Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 30 September 2026 Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

 


Hari ini adalah Peringatan Santo Hieronimus (345-420). Sebagai salah satu ahli Kitab Suci terbesar dalam dunia Kristen, Santo Hieronimus lahir dari orang tua Kristen di Stridon, Dalmatia, sekitar tahun 345. Setelah menempuh pendidikan di sekolah setempat, ia belajar retorika di Roma selama delapan tahun sebelum kembali ke Aquileia untuk mendirikan komunitas pertapa. Ketika komunitas itu bubar setelah tiga tahun, Hieronimus pergi ke wilayah timur. Ia bertemu dengan seorang pertapa tua bernama Malkhus, yang menginspirasinya untuk hidup dalam bilik sederhana, mengenakan pakaian kasar dari kain karung, serta mendalami Kitab Suci.

Ia belajar bahasa Ibrani dari seorang rabi. Kemudian, ia kembali ke Antiokhia dan ditahbiskan sebagai imam, meskipun awalnya ia enggan menerima tugas tersebut. Bersama uskupnya, ia mengunjungi Konstantinopel dan menjalin persahabatan dengan Santo Gregorius dari Nazianzus serta Santo Gregorius dari Nyssa. Pada tahun 382, ​​ia kembali ke Roma untuk menjadi sekretaris pribadi Paus Damasus. Di sana, ia bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya: seorang wanita kaya bernama Paula, putrinya Eustochium, dan seorang wanita kaya lainnya bernama Marcella.

Di Roma pula ia memulai karya terbesarnya. Atas penugasan Paus, ia mulai merevisi versi bahasa Latin dari Kitab Mazmur dan Perjanjian Baru dengan ketelitian dan keahlian akademis yang luar biasa. Hieronimus akhirnya menerjemahkan seluruh Alkitab ke dalam versi bahasa Latin yang dikenal sebagai *Vulgata*. Namun, setelah Damasus wafat, musuh-musuhnya memaksa Hieronimus untuk meninggalkan Roma.

Didampingi oleh Paula dan Eustochium, Hieronimus pergi ke Betlehem. Ia tinggal di sana selama tiga puluh empat tahun hingga wafat pada tahun 420; ia mendirikan sebuah biara pria yang dipimpinnya sendiri serta sebuah biara wanita yang awalnya dipimpin oleh Paula dan kemudian oleh Eustochium setelah Paula wafat Hieronimus juga mendirikan tempat penampungan bagi peziarah yang datang dalam jumlah tak terhitung ke tempat tersebut. Keahlian akademis, tulisan-tulisan polemik, risalah, serta surat-suratnya sering kali memancing kemarahan, namun senantiasa menggugah pikiran siapa pun yang membacanya. "Plato menempatkan jiwa manusia di kepala," tulisnya, "sedangkan Kristus menempatkannya di hati." (Sumber: 'A Calendar of Saints' karya James Bentley)

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy