| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Jumat, 04 September 2026 Hari Biasa Pekan XXII - Jumat Pertama Dalam Bulan

     
Jumat, 04 September 2026
Hari Biasa Pekan XXII - Jumat Pertama Dalam Bulan
    
Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup” (Bernard, hom. miss. 4,11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Kitab Suci” (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati. (Katekismus Gereja Katolik, 108)
    
Antifon Pembuka (Mzm 37:4-5)
 
Carilah kebahagiaanmu dalam Tuhan, Ia akan meluluskan keinginan hatimu. Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.

Doa Pagi
 
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, manusia Kauberi tugas menjaga misteri-misteri-Mu. Semoga kami selalu menghormati sabda-Mu dan ajarilah kami memahami nama-Mu.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                  
Siouxfall Diocese
   
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 4:1-5)
     
"Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati."
    
Saudara-saudara, hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.5-6.27-28.39-40)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhandan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab Tuhan mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
4. Orang-orang benar diselamatkan oleh Tuhan; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 8:12) 
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.  
   
Inilah Injil Suci menurut Lukas (5:33-39)
  
"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."
    
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita menyelami kembali kedalaman kasih Allah melalui gambaran Kristus sebagai mempelai laki-laki dan kita, Gereja, sebagai mempelai-Nya. Hubungan suci ini tidak pernah dibangun di atas dasar paksaan atau tuntutan, melainkan tumbuh murni dari kasih yang saling memberi. Itulah sebabnya setiap pernikahan di dunia ini dipanggil untuk menjadi cerminan dari cinta Kristus yang tanpa syarat kepada Gereja-Nya. Dalam dinamika cinta yang hidup ini, Kristus juga mengajarkan kebijaksanaan tentang waktu, bahwa selalu ada saat yang tepat untuk segala sesuatu. Ada saatnya kita berpuasa, menahan diri, dan meratap—seperti yang kita hidupi dalam tradisi masa Prapaskah—sebagai bentuk penyatuan jiwa kita dengan penderitaan Kristus di kayu salib demi keselamatan dunia. Hari Jumat selalu menjadi pengingat yang kuat akan hal ini, saat kita mengenang Sang Mempelai Laki-laki yang mengorbankan diri dan mencurahkan setiap tetes darah-Nya. Namun, di sisi lain, Ia juga mengingatkan bahwa ada waktunya bagi kita untuk makan, minum, dan bersukacita bersama merayakan kasih-Nya, seperti yang kita lakukan dengan penuh sorak-sorai di sepanjang masa Paskah.

Seluruh dinamika rahmat dan pengorbanan ini pada akhirnya bermuara pada satu sikap hati yang mendasar, yakni berkat dan rasa syukur. Berkat sejatinya memiliki dua sisi yang tak terpisahkan: anugerah yang mengalir tak henti dari Allah, dan rasa syukur yang kita naikkan sebagai tanggapan. Inilah esensi terdalam dari perayaan Ekaristi kita, sebuah panggilan untuk senantiasa mengucap syukur kepada Allah di segala waktu dan tempat. Sikap hati ini memampukan kita untuk tetap memuji Tuhan bahkan di tengah ketidaknyamanan yang paling sederhana, seperti saat sedang sakit gigi sekalipun. Ketika kita mampu berserah dan mensyukuri apa pun yang Tuhan izinkan terjadi saat ini, ucapan syukur itu akan perlahan mengangkat kita dari keluh kesah, membuahkan sukacita, dan menumbuhkan pengharapan yang teguh akan masa depan.

Kesadaran untuk terus bersyukur inilah yang menjadi bekal paling indah saat kita memasuki hari Jumat pertama setiap bulan, momen di mana Gereja mengajak kita menyelami devosi tradisional kepada Hati Kudus Yesus. Sebagaimana janji Yesus kepada Santa Margareta Maria, mereka yang tekun menghayati devosi ini akan menerima berkat yang berlimpah. Sering kali, pikiran manusiawi kita langsung mengartikan janji ini sebagai kesempatan untuk menyodorkan daftar permohonan, berharap Ia segera menjawab berbagai kebutuhan mendesak kita. Memang benar, Kristus senantiasa memberkati dan menunjukkan kasih-Nya dengan mengabulkan doa-doa kita. Namun pada kedalaman makna spiritualnya, devosi kepada Hati Kudus sejatinya menuntun kita untuk beristirahat dalam renungan akan besarnya kasih dan belas kasihan-Nya. Ia telah dan selalu memberikan apa yang paling kita butuhkan dalam hidup. Oleh karena itu, jauh melampaui segala permohonan dan kebutuhan duniawi kita, hal pertama dan utama yang seharusnya memenuhi hati kita adalah rasa syukur yang tak terhingga atas kasih-Nya yang senantiasa menyelamatkan. 

 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 


 
Antifon Komuni (Luk 5:38)

Anggur baru harus disimpan dalam kantong baru. 
   
Doa Malam

Yesus, pokok anggur yang sejati, jadikanlah kami ranting-ranting-Mu yang berguna, tidak menuntut sesama sesuai keinginan hati kami serta bersikap terbuka dan memahami orang lain dengan penuh kasih. Dengan demikian, kehadiran kami mampu membawa kegembiraan bagi sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy