Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Kamis, 01 Oktober 2026 Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi


Kamis, 01 Oktober 2026
Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi 

“Kegembiraan kita temukan tidak dalam hal-hal yang mengelilingi kita, melainkan dalam pusat jiwa.” (St. Teresia dari Lisieux)

Antifon Pembuka (bdk. Ul 32:10-12)

Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata. Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa. Hanya Tuhanlah pemimpinnya.

The Lord led her and taught her, and kept her as the apple of his eye. Like an eagle spreading its wings he took her up and bore her on his shoulders. The Lord alone was her guide.
 
  
Pada Misa hari ini ada Kemuliaan/Gloria  
   
Doa Pagi

Allah, Bapa kami, Engkau membuka Kerajaan-Mu bagi orang kecil dan rendah hati. Semoga dengan tabah kami menempuh jalan kecil Santa Teresia, dan semoga berkat doanya kemuliaan-Mu yang abadi Kaunyatakan kepada kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
        
Credit: wideonet/istock.com
Bacaan dari Kitab Yesaya (66:10-14c)
     
"Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai."
        
Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
atau

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:31-13:13)
 
"Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar diantaranya adalah kasih."
 
Saudara-saudara, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia bernubuat dan mengetahui segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati dan tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita atas ketidakadilan, tetapi atas apa yang benar. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap, dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi bila yang sempurna tiba, hilanglah yang tidak sempurna. Ketika masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak, dan berpikir seperti kanak-kanak pula. Tetapi sekarang setelah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Sekarang kita melihat gambar yang samar-samar seperti dalam cermin, tetapi nanti dari muka ke muka. Sekarang aku mengenal secara tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, pengharapan dan kasih. Namun yang paling besar di antaranya adalah kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
    
Mazmur Tanggapan
Ref. Sinarilah hamba-Mu, ya Tuhan, dengan wajah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:66.71.75.91.125.130)
1. Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya pada perintah-perintah-Mu.
2. Memang baik bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.
3. Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil; dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.
4. Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
5. Hamba-Mulah aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku paham akan peringatan-peringatan-Mu.
6. Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:25) 
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.  
    
Inilah Injil Suci menurut Matius (18:1-5)
 
"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."
 
Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan
   
Author Gabriel Sozzi (CC)

Kita semua dipanggil untuk menjadi misionaris. Kita dipanggil untuk ambil bagian dalam misi Yesus—tentu saja dengan berbagai cara, sesuai dengan karisma dan panggilan kita masing-masing. Namun, apa pun panggilan kita, pada akhirnya hanya ada satu misi. Itu adalah misi untuk mengasihi. 
   
Oleh karena itu, selama Anda menjadi misionaris kasih, Anda telah menemukan panggilan hidup Anda. Demikianlah cara Santa Teresia menemukan panggilannya. Ia sampai pada pemahaman bahwa hanya ada satu panggilan, yaitu panggilan untuk mengasihi. Inilah jalan untuk bertumbuh dalam kekudusan. Inilah hakikat kekudusan. Itulah sebabnya Santa Teresia dihormati sebagai "kanak-kanak"—semata-mata karena ia mengembangkan spiritualitas kesederhanaan, yakni melayani Allah dengan mengasihi sesama layaknya seorang anak kecil. 
   
Saudara-saudari yang terkasih, seorang anak hanya mencari satu hal: untuk dikasihi.
Seorang anak tidak mencari kemuliaan. Seorang anak tidak mencari kekuasaan. Seorang anak merasa bahagia hanya dengan dikasihi. Hari ini kita dipanggil untuk meneladani Santa Teresia (dari Kanak-kanak Yesus) dengan mengembangkan kesederhanaan ini dalam pertumbuhan kehidupan rohani dan jalan kekudusan kita. 
   
Tanpa kasih, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa kasih, kita tidak akan pernah rela berkorban. Sama halnya ketika kita berkorban demi orang-orang yang kita kasihi. Saat kita merasa dikasihi, kita dengan sukacita melayani, siapa pun diri kita. Inilah kesederhanaan kasih. Itulah sebabnya, bagi kita yang sungguh ingin melayani Allah dan sungguh mengasihi, kita tidak pernah memusingkan posisi atau kedudukan kita dalam pelayanan. Hal itulah yang dilakukan oleh Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus; ia melakukan permenungan. Ia mencari panggilan hidupnya. Ia menyadari bahwa memang benar kita memiliki karisma yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menjadi segalanya.
  
Oleh karena itu, Allah menciptakan kita berbeda-beda—dengan karisma, anugerah, dan talenta yang beragam—agar kita dapat saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. Hal ini sangatlah benar dalam segala aspek kehidupan. Kita yang memegang peran sebagai pemimpin hendaknya memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa, saat kita meraih kesuksesan, jangan pernah berpikir bahwa keberhasilan itu semata-mata karena diri kita sendiri. Kita hanyalah salah satu anggota dari sebuah tim. Tanpa dukungan orang lain, tanpa tim yang solid, serta tanpa orang-orang yang setia mendukung visi dan misi kita, satu orang saja tidak akan mampu menyelesaikan tugas tersebut. 
   
Seorang pemimpin sejati senantiasa bersyukur dan mengakui bahwa setiap keberhasilan adalah buah kerja keras banyak orang. Setiap orang dibutuhkan dalam tim. Tidak ada seorang pun yang boleh menganggap dirinya tidak berarti atau tidak penting. Demikianlah cara Santa Teresia menjalani hidupnya. Ketika menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi misionaris, ia pun paham bahwa satu-satunya panggilannya adalah kasih. Lantas, apa yang dilakukannya? 
   
Sesungguhnya, Santa Teresia tidak melakukan hal-hal yang tampak hebat atau luar biasa. Ia menjalani hidup di biara; ia menyapu lantai, membersihkan biara, memasak, mencuci pakaian, dan terkadang bahkan mengalami konflik dengan para suster lainnya. Ada suster-suster yang tidak menyukainya karena menganggap pekerjaannya kurang rapi atau tidak memenuhi standar yang mereka inginkan. Ia pun kerap dikritik. 
 
Namun, kebesaran jiwa Santa Teresia terletak pada sikapnya yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Segala tindakannya merupakan perwujudan kasih, bahkan saat ia disalahpahami atau dikritik. Ia mampu mempersembahkan ketidaknyamanan kecil maupun hal-hal sederhana yang dilakukannya itu. Itulah sebabnya salah satu ungkapan indah dari Santa Teresia adalah melakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa. Itulah kekudusan. 
   
Kerendahan hati sungguh merupakan pintu gerbang menuju kasih sejati. Kita tidak mungkin memiliki kasih tanpa kerendahan hati. Kerendahan hati berarti mengakui ketidakmampuan diri sendiri, serta menyadari kebutuhan kita akan kasih, pengampunan, dan keterbatasan diri kita sendiri. Maka, ketika kita melihat orang lain yang juga memiliki keterbatasan, berdosa, dan memiliki kekurangan, di situlah kerendahan hati memunculkan kasih dari dalam diri kita. Dan inilah hal yang patut kita doakan, 
 
Saudara-saudari yang terkasih. Seraya kita merayakan Pesta Santa Teresia, marilah kita berdoa memohon kerendahan hati yang lebih besar dan sikap batin seperti kanak-kanak, agar kasih dapat memancar dari diri kita. Sebab, saat kita mulai mengasihi dan melayani dengan rendah hati serta tanpa pamrih, di situlah kita menemukan kebahagiaan sejati. 
  
 
Antifon Komuni (lih. Mat 18:3)

Tuhan bersabda, "Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Thus says the Lord: Unless you turn and become like children, you will not enter the Kingdom of Heaven.
 
Doa Malam
 
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, atas segala rahmat yang Engkau nyatakan kepada kami seturut kehendak-Mu. Terlebih atas cinta-Mu yang melandasi hidup dan pelayanan kami sepanjang hari tadi. Semoga hidup kami menjadi saluran cinta kasih-Mu sebagaimana telah dilakukan oleh St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 
  
  RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy