Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Senin, 06 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XIV

 
Senin, 06 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XIV

Semakin tinggi kedudukanmu, hendaklah semakin rendah hati! (Paus Klemens I)

Antifon Pembuka (Mzm 145:2-3)

Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji, keagungan-Nya tak terselami.

Doa Pagi


Allah yang Mahasetia dan penuh kasih, singkirkanlah segala sesuatu yang dapat menodai kesetiaan kami dalam mengabdi-Mu dengan jujur dan penuh bakti. Bantulah kami semua dengan Roh Kudus-Mu agar tetap setia berpaut pada sabda dan perintah cinta kasih-Mu.   Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
    
Credit:HuyNguyenSG /istock.com

Bacaan dari Kitab Hosea (2:13.14b-15.18-19)
       
"Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."
 
Inilah sabda Tuhan, "Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku 'Suamiku', dan tidak lagi memanggil Aku 'Baalku'. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
4. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bait Pengantar Injil do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Inilah Injil Suci menurut Matius (9:18-26)
  
"Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup."

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan

 Hari ini kita memiliki kisah kuat lainnya dari Injil Matius yang berusia 2.000 tahun. Baru Minggu lalu, Minggu sebelumnya, kita membaca dari Injil Markus, versinya tentang peristiwa yang sama. Dan saya pikir terlepas dari siapa penulis Injilnya, ini adalah pengingat yang kuat bagi kita semua tentang mengapa kita menjadi orang Katolik. Tentu saja kita percaya kepada Yesus Kristus, dan kita menyandang nama-Nya. Ingatlah dalam Kisah Para Rasul selama masa Paskah, kita mendengar bahwa orang-orang yang mengamati para pengikut Yesus, mendengarkan mereka dan melihat mereka, menggambarkan mereka sebagai orang Kristen. Di Antiokhia kita membaca bahwa para murid disebut Kristen untuk pertama kalinya. Jadi kita menyandang nama Kristus saat kita pergi ke dunia, sebuah elemen yang sangat penting dalam cara kita hidup. 
   
Dua tokoh yang sangat menonjol dalam Injil, salah satunya adalah Yairus, seorang pejabat sinagoga, seorang yang sangat penting yang khawatir tentang putrinya yang dia kira telah meninggal. Maka dia datang kepada Yesus dan meminta agar Yesus mengunjungi rumahnya. Ibu atau ayah mana yang tidak akan melakukan hal itu untuk seorang anak? Untuk mengambil risiko dan mempertaruhkan segalanya demi memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Dan kita melihat bagaimana Yesus setuju dan pergi bersama murid-murid-Nya ke rumah Yairus. Di tengah jalan, Ia tertunda, Ia terganggu, ada gangguan dari seorang wanita yang tidak penting yang bahkan tidak disebutkan namanya dalam kisah Injil sama sekali, yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Ia sendiri menganggap dirinya tidak penting, namun ia mengambil risiko dan mendekati Yesus serta menyentuh jubah-Nya. Dan tentu saja ia juga disembuhkan. Jadi apa pesannya di sini? Tentu saja iman. Dan dari sisi Yesus, dari pihak Yesus, pesannya adalah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak penting di mata-Nya. Bahkan, Ia lebih menyukai mereka yang menganggap diri mereka tidak penting di dunia ini. Dan jika Anda atau saya berpikir kapan pun, dalam keadaan apa pun, bahwa kita sama sekali tidak penting, kita harus berpikir lagi, karena di mata Yesus, seperti yang kita lihat dalam Injil hari ini, kita sangat penting. 
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
    
 


LM/RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy