Minggu, 01 November 2026
Hari Raya Semua Orang Kudus
“Ketika kamu merasa bahwa Tuhan menyesahmu, jangan berlari kepada musuh-musuh-Nya …. tetapi kepada sahabat-sahabat-Nya, para martir, para orang kudus, dan mereka yang menyenangkan hati-Nya dan yang mempunyai kuasa yang besar [di dalam Tuhan].” (St. Yohanes Krisostomus, Orations 8:6, Homili 8 pada Romans [A.D. 396])
Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan sambil merayakan hari pesta
untuk menghormati semua Orang Kudus; pada hari raya ini para malaikat
pun turut bergembira dan bersama-sama memuji Putra Allah.
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Sanctorum omnium: de quorum solemnitate gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of all the Saints, at whose festival the Angels rejoice and praise the Son of God
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Sanctorum omnium: de quorum solemnitate gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of all the Saints, at whose festival the Angels rejoice and praise the Son of God
Pada Misa Hari Raya Semua Orang Kudus ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
Doa Pagi
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, dalam perayaan kali ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kau perkenankan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah doa keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung
jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, "Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! "Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya, "Tuanku, Tuan mengetahuinya!" Lalu ia berkata kepadaku, "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-3)
"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.
Inilah Injil Suci menurut Matius (5:1-12a)
"Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Satu-satunya kesedihan yang nyata, satu-satunya kegagalan yang nyata, satu-satunya tragedi besar yang nyata dalam hidup adalah tidak menjadi orang kudus. Kata-kata dari novelis Prancis, Léon Bloy, ini membantu kita memahami mengapa Hari Raya Semua Orang Kudus begitu penting. Allah menciptakan kita masing-masing untuk menjadi orang kudus. Itulah misi kita, itulah panggilan kita, itulah berkat bagi kita. Ia menciptakan kita agar hidup sepenuhnya di dalam Kristus. Tidak ada seorang pun yang menginginkan kebahagiaan kita sebesar keinginan Yesus, baik sekarang maupun dalam keabadian. Oleh karena itu, di setiap waktu dan di setiap tempat, Allah mendekati setiap pribadi manusia; Ia mencari kita dan memanggil kita dengan nama kita. Untuk menanggapi inisiatif Yesus, kita perlu "melihat".
Dalam bacaan kedua hari ini, Santo Yohanes menulis: "Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah." Dan memang demikianlah kita. Inilah jati diri Anda dan saya. Kita adalah putra dan putri yang dikasihi Allah. Sebagaimana ditulis oleh Santo Yohanes, kepada semua orang yang menerima-Nya, yang percaya dalam nama-Nya, Ia memberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah—mereka yang diperanakkan bukan dari darah atau dari keinginan daging, bukan pula dari keinginan manusia, melainkan dari Allah. Untuk memahami kehormatan menjadi orang kudus—sebuah hak istimewa yang luar biasa bagi Anda dan saya—apa yang harus kita lakukan? Yesus menjawab pertanyaan itu pada Perjamuan Terakhir, ketika Ia berkata kepada para murid-Nya: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak dapat berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yoh 15:4)
Yesus menyebutkan lima hal yang diperlukan untuk tetap tinggal di dalam Dia. Pertama, hindarilah dosa. Kebahagiaan dan dosa tidak dapat berjalan beriringan. Keduanya saling bertentangan. Meskipun menjanjikan sesuatu yang tampak baik, dosa justru membuat kita sengsara. Dosa membuat kita terpaku pada kekacauan yang kita ciptakan sendiri di dalam hati kita yang tidak murni. Untuk tetap tinggal di dalam Kristus dan meraih kebahagiaan, kita tidak boleh berbuat dosa. Cara kedua untuk tetap berbahagia adalah dengan menaati perintah-perintah-Nya. Yesus menyampaikannya dengan sederhana dan lugas: "Jikalau kamu mengasihi Aku, turutilah perintah-perintah-Ku." (Yoh 14:15) Ketaatan menjaga kebahagiaan kita, karena ketaatan membuat kita tetap bersatu dengan Allah dan dengan rencana yang telah Ia tetapkan demi kebaikan kita. Santo Yohanes menulis, "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya." (1Yoh 2:3)
"Barangsiapa berkata: Aku mengenal Allah, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran." (1Yoh 2:4) Hal ketiga yang diperlukan untuk menjadi bahagia dan kudus adalah hidup sebagaimana Yesus hidup. Santo Yohanes mengatakan, "Demikianlah kita mengetahui, bahwa kita ada di dalam Dia." (1Yoh 2:5) "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1Yoh 2:6) Kita perlu menjalani hidup beriman dengan mengikuti jejak Tuhan kita. Keempat, untuk tetap berada di dalam Kristus, kita harus memiliki kerinduan untuk memandang wajah-Nya, untuk senantiasa berada di hadirat-Nya.
"Barangsiapa berkata: Aku mengenal Allah, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran." (1Yoh 2:4) Hal ketiga yang diperlukan untuk menjadi bahagia dan kudus adalah hidup sebagaimana Yesus hidup. Santo Yohanes mengatakan, "Demikianlah kita mengetahui, bahwa kita ada di dalam Dia." (1Yoh 2:5) "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1Yoh 2:6) Kita perlu menjalani hidup beriman dengan mengikuti jejak Tuhan kita. Keempat, untuk tetap berada di dalam Kristus, kita harus memiliki kerinduan untuk memandang wajah-Nya, untuk senantiasa berada di hadirat-Nya.
Mazmur tanggapan dalam Misa ini, yaitu Mazmur 24, mengungkapkan hal tersebut dengan sangat tepat: "Ya Tuhan, inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu." Mazmur itu melanjutkan, "Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan! Dialah orang yang mencari wajah Allah, yang mencari wajah Allah Yakub."
Kelima dan terakhir, agar tetap berada di dalam Kristus, kita harus bersedia menderita bersama-Nya. Hal ini mungkin terdengar kontradiktif, namun itulah kenyataannya. Hanya mereka yang bersedia menderita demi kasih yang dapat memahami misteri ini.
Tuhan Yesus menyebutkan hal ini dua kali dalam delapan Sabda Bahagia. Disebutkan dua kali karena jalan menuju persahabatan erat dengan Kristus adalah jalan salib. Mari kita cermati dua Sabda Bahagia yang mengajarkan kita bahwa satu-satunya jalan menuju kebahagiaan bukanlah dengan menghindari penderitaan. Dalam Sabda Bahagia yang kedua, Yesus bersabda, "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." (Mat 5:4) Ada suatu jenis dukacita—suatu bentuk kesedihan—yang justru memenuhi hati kita dengan kedamaian, bukan kegelisahan, karena hal itu mempersatukan kita dengan penderitaan orang yang tidak bersalah. Veronika mengalami hal ini ketika ia mengusap wajah Yesus dalam perjalanan menuju Kalvari. Hal ini dialami oleh mereka yang berdiri dalam solidaritas bersama anak-anak yang belum lahir beserta ibu mereka—keduanya merupakan korban dari kekerasan aborsi. Atau, ketika kita tidak mampu mengubah keadaan yang diliputi oleh kejahatan besar, setidaknya kita dapat melawan kejahatan tersebut secara batiniah, melalui sikap protes dalam keheningan dan doa yang penuh kewaspadaan.
Sabda Bahagia lainnya yang berbicara tentang dukacita yang berujung pada kebahagiaan adalah Sabda Bahagia yang kedelapan. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Tuhan Yesus merujuk pada dua jenis penganiayaan yang mungkin dialami oleh para murid-Nya yang setia. Pertama adalah penganiayaan dalam bentuk kemartiran karena kesetiaan kepada Kristus; kedua adalah penganiayaan berupa peminggiran atau dipermalukan di depan umum karena dengan setia membela kebenaran, serta menolak untuk diintimidasi oleh ejekan orang-orang yang beranggapan bahwa "kekuatan adalah kebenaran". Berkaitan erat dengan Sabda-sabda Bahagia ini adalah perkataan Yesus: "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga."
Sebagai pengingat bagi kita semua bahwa kita pun dipanggil untuk menjadi orang kudus—di sini dan saat ini, di negara kita, di zaman kita, dan di paroki kita masing-masing. Kekudusan dapat dicapai di mana saja, dan itu dimulai dari rumah serta lingkungan tempat tinggal kita. Anda dan saya dapat menjalin persahabatan yang erat dengan Yesus. Kita dapat tetap tinggal dalam kasih-Nya. Kita dapat menghayati Sabda Bahagia di mana pun Ia menempatkan kita. Sesungguhnya, untuk itulah Tuhan menciptakan kita: untuk mengenal, mengasihi, dan melayani-Nya di dunia ini, serta untuk berbahagia bersama-Nya selamanya di surga.
Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang mempraktikkan kebajikan kerendahan hati
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Kekudusan
berawal dari hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan dengan motif
kasih yang besar kepada Tuhan, karena “perbuatan kasih adalah jalan
utama yang memimpin kita kepada Tuhan.” (St. Teresia dari Kanak-kanak
Yesus)
Antifon Komuni (Mat 5:8-10)
Berbahagialah orang yang suci hatinya sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Blessed are the clean of heart, for they shall see God. Blessed are the peacemakers, for they shall be called children of God. Blessed are they who are persecuted for the sake of righteousness, for theirs is the Kingdom of Heaven.
Beati mundo corde, quoniam ipsi Deum videbunt: beati pacifici, quoniam filii Dei vocabuntur: beati qui persecutionem patiuntur propter iustitiam, quoniam ipsorum est regnum caelorum.
THOMAS/RENUNGAN PAGI





