Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
"Lebih baik skandal muncul daripada kebenaran dibungkam." (St. Gregorius Agung)
Antifon Pembuka
Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi imam agung. Harta dunia terbuka baginya, karunia ilahi melimpahi hatinya.
Doa Pagi
Allah Bapa Maharahim, dengan penuh belas kasih Kaujaga umat-Mu dan Kaubimbing dalam kasih sayang-Mu. Buatlah para pemimpin umat-Mu bersemangat dan bijaksana berkat doa Paus Gregorius Agung. Semoga kemajuan umat-Mu selalu menggembirakan para gembalanya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
| Karya: Mikhail Seleznev/istock.com |
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub."
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (5:1-11)
Ketika Petrus berkata, "Atas perintah-Mu, aku akan menebarkan jala," ia sebenarnya sedang menunjukkan kerendahan hati dan ketaatan yang luar biasa sebagai seorang nelayan profesional. Sebagai nelayan Galilea yang terbiasa mencari ikan pada malam hari tanpa cahaya bulan, sangatlah masuk akal jika ia menolak dan menganggap berlayar di siang hari sebagai kesia-siaan belaka. Namun, Petrus memilih untuk mengesampingkan keahlian serta logikanya sendiri demi menaruh kepercayaan penuh pada Kristus dan mendengarkan firman-Nya. Ketaatan ini membawa hasil tangkapan yang menakjubkan, sekaligus memberikan kita pemahaman mendalam bahwa perintah Kristus adalah perintah Allah itu sendiri. Perintah tersebut bukanlah sekadar tuntutan, melainkan sebuah anugerah yang memampukan kita untuk melakukan tepat seperti apa yang Ia kehendaki, bahkan ketika hal itu tampak mustahil di mata manusia.
Pemahaman inilah yang kemudian menyertai dan menguatkan kita dalam menjalankan perintah-perintah Kristus yang lain, seperti mengasihi musuh dan saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita—sebuah panggilan untuk berani berkorban bagi sesama. Kekuatan untuk mewujudkan perintah yang melampaui kodrat alamiah manusia ini memuncak dalam Ekaristi, saat kita menghayati pesan-Nya, "Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Sebagaimana Kristus mengambil, mengucap syukur, memecah-mecah, dan membagikan roti, kita pun dipanggil untuk menjadi seperti apa yang kita terima; kita menerima rahmat Allah dengan penuh syukur lalu "memecah-mecahkan" hidup kita sendiri demi melayani orang lain. Melalui kasih-Nya yang murah hati dan kuasa Roh Kudus, kita dimampukan untuk membagikan kehidupan yang berkelimpahan itu, sehingga bahtera Gereja akan dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang diselamatkan dan kita pun sungguh-sungguh turut ambil bagian menjadi penjala manusia.




