
Rabu, 02 September 2026
Hari Biasa Pekan XXII
Hari Biasa Pekan XXII
Jika Yesus rela dicambuki demi aku, aku juga rela dicambuki demi Dia. Aku melakukan apa yang Yesus perintahkan kepadaku dan aku tidak mau tidak taat kepada-Nya ---- St. Rosa dari Viterbo
Antifon Pembuka (Mzm 33:20-21)
Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong dan perisai kita. Karena Dia, hati kita bersukacita, kepada nama-Nya kita percaya.
Doa Pagi
Allah Bapa yang Mahakudus, dunia Kaukehendaki bersatu dalam diri Yesus, Adam baru. Kami mohon diberi semangat-Nya, agar selalu menghormati dan mengakui nama-Mu yang kudus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin.
Allah Bapa yang Mahakudus, dunia Kaukehendaki bersatu dalam diri Yesus, Adam baru. Kami mohon diberi semangat-Nya, agar selalu menghormati dan mengakui nama-Mu yang kudus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang masa. Amin.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 3:1-9)
"Kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya."
Saudara-saudara, dahulu aku tidak dapat berbicara dengan kalian sebagai manusia rohani, tetapi hanya kepada manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus. Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kalian belum dapat menerimanya. Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya, karena kalian masih manusia duniawi. Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi? Karena jika seorang berkata, "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata, "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani? Sebenarnya, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.
Ayat. (Mzm 33:12-13.14-15.20-21)
1. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
2. Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dialah yang membentuk hati mereka, dan memperhatikan segala pekerjaan mereka.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956 (MTL 401)
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (4:38-44)
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."
Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon sakit demam keras, dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu, lalu menghardik demamnya. Segera penyakit itu meninggalkan dia. Wanita itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus. Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia Mesias. Ketika hari siang Yesus berangkat ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia, supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Dan Ia mewartakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Kadang-kadang di antara kita ada umat Kristiani yang berpindah dari satu paroki ke paroki lain hanya karena mereka menyukai imam di paroki tersebut—entah karena imam itu telah dipindahtugaskan atau karena mereka sudah lama bersama imam tersebut. Mereka menyukai imam itu karena berasal dari budaya yang sama, atau mereka tidak menyukai imam lain karena aksennya buruk dan sulit dipahami, sehingga mereka ingin pergi ke paroki yang memiliki imam yang sudah mereka kenal akrab. Terkadang kita bertanya pada diri sendiri, apakah hal ini baik atau tidak? Jawabannya ada dalam bacaan pertama hari ini, di mana Santo Paulus merasa tidak senang dengan jemaat di Korintus; ia mengatakan bahwa sikap mereka tidaklah tepat dan mereka belum cukup memiliki kedewasaan rohani. Jika mereka bisa memecah belah diri—ada yang berkata mereka pengikut Paulus, sementara yang lain mengaku pengikut Apolos—itu berarti perjalanan rohani mereka masih sangat panjang. Apolos maupun Paulus hanyalah rekan sekerja Allah; mereka hanyalah alat di tangan Allah untuk melaksanakan karya-Nya. Mereka bukanlah sosok yang harus kita doakan atau kita sembah; tidak, kita menyembah Allah. Allah-lah yang menanam benih agar bertumbuh, sedangkan mereka hanyalah seperti orang yang menyiram benih tersebut; mereka sekadar menjalankan tugas mereka. Oleh karena itu, kita tidak boleh memecah belah diri atau mengidentikkan diri dengan manusia—seolah-olah kita milik tokoh tertentu atau menyukai sosok tertentu saja. Sebaliknya, kita harus mengidentikkan diri dengan Allah, karena Dialah yang menjadikan hati kita milik-Nya. Dialah yang menumbuhkan iman kita.
Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan misi-Nya dengan sangat jelas. Misi-Nya adalah mewartakan sabda Allah kepada orang-orang yang belum mendengarnya atau belum memahaminya. Ia juga ingin mendatangi berbagai kota untuk membawa kesembuhan bagi penduduknya. Sebagai penyembuh, Yesus seharusnya menjadi pusat segala kegiatan—baik dalam keluarga, hati, kantor, lingkungan tempat tinggal, negara, maupun dunia kita. Ketika Yesus Kristus menyertai kita, kita menjadi kuat secara rohani. Saat kita memberi tempat bagi Yesus Kristus di dalam hati dan keluarga kita, maka kasih, pengampunan, dan kesabaran akan hadir dalam keluarga tersebut. Jika terkadang kita mendapati diri kita sulit mengampuni, maka kita perlu mendekat kepada Dia yang telah wafat; bahkan saat berada di kayu salib, Dia tetap mengampuni orang-orang yang sedang membunuh-Nya. Kita perlu datang kepada-Nya dan memohon bantuan-Nya untuk melewati tantangan itu—tantangan ketidakmampuan mengampuni. Sebagai Sang Penyembuh, ketika Dia bertahta di hati kita, kita akan merasakan damai sejahtera; hati kita pun menjadi tenteram. Dan kita pun dapat mengampuni sesama dengan mudah. Marilah kita berdoa hari ini semoga Allah Yang Mahakuasa menolong kita. Terkadang, hal-hal yang kita baca dari Kitab Suci terasa sulit untuk dilakukan. Bagaimana mungkin kita bisa melakukannya? Namun, bersama Dia, kita mampu melakukannya. Dia berfirman bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, meskipun kita menganggapnya mustahil. Namun, jika kita membiarkan Allah berbicara kepada hati kita dan berkarya dalam diri kita, maka kita akan mampu melakukan hal-hal mustahil yang sebelumnya kita rasa tak sanggup kita lakukan.(RENUNGAN PAGI)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini




