam Bapa-Ku, bahwa kamu ada di dalam Aku, dan Aku ada di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

   
Renungan

      
Kita tahu bahwa datang untuk Misa pada hari Minggu adalah suatu kewajiban. Sebagian dari kita bahkan datang untuk Misa pada hari kerja, meskipun itu bukan suatu kewajiban. Kewajiban berarti suatu keharusan, tugas, atau komitmen. Jadi, kewajiban bukanlah pilihan. Tetapi, mengapa kita harus datang setiap hari Minggu untuk Misa? Mengapa tidak bisa dua mingguan, bulanan, triwulanan, atau apa pun? Alasan utamanya dapat ditemukan dalam Kitab Suci, bahwa hari Minggu adalah Hari Tuhan, di mana kita merayakan Hari Kebangkitan Kristus. Jadi, hari Minggu adalah hari istirahat, di mana Allah memanggil kita untuk datang kepada-Nya dan untuk merayakan. Kita datang untuk Misa Minggu untuk mempersembahkan ibadah dan untuk mengucap syukur atas berkat hidup dan kasih Allah.

Kita datang untuk Misa Minggu untuk merayakan hubungan - hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita dengan sesama. Dan kita datang untuk Misa Minggu untuk mempersembahkan doa permohonan saat kita berdoa untuk diri kita sendiri, untuk Gereja, dan untuk dunia. Jadi, kewajiban Misa Minggu memiliki nuansa perintah ilahi. Tetapi seperti semua hukum dan perintah Ilahi, kita tahu bahwa itu untuk kebaikan kita, itu untuk manfaat kita.

Dalam Injil, Yesus berkata kepada kita: "Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku." Kita tahu apa dasar dari Perintah Yesus - itu didasarkan pada kasih. Itu adalah perintah kasih. Yesus mengasihi kita dan Dia memanggil kita untuk mengasihi Dia dan mengasihi sesama. Jadi, kasih adalah perintah, kasih adalah komitmen, dan kasih juga merupakan wahyu. Ketika kita menaati Perintah kasih, Yesus menjanjikan kita karunia kasih ilahi. Yesus berjanji untuk memberi kita Roh Kudus untuk menyertai kita selamanya. Roh Kudus, yang adalah Roh Kebenaran, akan datang kepada mereka yang hidup menurut Perintah kasih. Roh Kudus akan mengungkapkan kepada kita realitas kebenaran kasih dalam hidup kita. Ketika kita memilih jalan kasih, kebenarannya adalah kita memilih jalan Allah. Dan jalan Allah melampaui jalan manusia, dan melampaui pemikiran manusia. Dalam memilih jalan kasih, kita memilih untuk memberi kehidupan. Jadi, kita akan memilih untuk mengasihi, mengampuni, berbelas kasih, baik hati, lemah lembut, dan rendah hati. Kita akan mengutamakan Allah dalam hidup kita, dan itu berarti kita akan berdoa dan mempercayakan rencana dan pilihan kita kepada Allah, dan membiarkan Allah mengarahkan hidup kita. Dan ketika kita menghadapi kesulitan, keputusasaan, dan kesusahan, kita tahu bahwa Roh Kudus, Pembela kita, akan membantu kita dan melindungi kita dari bahaya dan dari kehilangan iman. Semua itu adalah kebenaran hidup, dan kebenaran itu diungkapkan kepada mereka yang mengikuti perintah Allah tentang kasih.

Jadi, datang untuk misa Minggu bukan hanya kewajiban. Itu adalah perayaan kasih, itu adalah pengungkapan kebenaran. Dengan karunia Roh Kudus, kita akan mengenal kebenaran kasih, kita akan tahu bagaimana menjalani hidup kita. Dan kita juga akan membantu orang lain untuk menjalani hidup mereka dalam kebenaran dan dengan kasih.
. 
(RENUNGAN PAGI) 
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
   
          
Antifon Komuni (Yoh 14:15-16)

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, sabda Tuhan. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Alleluya.

If you love me, keep my commandments, says the Lord, and I will ask the Father and he will send you another Paraclete, to abide with you for ever, alleluia.

Ego vos elegi de mundo, ut eatis, et fructum afferatis: et fructus vester maneat, alleluia.

 

 


terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy