Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Jumat, 17 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 
Jumat, 17 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV

"Pelayan altar mengambil tempat yang istimewa dalam perayaan liturgi. Dia yang melayani di Misa, menghadirkan dirinya ke sebuah komunitas. Dia mengalami secara langsung bahwa Yesus Kristus hadir dan aktif dalam setiap tindakan liturgis. Yesus hadir ketika komunitas berkumpul untuk berdoa dan memberikan pujian kepada Tuhan Yesus yang hadir di dalam Firman Kitab Suci. Yesus hadir di atas segalanya dalam Ekaristi di bawah tanda-tanda roti dan anggur, Dia bertindak melalui imam yang dalam pribadi Kristus, merayakan Misa Kudus dan mengatur sakramen-sakramen. Oleh karenanya, dalam liturgi, kamu lebih dari sekadar "pembantu pastor paroki". Di atas segalanya, kamu adalah pelayan Yesus Kristus, Imam Besar yang kekal. " – Santo Yohanes Paulus II.


Antifon Pembuka (Hosea 6:6)

Aku menyukai kasih setia dan bukan kurban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban sembelihan.

Doa Pagi


Allah Bapa Yang Maharahim, kami mohon kebebasan para putra dan putri-Mu. Semoga Roh-mu berkenan menjiwai hati kami, agar kami mampu menyerupai Yesus, yang menjadi jalan dan kebenaran kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
          
Bacaan dari Kitab Yesaya (38:1-6.21-22; 7-8)
   
  
"Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu."
   
Pada waktu itu Hizkia , raja Yehuda, jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah Nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah sabda Tuhan, "Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan. Ia berkata, "Ya Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di hadapan-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia, 'Beginilah sabda Tuhan, Allah Daud, leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sungguh, Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan dikau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan melindungi kota ini." Kemudian berkatalah Yesaya, "Hendaknya diambil sebuah kue dari buah ara dan ditaruh di atas barah itu, maka raja akan sembuh." Sebelum itu Hizkia telah berkata, "Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah Tuhan?" Jawab Yesaya, "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari Tuhan, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya, 'Sungguh, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak dari yang telah dijalaninya'." Maka pada penunjuk matahari itu mundurlah matahari sepuluh tapak ke belakang dari jarak yang telah dijalaninya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kamis, 16 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

  
Kamis, 16 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
  
“Mereka yang berdoa tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika mereka menemukan diri mereka dalam keadaan yang sulit dan tak berpengharapan secara manusiawi.” (Paus Benediktus XVI)
  

Antifon Pembuka (Yes 26:7.9)

Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. Dengan segenap hati aku merindukan Dikau waktu malam, dengan sepenuh hati pula aku mencari Engkau waktu pagi.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa, ketika manusia menderita, Engkaulah yang menyampaikan sabda pembebasan serta pengharapan melalui Yesus Putra-Mu. Semoga kami dapat mengalami dan menikmati pemeliharaan-Mu yang besar dalam segala usaha kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin
        


Bacaan dari Kitab Yesaya (26:7-9.12.16-19)
  
"Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah."
  
Pada suatu waktu kidung berikut akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. Kami juga menanti-nantikan saat Engkau menjalankan penghakiman. Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Dikau pada waktu malam, dan dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi. Sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau. Ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa. Seperti wanita yang mengandung dan sudah dekat waktunya melahirkan, menggeliat sakit dan mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya Tuhan. Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan hanya melahirkan angin. Kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia. Ya Tuhan, orang-orang-Mu yang telah mati akan hidup kembali, mayat-mayat mereka akan bangkit lagi. Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkit dan bersorak sorailah! Sebab embun Tuhan ialah embun terang dan bumi akan melahirkan arwah kembali.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 15 Juli 2026 St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

 
Public Domain

 
Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kita memperingati St. Bonaventura, Uskup, seorang uskup Fransiskan, teolog, dan Kardinal Gereja Katolik Roma yang terkenal, yang kemudian dinyatakan sebagai salah satu Doktor Gereja karena kontribusinya yang besar terhadap iman Kristen dan Gereja, serta komitmennya terhadap reformasi Gereja.

St Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan dan berinteraksi dengan pendirinya, santo terkenal lainnya, Santo Fransiskus dari Assisi. Ia menulis secara ekstensif tentang masalah teologis, sedemikian rupa sehingga ia dikenal sebagai 'Doktor Serafik' oleh para sezamannya dan teolog Gereja di kemudian hari. Ia juga terpilih sebagai pemimpin Ordo Fransiskan sebagai Menteri Jenderal, dan berperan penting dalam membimbing ordo tersebut melalui karya dan prinsip-prinsipnya, dan pada saat yang sama juga terlibat dalam reformasi Gereja secara keseluruhan yang lebih besar dan luas. Ia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus atas upaya dan karyanya yang berpengaruh dalam mengamankan pemilihannya, dan dalam banyak kontribusi lainnya bagi kebaikan Gereja dan umat beriman Allah. Teladan besar Santo Bonaventura masih menginspirasi banyak orang hingga hari ini.

Rabu, 15 Juli 2026 Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Rabu, 15 Juli 2026
Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Kepada Kristus yang tergantung di salib, kita harus memandang dengan iman, harapan, kasih dan kagum. (St. Bonaventura)     
   
Antifon Pembuka (Dan 12:3)

Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.


Doa Pagi


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
    
Credit: Sidney de Almeida/istock.com    
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (10:5-7.13-16) 
  
"Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?"
      
Beginilah Tuhan bersabda, "Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa." Sebab Asyur berkata, "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku aku telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." Maka beginilah firman Tuhan, "Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 14 Juli 2026 St. Kamillus de Lellis

 

 
 
  Hari ini, Gereja memperingati St. Kamillus de Lellis, pendiri ordo religius Kamilus,  seorang imam dikenang karena kepedulian dan belas kasihnya yang besar terhadap orang sakit dan yang sekarat, dan terhadap semua yang terluka dan dirawat di rumah sakit, berdasarkan pengalamannya sendiri sebelumnya, ketika ia berperang di militer sebelum bergabung dengan imamat, di mana cedera kaki dan juga pengalaman buruk, sikap dan masalah, yang termasuk sifat agresifnya dan perjudian yang berlebihan, akhirnya membawanya untuk mencari Tuhan melalui bantuan seorang biarawan Kapusin yang dengan sabar membantu Santo Kamillus de Lellis untuk menemukan jalannya kepada Tuhan. Melalui pertobatan itu, orang berdosa ini beralih ke kehidupan baru sebagai seorang imam dan hamba Tuhan akhirnya merasakan panggilan untuk melayani Tuhan dan umat-Nya dengan cara yang lebih besar.

Ia mendirikan Ordo Klerus Reguler, Pelayan Orang Sakit, yang sekarang dikenal sebagai Ordo Camillian sesuai nama pendirinya, yang anggotanya mengabdikan diri untuk merawat orang sakit dan terluka, membantu dalam perang dan konflik, dan merawat semua orang yang tidak mampu merawat diri sendiri. Santo Kamillus de Lellis sendiri menderita penyakit dan kesulitan sepanjang hidup dan pelayanannya, tetapi ia tidak membiarkan semua hal itu menghalangi atau melemahkan semangatnya untuk terus menjalankan pekerjaannya, memperhatikan orang sakit dan menderita, dan semua orang yang kurang beruntung, tindakan yang menginspirasi banyak orang lain untuk bergabung dan membantu dalam perjuangannya, melalui upaya dan pekerjaannya yang sabar.

Selasa, 14 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 
Selasa, 14 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
 
Kebaikan Allah selalu mengatur segalanya sedemikian rupa, sehingga harapan saya semakin kuat, bila penderitaan saya bertambah. (St. Maria Magdalena Postel)

 

Antifon Pembuka (Mzm 48:2-3a)
 
Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.
 
Doa Pagi

    
Allah Bapa Mahakuasa, ajarilah kami mengenal tanda-tanda bahwa Engkau menyampaikan sabda-Mu kepada kami. Semoga hati kami selalu terbuka untuk menerima Roh Kudus, yang menjadi napas kehidupan kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (7:1-9) 
    
"Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya."
      
Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu. Namun mereka tidak dapat mengalahkannya. Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud, “Aram telah berkemah di wilayah Efraim.” Maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin. Bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, “Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, dan katakanlah kepadanya, “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang; janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dari Aram dan anak Remalya. Sebab Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya. Lalu kita mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya. Beginilah sabda Tuhan Allah, ‘Hal itu tidak akan sampai terjadi, sebab ibu kota Aram ialah Damsyik, dan kepala Damsyik ialah Rezin. Ibu Kota Efraim ialah Samaria, dan kepala Samaria ialah anak Remalya. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. Jika kalian tidak percaya, niscaya kalian tidak teguh jaya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 13 Juli 2026 St. Henrikus

 

Metmuseum.org CC

 

 Hari ini, Gereja memperingati St. Henrikus, juga dikenal sebagai Henry II, Kaisar Romawi Suci, penguasa sekuler terpenting Kekristenan selama Abad Pertengahan, yang hidup dan memerintah tepat satu milenium yang lalu sejak hari ini. St Henrikus terkenal karena kesalehan dan dedikasinya yang besar kepada Tuhan, karena cintanya pada hukum dan ajaran Tuhan dan karena kepatuhannya pada Gereja. St Henrikus menghabiskan banyak usaha dan waktu dalam mengurus kebutuhan rakyatnya, dan semua orang yang telah ditempatkan di bawah kekuasaannya, dan pada saat yang sama, dia juga selalu aktif dalam mempromosikan tujuan Gereja dan itu iman Kristiani, dengan mendirikan lembaga-lembaga Gereja dan dengan memberikan dukungan penuhnya pada misi Gereja dan karya evangelisasi, yang melihat sukses besar dalam pertumbuhan Gereja yang berkelanjutan dan semakin banyak orang kafir yang bertobat ke iman yang benar di Tuhan.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy