| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Rabu, 14 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXVIII

 
Rabu, 14 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXVIII
    
Kata "liturgi" pada mulanya berarti "karya publik", "pelayanan dari rakyat dan untuk rakyat". Dalam tradisi Kristen, kata itu berarti bahwa Umat Allah mengambil bagian dalam "karya Allah" Bdk. Yoh 17:4.. Melalui liturgi, Kristus Penebus dan Imam Agung kita, melanjutkan karya penebusan-Nya di dalam Gereja-Nya, bersama dia dan oleh dia. (Katekismus Gereja Katolik, 1609) 
   

Antifon Pembuka (Mzm 1:2)

Berbahagialah orang yang kesukaannya Taurat Tuhan, dan yang merenungkannya siang malam.
 
Doa Pagi
  
Allah Bapa kami di surga, bukalah bagi kami kitab-kitab, agar dapat mempelajari apa yang dapat menenteramkan hati. Semoga Yesus, Putra-Mu membawa kesembuhan dan keselamatan bagi kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Foto: Diocese of Siouxfall

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (5:18-25)          
 
"Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."
      
Saudara-saudara, kalau kalian membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kalian tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemujaan berhala, sihir, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Mengenai semuanya itu kalian kuperingatkan, seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya hasil Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Yang mengikuti Engkau, ya Tuhan, hidup dalam cahaya
Ayat. (Mzm 1-2.3.4.6; R: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
  
Bait Pengantar Injil do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:27) 2/4
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
  
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:42-46)
   
"Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi! Celakalah kamu, hai ahli-ahli kitab."
   
Sekali peristiwa Yesus bersabda, "Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan sejenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Yesus berkata lagi, "Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
 
 
Di setiap paroki tempat saya melayani selama 43 tahun ini, selalu ada sekelompok wanita yang biasa kami sebut sebagai "ibu-ibu misa jam 6".  Mereka adalah kaum perempuan di gereja yang selalu hadir dan sangat, sangat berharga bagi setiap pastor paroki. Mereka adalah sebuah kelompok—atau lebih tepatnya sebuah komunitas—komunitas umat beriman yang saling terlibat dalam kehidupan satu sama lain. Tampaknya mereka melakukan segalanya bersama-sama. Tidak hanya beribadah setiap hari, mendaraskan doa rosario setelah misa, atau mencuci perlengkapan altar, tetapi kehadiran mereka juga terasa di seluruh penjuru paroki.
 
Sebuah komunitas yang kuat, di mana mereka saling mengenal dan menjalin ikatan yang istimewa. Hubungan mereka jauh melampaui sekadar hal-hal lahiriah; mereka benar-benar saling berbagi kehidupan. Jika salah satu dari mereka tidak hadir dalam misa hari Minggu, mereka pasti akan mencari tahu apa yang sedang terjadi pada orang tersebut.
   
Mereka memiliki iman yang mendalam kepada Yesus Kristus, dan iman itulah yang sungguh mempersatukan mereka. Mereka saling menghibur saat ada kesedihan dalam hidup mereka. Mereka adalah umat beriman sejati dan teladan nyata dari apa yang diajarkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia.
  
Berkat kasih karunia Allah, komunitas-komunitas seperti ini bermunculan, baik di lingkungan paroki maupun di tengah masyarakat luas. Hal ini menjadi pengingat bahwa saat kita berjuang menuju surga dan mengupayakan keselamatan, kita tidak melakukannya sendirian. Tentu saja, kita menjalaninya di dalam komunitas yang kuat, bahu-membahu satu sama lain. Kita mengasihi Tuhan, dan secara berdampingan, kita menyaksikan serta menikmati kuasa dari makna menjadi Gereja. 
    
    Tuhan Yesus, nyalakan hatiku dengan cinta-Mu agar aku selalu mengejar apa yang paling penting - kasih-Mu, Tuhanku dan Allahku, dan cinta sesamaku yang telah Engkau ciptakan menurut gambar dan rupa-Mu. Bebaskan hatiku dari keinginan egois sehingga aku hanya memiliki ruang untuk kebaikan, belas kasihan, dan kebaikan terhadap setiap orang yang aku kenal dan temui. Amin.
    
 Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Antifon Komuni (Yoh 14:6)

Aku ini jalan, kebenaran dan hidup. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa kecuali lewat Aku.  
 
Rabu Pekan ke-28 Masa Biasa
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Homili, Rabu Abu, 13 Februari 2013
 
Yesus menjelaskan dengan jelas bahwa kualitas dan kejujuran hubungan kita dengan Tuhanlah yang mengungkapkan keaslian setiap praktik keagamaan. Karena itu, Ia mencela kemunafikan agama, cara bertindak yang dimaksudkan untuk mengesankan orang lain dan untuk mendapatkan pujian dan persetujuan. Murid sejati tidak melayani dirinya sendiri atau "masyarakat", tetapi melayani Tuhan, dengan sederhana dan murah hati: "maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Mat 6:4,6,18). Maka, kesaksian kita akan selalu lebih efektif jika kita tidak mencari kemuliaan diri sendiri dan semakin kita menyadari bahwa upah orang benar adalah Tuhan sendiri: menjadi satu dengan-Nya di dunia ini dalam perjalanan iman, dan, di akhir hidup, dalam kedamaian bercahaya dengan melihat-Nya muka dengan muka selamanya (bdk. 1 Kor 13:12).

RENUNGAN PAGI

 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy