Rabu, 15 Juli 2026
Antifon Pembuka (Dan 12:3)
Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Beginilah Tuhan bersabda, "Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa." Sebab Asyur berkata, "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku aku telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." Maka beginilah firman Tuhan, "Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan tidak akan membuang umat-Nya.
Ayat. (Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15)
1. Umat-Mu, ya Tuhan, mereka remukkan, dan milik pusaka-Mu mereka tindas; janda dan orang-orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh.
2. Mereka berkata, "Tuhan tidak melihatnya, Allah Yakub tidak mengindahkannya." Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
3. Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar! Dia yang membentuk mata, masakan tidak melihat! Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum! Dialah yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia!
4. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:25-27)
Sekali peristiwa, berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Antifon Komuni (1Kor 1:23-24)
Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
Kepada Kristus yang tergantung di salib, kita harus memandang dengan iman, harapan, kasih dan kagum. (St. Bonaventura)
Antifon Pembuka (Dan 12:3)
Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Bacaan dari Kitab Yesaya (10:5-7.13-16)
"Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?"
Beginilah Tuhan bersabda, "Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa." Sebab Asyur berkata, "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku aku telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." Maka beginilah firman Tuhan, "Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan tidak akan membuang umat-Nya.
Ayat. (Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15)
1. Umat-Mu, ya Tuhan, mereka remukkan, dan milik pusaka-Mu mereka tindas; janda dan orang-orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh.
2. Mereka berkata, "Tuhan tidak melihatnya, Allah Yakub tidak mengindahkannya." Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
3. Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar! Dia yang membentuk mata, masakan tidak melihat! Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum! Dialah yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia!
4. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:25-27)
"Yang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil."
Sekali peristiwa, berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Ada dua hal yang ingin saya soroti dan perhatikan, yaitu bahwa seorang anak tahu. Ada sesuatu tentang seorang anak yang tahu. Tentu saja, Yesus tahu banyak hal, segalanya. Jadi ketika kita mengambil konsep seperti anak kecil ini, kita terus-menerus mendengar bahwa kita harus merendahkan diri, menjadi seperti anak kecil, ketergantungan seperti anak kecil pada apa? Ayah, orang tua. Jadi anak itu langsung tahu batasan mereka, atau mungkin mereka sedikit petualang, jadi mereka mencoba melakukan lebih dari yang mampu mereka lakukan di usia yang begitu muda. Tetapi ada satu hal yang cukup konsisten, dan kemungkinan besar selalu mereka memiliki rasa aman karena bergantung pada ibu. Ada ikatan yang kuat di sana yang sepenuhnya bergantung pada mereka. Maksud saya, tidak ada ikatan lain seperti ibu dan anaknya. Kemudian ayah, tentu saja, ada di sana. Jadi itu adalah rasa aman dari orang tua yang konsisten pada anak. Jadi, anak itu tahu dan tumbuh dalam rasa aman itu, mengetahui bahwa ada stabilitas di sini, bahwa jika saya terluka, jika saya jatuh, atau jika saya lapar, semuanya, mereka tahu ke mana harus pergi. Jadi, ada kesadaran yang konstan tentang siapa anak itu.
Tuhan terus-menerus mengingatkan kita akan ketergantungan kita pada Allah Bapa untuk segala sesuatu. Jadi, Yesus, tidak hanya menebus kita, tetapi Dia juga memperluas status sebagai anak Allah. Dia tahu bahwa Dia adalah Anak Allah. Yesus tahu siapa Dia. Yesus adalah Allah yang sejati, manusia yang sejati. Ada tempat tinggal Tritunggal yang kita alami bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengundang kita ke dalam status sebagai anak Allah, ke dalam hati kita sendiri, ke dalam hidup kita sendiri, bahwa Dia menarik kita ke dalam apa yang sekarang kita kenal sebagai doa, komunikasi penting tentang kasih Allah yang tidak hanya mengingatkan kita pada diri kita sendiri tentang siapa kita, tetapi kemudian mengkomunikasikannya dengan Allah, bahwa Dia mengundang kita dalam doa penting ini, komunikasi dialog kasih yang Tuhan Yesus undang kita ke dalamnya, di samping faktor penebusan-Nya atas seluruh keselamatan seluruh umat manusia dan bagaimana Dia memanggil manusia kepada diri-Nya sendiri sehingga mereka dapat menemukan Allah dan menemukan siapa Dia.
Dalam Injil ini, ini adalah Trinitarian yang sangat baik, pribadi-pribadi ilahi... Ini memberi kita dialog Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang terjadi dan bagaimana Tuhan memanggil kita untuk memiliki ketergantungan seperti anak kecil karena Dia menunjukkan kepada kita dan Dia mengajari kita bahwa ada undangan untuk tinggal dalam kasih agung yang Dia undang kita ke dalamnya. Bagaimana ini terjadi? Ini terjadi dalam Ekaristi. Kita mengalami Tuhan Yesus dalam Ekaristi. Sekali lagi, Ia mengundang kita untuk bergantung kepada-Nya seperti anak kecil, di mana kita tahu siapa diri kita. Kita harus tahu siapa diri kita agar kita dapat mulai membuka hati dan hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan benar-benar tertarik pada undangan eksklusif itu, dan Tuhan Allah mengingatkan putra dan putri terkasih-Nya tentang siapa mereka, siapa diri Anda, peserta Ekaristi ini. Jadi, inilah undangan itu lagi di mana Ia mengundang kita untuk menjadi seperti apa Ia selalu dan akan selalu menjadi, yaitu peserta, menjadi peserta dalam komunitas pribadi ilahi, Tritunggal Mahakudus. Jadi, itulah undangan dan panggilan besar kita untuk bersama Tuhan dalam doa ini, doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita, doa yang ditawarkan Tuhan Yesus kepada kita, dan doa yang diajarkan Tuhan kepada kita untuk menjadi ketergantungan seperti anak kecil.
Orang Kudus hari ini: 15 Juli 2026 St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (1Kor 1:23-24)
Kami memaklumkan Kristus yang tersalib, Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.
Doa Malam
Ya Allah, buatlah kami semakin mencintai Engkau melalui Yesus Putra-Mu. Sebab, melalui Diak ami akan sampai kepada-Mu. Demikian juga mereka yang berkenan kepada-Mu telah Kausatukan dengan kami untuk bersama-sama menapaki peziarahan hidup ini dengan saling membantu dan saling meneguhkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Allah, buatlah kami semakin mencintai Engkau melalui Yesus Putra-Mu. Sebab, melalui Diak ami akan sampai kepada-Mu. Demikian juga mereka yang berkenan kepada-Mu telah Kausatukan dengan kami untuk bersama-sama menapaki peziarahan hidup ini dengan saling membantu dan saling meneguhkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
DC/RENUNGAN PAGI



