Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 22 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Selasa, 22 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV

“Dalam keramahan-Nya terhadap manusia, Bapa telah menjanjikan kehidupan abadi secara pasti kepada kita manusia” (St. Sirilus dari Yerusalem)

Antifon Pembuka (Mzm 119:34)

Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.

Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, terimalah kiranya kami menjadi putra dan putri-Mu, karena kami mengimani sabda Putra-Mu, yang menjadi jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Sebab yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
      
Karya: thanasus/istock.com
Bacaan dari Kitab Amsal (21:1-6.10-13)

"Bermacam-macam pepatah."

Hati raja laksana batang air di tangan Tuhan, yang Dia alirkan ke mana saja Ia kehendaki. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih berkenan di hati Tuhan daripada kurban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang jahat, adalah dosa. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan tidak menaruh belas kasih kepada sesamanya. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan memperoleh pengetahuan. Yang Mahaadil mengawasi rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan. Siapa yang menutup telinga bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bimbinglah hidupku, ya Tuhan, menurut petunjuk perintah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:1.27.30.34.35.44)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.
2. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
3. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
4. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
5. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu sebab aku menyukainya.
6. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya. Alleluya.
    
Inilah Injil Suci menurut Lukas (8:19-21)

"Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."


Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

Renungan
  

Saudara-saudari terkasih, kita dipanggil untuk hidup sesuai kehendak Tuhan dan menjadi teladan iman yang memancarkan keadilan serta kebenaran. Sejatinya, kita diciptakan menurut gambar Allah untuk hidup dalam harmoni dan kasih yang sempurna. Namun, tipu daya si jahat telah menanamkan benih keserakahan, kesombongan, dan ambisi duniawi ke dalam hati manusia sejak masa nenek moyang kita. Akibatnya, banyak dari kita yang terjebak dalam iman yang suam-suam kuku, sibuk mengejar kemuliaan dunia, dan perlahan melupakan panggilan sejati sebagai anak-anak Allah.

Kini, kita ditantang untuk bangkit meninggalkan perbudakan dosa dan menanggalkan segala keegoisan serta hawa nafsu yang menghalangi perjalanan spiritual kita. Marilah kita menemukan kembali kedalaman iman dengan mempererat hubungan bersama Tuhan melalui doa yang tulus dan waktu yang berkualitas bersama-Nya. Dengan kerendahan hati dan ketaatan penuh, mari kita serahkan seluruh keberadaan kita, hidup dalam kasih karunia-Nya, dan membagikan kasih tersebut kepada sesama. Semoga kita terus memantapkan langkah sebagai hamba yang setia agar layak menerima berkat dan kemuliaan kekal dari-Nya. Amin.

 

 
Antifon Komuni (Mzm 119:35)
 
Biarlah aku hidup menurut perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.  
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini   
 
   

RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy