![]() |
Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0) |
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Allahku, pada-Mulah aku percaya
Ayat. (Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."
2. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya.
3. Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya, dengan umur panjang akan Kukenyangkan dia; kepadanya akan Kuperlihatkan keselamatan yang datang dari pada-Ku."
Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Why 1:5ab)
Renungan
Yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup adalah kebahagiaan dan kepuasan. Namun kenyataannya, kebahagiaan tampaknya hanya sesaat dan cepat berlalu. Dan kita pun tampaknya tidak merasa puas dan tenteram dalam hidup.
Perumpamaan Injil menunjukkan masalah manusia yang kita hadapi. Para penyewa seharusnya bahagia dengan apa yang mereka lakukan, dan pemilik kebun anggur pun memperlakukan mereka dengan adil. Namun di tengah jalan, keserakahan menyelinap masuk dan para penyewa ingin menjadi pemiliknya. Dan mereka bahkan sampai menggunakan kekerasan dan pembunuhan untuk mendapatkan apa yang bahkan bukan milik mereka. Dan bahkan jika para penyewa mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka tetap tidak akan bahagia atau puas. Seperti yang kita ketahui, keserakahan dan keuntungan haram tidak pernah akan membawa konsekuensi yang baik.
Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa Allah, dalam kuasa ilahi-Nya, telah memberi kita semua hal yang kita butuhkan untuk hidup dan untuk pengabdian sejati. Pengabdian sejati adalah mengenal Allah, yang telah memanggil kita dengan kemuliaan dan kebaikan-Nya sendiri. Mengenal Tuhan berarti mengetahui bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat. Kasih itu akan menghilangkan keserakahan dan keegoisan. Kasih itu akan menganugerahkan kita kebahagiaan dan kepuasan sejati.








