Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 23 September 2026 St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)

 
Br. Jeffrey Pioquinto, SJ | Flickr / CC BY 2.0

Hari ini, Gereja memperingati Santo Pius dari Pietrelcina, atau yang lebih kita kenal sebagai Padre Pio, seorang imam Kapusin Fransiskan yang kesalehan dan kesuciannya diwarnai oleh berbagai mukjizat dan keajaiban. Panggilan sucinya untuk melayani Tuhan telah bersemai sejak usia muda, beriringan dengan pengalaman-pengalaman mistis dan penglihatan surgawi yang terus menyertainya di sepanjang hayat. Namun, perjalanannya untuk mengabdikan diri tidaklah mudah, sebab ia harus mengatasi keterbatasan pendidikannya serta didera berbagai masalah kesehatan yang terus menghantuinya bahkan hingga ia ditahbiskan menjadi imam. Penderitaan fisik ini kemudian berpuncak pada anugerah sekaligus salib yang sangat berat ketika ia menerima stigmata, menanggung luka-luka Kristus di tubuhnya sendiri.

Kemunculan stigmata tersebut lambat laun membuat nama Padre Pio dikenal luas, namun di saat yang sama, hal itu membawanya menelusuri tahun-tahun penuh keraguan, pertentangan, dan penganiayaan, bahkan dari hierarki Gereja yang meragukan keaslian mukjizatnya. Ia harus menanggung masa-masa kelam di mana ia dilarang merayakan Misa di depan umum atau berkhotbah, sementara di saat bersamaan ia juga mengalami penderitaan akibat serangan rohani dari si jahat. Meski didera badai pencobaan yang begitu hebat, semangatnya tidak pernah surut; ia justru merespons semuanya dengan kerendahan hati, ketaatan mutlak, dan hidup yang semakin tenggelam dalam doa. Ketabahannya ini pada akhirnya menarik semakin banyak jiwa yang datang untuk mencari bimbingannya, dan rahmat Tuhan pun terus mengalir melalui mukjizat-mukjizat bagi mereka yang bersentuhan dengan hamba-Nya ini.

Kesetiaan Padre Pio yang tak tergoyahkan hingga akhir hayatnya menjadi cermin yang memantulkan makna sejati dari seorang murid Kristus. Melalui teladan hidupnya, kita semua diingatkan sekaligus dipanggil untuk turut mempersembahkan setiap tindakan, perkataan, dan karya kita sebagai wujud pewartaan kasih Tuhan di setiap jengkal kehidupan. Marilah kita melangkah dengan iman yang semakin murni, meneladani kesetiaan Padre Pio dengan mengambil peran sebagai mercusuar yang memancarkan terang, harapan, dan keselamatan bagi sesama di sekitar kita. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memampukan kita semua untuk menjalani hari-hari ke depan dengan semangat yang menyala-nyala, mencintai-Nya dan mengasihi sesama dengan kemurahan hati yang tak terbatas, persis seperti yang telah diteladankan oleh Kristus sendiri, kini dan sepanjang masa. Amin.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy