| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Kamis, 15 Oktober 2026 Peringatan Wajib St. Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja

 
Kamis, 15 Oktober 2026
Peringatan Wajib St. Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja 
    
“Ingatlah, tidak ada senjata yang lebih baik daripada salib” (St. Teresa dari Avila)


Antifon Pembuka (Mzm 8:2)

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu luhur mengatasi langit.

Doa Pagi 
 
Allah Bapa yang bersemayam di istana mulia, atas dorongan Roh Kudus, Santa Teresia telah menunjukkan kepada umat-Mu jalan menuju kesempurnaan. Semoga budi kami selalu dibimbing oleh ajarannya dan hati kami dikobarkan oleh keinginan akan kesucian.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
         
Pedro Ribeiro Simões from Lisboa, Portugal (CC BY 2.0)




Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (1:1-10)
      
"Allah telah memilih kita sebelum menciptakan jagat raya."
    
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang yang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita dalam Dia yang dikasihi-Nya. Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita telah memperoleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang Ia lempahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya dalam Kristus, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan segala sesuatu dalam Kristus sebagai kepala, baik yang di surga maupun yang di bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref.  Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah
menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
       
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:47-54)
     
"Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia akan dituntut."
         
Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, "Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam bagi para nabi, padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka. Dengan drmikian kalian mengakui, bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kalian membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata, 'Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul. Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya. Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah.' Bahkan Aku berkata kepadamu, 'Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.' Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan. Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tetapi orang yang berusaha masuk kalian halang-halangi." Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai, dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-nya.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 

Renungan
   
 Dua minggu yang lalu, pada tanggal 1 Oktober, kita merayakan Santa Teresia dari Lisieux—seorang biarawati Karmel yang sering disebut "si kecil" dalam artian tertentu—dan hari ini kita merayakan Santa Teresia dari Avila, tokoh pembaharu Ordo Karmel. Sejenak, patutlah kita merenung dan berhenti sejenak hari ini untuk mengakui besarnya semangat pengorbanan para biarawati Karmel ini; hingga kini, mereka menjalani hidup yang tidak jauh berbeda dengan semangat pembaruan yang dicetuskan oleh Teresa dari Avila pada pertengahan abad ke-16. Pengorbanan, kemiskinan yang mendalam, kerendahan hati, semangat tobat, dan puasa—semua itu mereka lakukan di balik pintu tertutup biara demi kita. Mereka secara khusus mendoakan para imam dan mendoakan pertobatan jiwa-jiwa. Renungkanlah hal ini hari ini—dan mungkin di hari-hari lain—yaitu gagasan tentang menyerahkan seluruh hidup kepada Allah. Kita sendiri sebenarnya tidak melakukan hal itu.
 
Kita juga hidup di tengah dunia. Namun, ada kerinduan untuk menyerahkan diri sepenuhnya bagi Allah. Teresa dari Avila adalah seorang mistikus besar, namun ia juga menjadi guru bagi kita. Bacalah tulisan-tulisannya yang menggunakan bahasa yang sangat sederhana namun indah, misalnya tentang doa. Suatu kali ia berkata bahwa doa kita justru bisa saja menjauhkan kita dari tujuan doa yang sesungguhnya. Sebab, doa adalah sarana untuk menjalin persahabatan yang akrab dan mendalam dengan Allah. Renungkanlah hal itu: menjadi sahabat Allah, bahkan lebih lagi, jatuh cinta kepada Allah, dan benar-benar terpikat oleh kerinduan serta hasrat akan Allah. Bagaimana cara berdoa? Teresia dari Avila memiliki ungkapan yang luar biasa. Ia berkata bahwa berdoa bukanlah soal banyak berpikir atau banyak bicara, melainkan soal banyak mengasihi. Ia berpesan agar kita melakukan apa pun yang paling mendorong kita untuk mengasihi. Bisa jadi itu berupa doa Rosario, atau—seperti yang pernah ia lakukan—memandang gambar pada kartu devosi. Konon, ia sering menghabiskan waktu heningnya dengan memandang gambar Yesus yang sedang bergumul dalam sakratul maut di Taman Getsemani.
  
Ia menganjurkan kita untuk setiap hari—bukan hanya selama masa Prapaskah—merenungkan peristiwa sengsara Yesus, karena hal itu menarik kita pada misteri agung Allah yang wafat bagi kita dalam kemanusiaan Yesus Kristus. Ia hidup dalam biara tertutup, namun ia mendirikan 17 biara Karmel dari cabang Reformasi. Dalam salah satu kutipan terkenal dari Teresia dari Avila—seorang biarawati yang hidup dalam klausura—ia berkata bahwa orang miskin jarang mendapatkan penghormatan. Orang miskin jarang mendapatkan penghormatan. Mungkin ia juga memaksudkan hal itu di dalam biara-biara Karmelnya sendiri. Marilah kita tergerak oleh sosok-sosok kudus seperti ini. Mereka tidak sekadar berada di balik pintu tertutup; kehadiran mereka juga bermakna bagi kita. Dan pada hari ini, marilah kita berdoa bagi mereka. Mereka pun berdoa bagi kita. Marilah kita mengenang jiwa-jiwa tersembunyi ini yang menjalani hidup penuh pengorbanan dan doa yang sungguh-sungguh. Marilah kita mendoakan mereka dalam Misa hari ini. Berikanlah penghormatan kepada mereka. 
    
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 


Antifon Komuni

Aku ini gandum Kristus, yang harus digiling geraham binatang menjadi roti murni.  
  
I am the wheat of Christ to be ground by the teeth of beasts, that I may be found to be pure bread.
 

Doa Malam

Yesus, Tuhan dan Guru kami, jangan biarkan sikap dan tindakan kami seperti orang munafik, yang menghalangi sesama untuk mencapai Dikau demi harga diri dan nama baik kami sendiri. Sebaliknya, mampukan kami untuk hidup dalam cinta kasih, lemah lembut dan rendah hati dalam mengabdi sesama. Atas segala dosa dan salah kami, ampunilah kami malam ini ya, Tuhan. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Kamis Pekan Biasa ke-28
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Angelus, 5 Juli 2009

Dari cambukan hingga tusukan di lambung-Nya setelah wafat-Nya di kayu Salib, Kristus mencurahkan seluruh Darah-Nya sebagai Anak Domba sejati yang dikorbankan untuk penebusan banyak orang. Nilai keselamatan dari Darah-Nya dinyatakan secara tegas dalam banyak bagian Perjanjian Baru. Cukuplah untuk menyebutkan kata-kata indah dari Surat kepada Jemaat Ibrani: "Kristus... telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup." (9:11-14). Dalam Kitab Kejadian, tertulis bahwa darah Habel, yang dibunuh oleh saudaranya, Kain, berseru kepada Allah dari bumi (lih. 4:10). Dan, sayangnya, saat ini seperti di masa lalu, seruan ini tidak pernah berhenti, karena darah manusia terus tertumpah karena kekerasan, ketidakadilan, dan kebencian. Kapan manusia akan belajar bahwa hidup itu kudus dan hanya milik Allah? Kapan mereka akan mengerti bahwa kita semua adalah saudara dan saudari? Terhadap seruan yang muncul dari begitu banyak bagian bumi untuk darah yang tertumpah, Allah menanggapi dengan Darah Putra-Nya, yang menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Kristus tidak menanggapi kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan, dengan kasih-Nya yang tak terbatas. Darah Kristus adalah janji kasih Allah yang setia bagi umat manusia. Setiap manusia, bahkan dalam kondisi kesengsaraan moral yang ekstrem dapat berkata, sambil menatap luka-luka dari Yang Tersalib: "Allah tidak meninggalkan aku, Ia mengasihiku, Ia telah menyerahkan nyawa-Nya bagiku", dan dengan demikian menemukan kembali harapan. Semoga Perawan Maria, yang di kaki Salib bersama Rasul Yohanes menerima wasiat Darah Yesus, membantu kita menemukan kembali kekayaan tak ternilai dari rahmat ini dan merasakan rasa syukur yang dalam dan abadi atasnya.
 
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy