| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Senin, 07 September 2026 Hari Biasa Pekan XXIII


Senin, 07 September 2026
Hari Biasa Pekan XXIII

“Karena Kristus telah wafat untuk kita karena cinta, maka setiap kali kita merayakan peringatan akan wafat-Nya, kita mohon pada saat kurban, agar cinta itu diberikan kepada kita oleh kedatangan Roh Kudus. Kita mohon dengan rendah hati, supaya berkat cinta, yang dengannya Kristus rela wafat untuk kita, kita pun setelah menerima rahmat Roh Kudus, memandang dunia sebagai disalibkan untuk kita dan kita sebagai disalibkan untuk dunia.... Marilah kita, karena kita telah menerima cinta itu secara cuma-cuma, mati untuk dosa dan hidup untuk Allah.” — St. Fulgentius dari Ruspe


Antifon Pembuka (1Kor 5:7)


Buanglah ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan, dan jadilah adonan baru.


Doa Pagi


Allah Bapa, sumber kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tangan-Mu. Berikanlah sabda-Mu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari kedamaian-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
       
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (5:1-8)
 

"Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus."

Saudara-saudara, ada berita bahwa di antara kalian terdapat percabulan; bahkan percabulan yang begitu rupa yang di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun tidak terdapat; yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian, kalian malahan menyombongkan diri. Tidakkah lebih patut kalian berdukacita dan menyingkirkan orang yang berbuat demikian dari tengah-tengah kalian? Sekalipun aku tidak hadir secara badani, namun secara rohani aku hadir, dan aku menjatuhkan hukuman atas orang yang berbuat demikian, seakan-akan aku hadir di tengah kalian. Jadi bila kita, kalian bersama dengan aku, berkumpul dalam Roh dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan kepada Iblis dalam nama Tuhan Yesus, sehingga tubuhnya binasa, tetapi rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. Maka tidak baiklah kalian menyombongkan diri. Tidak tahukah kalian, bahwa ragi yang sedikit saja dapat meresapi seluruh adonan? Maka buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan yang baru, sebab kalian memang tidak beragi. Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, melainkan dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.12)
1. Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
2. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
3. Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; karena Engkau, akan bersukarialah orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:27) 
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.       
   
Inilah Injil Suci menurut Lukas (6:6-11)

  
"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus. 
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)

Renungan

Sering kali kita mengingat Yesus sebagai sosok yang lembut dan diplomatis, namun ada kalanya Ia tampak sengaja memancing reaksi, seperti yang dikisahkan dalam Injil Lukas ketika Ia menyembuhkan seseorang pada hari Sabat. Tindakan Yesus menyembuhkan tangan yang lumpuh saat itu bukanlah untuk menangani sebuah keadaan darurat medis, melainkan sebuah teguran nyata bagi para pemimpin agama Yahudi untuk menegaskan suatu prinsip yang sangat penting. Ia ingin menunjukkan bahwa ketaatan yang sejati bukanlah sekadar kepatuhan pasif terhadap aturan, melainkan terwujud dalam pelayanan kepada Allah melalui perbuatan-perbuatan baik yang digerakkan oleh kasih kepada-Nya dan sesama. Ketaatan yang hanya tampak di permukaan namun kosong di dalam hati layaknya kemunafikan orang-orang Farisi inilah yang disebut oleh Rasul Paulus sebagai cara lama ketidaktahuan, sebuah "ragi lama" berupa kepasifan dan kesuaman iman yang harus berani kita tinggalkan demi merangkul jalan Tuhan secara utuh.

Teguran mengenai masa lalu yang kelam ini juga diserukan Paulus kepada umat beriman yang perilakunya tidak bermoral dan jatuh ke dalam dosa berat sehingga membawa skandal bagi Gereja. Ia menggunakan analogi pembuatan roti untuk menyadarkan umat: sama seperti ragi tua yang sudah rusak hanya akan menghancurkan dan menggagalkan seluruh adonan, demikian pula dosa-dosa dan kebiasaan buruk masa lalu akan merusak kehidupan rohani jika tidak disingkirkan. Namun, di balik peringatan keras tersebut, Rasul Paulus senantiasa menyertakan tawaran belas kasih Allah yang tak terbatas, memanggil setiap orang yang telah berbuat salah untuk membuang ragi dosa mereka dan berbalik sepenuhnya dari cara-cara duniawi. Ia mengajak umat untuk kembali menempatkan Allah sebagai satu-satunya penuntun dan kompas kehidupan, karena hanya melalui-Nya pembebasan sejati dianugerahkan kepada dunia ini.

Oleh karena itu, marilah kita merenungkan dan menemukan kembali kedalaman makna iman serta kemurnian kasih dan pengabdian kita kepada Allah. Mulai saat ini, mari kita berbalik kepada-Nya dengan komitmen yang baru, menanggalkan segala ragi dosa dan kemunafikan, agar kita dapat terus bertumbuh dalam semangat untuk melayani dan mengasihi-Nya setiap hari. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati langkah hidup kita, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
    
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini   

Ikuti saluran whatsapp renunganpagi.id dan dapatkan renungan melalui saluran whatsapp klik tautan ini
 
  
Antifon Komuni (1Kor 5:7)
 
Buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan segar, karena kalian memang tidak beragi.
 
Doa Malam

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk dapat membedakan aturan berbuat baik dan berbuat jahat. Semoga kami tidak mengatasnamakan peraturan dalam melakukan sebuah perbuatan, yang nyata-nyata merupakan perbuatan yang bertentangan dengan semangat cinta kasih. Amin. 
 
  
 

“Kamu telah mengenakan Kristus, kamu telah menjadi anggota Tuhan dan telah termasuk dalam kota surgawi, dan kamu masih tunduk takut dalam hukum itu [hukum Musa]?  Bagaimana mungkin kamu mencapai Kerajaan Allah? Dengarkanlah perkataan Rasul Paulus, bahwa pelaksanaan hukum Musa mengabaikan Injil, dan pelajarilah, jika kamu mau, bagaimana hal ini dapat terjadi, dan gemetarlah dan hindarilah jebakan ini. Mengapa kamu menerapkan Sabat dan berpuasa dengan orang- orang Yahudi?” (St. Yohanes Krisostomus, Homili pada Galatia 2:17)
 
 
LM/RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy