| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Jumat, 10 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 
Jumat, 10 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XIV
   
Hidup manusia itu dipuji sejauh ia mohon pengampunan. (St. Agustinus)  

     
Antifon Pembuka (Mzm 51:12)
 
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku. 
   
Doa Pagi


Allah Bapa Maha Pengasih, Engkau menyerahkan diri-Mu kepada manusia dan menyatakan cinta kasih-Mu dalam diri manusia seperti kami, yaitu Yesus, Putra Manusia. Semoga hidup kami memancarkan syukur kami kepada-Nya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Credit: sedmak/istock.com
     
Bacaan dari Kitab Hosea (14:2-10)
   
"Kepada buatan tangan kami, kami takkan berkata lagi, 'Ya Allah kami!'"

"Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim." Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ." 
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 51:3-4.8-9.12-13.17)

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Tetapi Engkau berkenan akan ketulusan hati, dan dalam relung-relung hati Kauajarkan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dengan hisop maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih daripada salju!
3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam hatiku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku!
4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 16:13)
Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.     
  
Inilah Injil Suci menurut Matius (10:16-23)


"Barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat."

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, "Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya. Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kalain, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat. Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota, larilah ke kota yang lain. Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
 
Dalam bacaan pertama kita merenungkan dari Nubuat, Sabda Tuhan menyerukan kepada seluruh bangsa Israel untuk kembali kepada-Nya, menyerukan kepada mereka untuk sekali l menerima dari-Nya jaminan berkat dan anugerah yang telah hilang karena ketidaktaatan dan dosa-dosa mereka. Pada masa itu, Nabi Hosea melayani suatu bangsa dan kerajaan yang penuh dengan perbuatan dosa, ketidaktaatan, dan sikap jahat dalam kehidupan mereka, mengabaikan Hukum dan perintah-perintah, menganiaya para nabi dan utusan yang diutus untuk mengingatkan mereka akan kesalahan dan kekeliruan mereka, serta kekeraskepalaan dan penolakan mereka untuk mendengarkan Tuhan dan firman-Nya.
  
Nabi Hosea menyampaikan kepada umat peringatan Tuhan tentang apa yang akan segera mereka alami dan derita sebagai akibat dari ketidaktaatan dan kejahatan mereka yang berulang-ulang, semua yang telah mereka lakukan untuk membuat Tuhan murka dan menolak upaya sabar dan terus-menerus-Nya untuk mencari perdamaian antara mereka dan Dia. Mereka akan dikalahkan dan dipermalukan, dihancurkan dan dipatahkan, dan mereka akan diasingkan ke wilayah yang jauh oleh musuh-musuh mereka, karena mereka telah tidak taat dan meninggalkan Tuhan. Namun demikian, Tuhan masih mengasihi mereka dan ingin mereka semua tahu bahwa Dia masih menginginkan mereka untuk berdamai dengan-Nya, dan selalu menyediakan jalan bagi mereka semua untuk kembali kepada-Nya.
 
Namun, hal ini mengharuskan mereka semua untuk kembali kepada Tuhan dengan iman, untuk menemukan kembali kasih yang seharusnya mereka miliki kepada-Nya, Dia yang benar-benar sangat mengasihi mereka dan yang telah mendedikasikan Diri-Nya untuk memelihara umat manusia ini, terlepas dari semua ketidaksetiaan dan sikap keras kepala mereka. Tuhan dengan sabar mengajak umat manusia untuk menerima kebaikan-Nya, kesediaan-Nya untuk menyembuhkan mereka dari kesulitan dan penderitaan mereka, untuk memasuki kehidupan dan jalan baru yang Dia panggil untuk mereka ikuti, dan Dia memberi mereka semua banyak kesempatan dan sarana untuk mencapai-Nya, mengirimkan utusan dan hamba-Nya untuk membantu dan membimbing mereka di sepanjang jalan. Melalui semua itu, kita dapat menemukan jalan kembali kepada Tuhan, yang selalu menunggu kita untuk kembali kepada-Nya.
 
Itulah yang Tuhan Yesus sendiri perintahkan kepada murid-murid-Nya dalam bagian Injil kita hari ini, ketika Ia mengutus mereka ke dunia, dengan kata-kata-Nya sendiri, bahwa Ia mengutus mereka seperti ‘domba di tengah serigala’, yaitu pergi kepada orang-orang yang ingin Ia panggil, tetapi yang seringkali masih keras kepala menolak panggilan itu dan mereka yang masih terikat pada cara hidup mereka yang berdosa. Tuhan Yesus meminta murid-murid-Nya untuk melakukan kehendak-Nya dan menunjukkan kepada mereka kenyataan menjadi murid dan misionaris-Nya, bahwa mereka kemungkinan besar akan menghadapi penolakan dan kesulitan, bahkan penangkapan dan kemartiran dalam prosesnya, dalam memberitakan kebenaran dan kasih Allah di antara umat-Nya. Mereka harus siap menghadapi semua kesulitan yang kemungkinan besar akan menimpa mereka. Sebagai orang Katolik, kita semua dipanggil untuk menjalani hidup kita dengan menaati hukum dan perintah yang telah diberikan Allah kepada kita, dan untuk mengikuti jalan kebenaran-Nya. Amin.

 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Doa Malam 
  
Allah Bapa yang Maharahim, Putra-Mu Yesus menghendaki kami agar cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Maka, tambahkanlah Roh kebijaksanaan-Mu kepada kami agar nyatalah kuasa kasih-Mu dalam diri kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

    
Renungan Pagi

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy