Jumat, 16 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXVIII
Berdoa dengan giat berarti mengetuk pintu pada Tuhan. (St. Agustinus)
Antifon Pembuka (Mzm 33:12-13)
Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya. Dari surga Allah memandang dan melihat semua anak manusia.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahapengasih, Engkau selalu memperhatikan segala sesuatu yang hidup. Baik manusia maupun makhluk lainnya merasa aman tenteram di hadapan-Mu. Semoga penyelenggaraan-Mu meresap dalam hidup kami dan membuat kami penuh belas kasih terhadap siapa pun di sekitar kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Biasa Pekan XXVIII
Berdoa dengan giat berarti mengetuk pintu pada Tuhan. (St. Agustinus)
Antifon Pembuka (Mzm 33:12-13)
Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya. Dari surga Allah memandang dan melihat semua anak manusia.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahapengasih, Engkau selalu memperhatikan segala sesuatu yang hidup. Baik manusia maupun makhluk lainnya merasa aman tenteram di hadapan-Mu. Semoga penyelenggaraan-Mu meresap dalam hidup kami dan membuat kami penuh belas kasih terhadap siapa pun di sekitar kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| Credit: PaoloGaetano/istock.com |
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (1:11-14)
"Kami sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus dan kalian pun telah dimeteraikan dengan Roh Kudus."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu.
Ayat. (Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
5. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 33:22)
Tunjukkanlah kiranya kasih-setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:1-7)
"Rambut kepalamu terhitung semuanya."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
.Renungan
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, melalui sabda Tuhan hari ini, kita diingatkan untuk memiliki iman yang tulus dan nyata, bukan sekadar pengakuan di bibir. Sebagaimana diingatkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, melalui pembaptisan kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Status ini menuntut sebuah konsekuensi besar: hidup kita harus mencerminkan terang Tuhan, bukan malah berkompromi dengan keburukan dunia.
Dalam Injil, Yesus dengan tegas memperingatkan kita untuk menjauhi "ragi" orang Farisi, yakni kemunafikan dan keserakahan. Di zaman sekarang, keserakahan ini kerap menjelma menjadi dosa struktural yang sangat keji: perusakan lingkungan dan pembakaran hutan. Betapa munafiknya kita jika kita mengaku beriman dan mengasihi Allah, namun membiarkan kerakusan menghancurkan alam ciptaan-Nya demi keuntungan ekonomi sesaat.
Membakar hutan bukanlah sekadar pelanggaran hukum, melainkan sebuah dosa besar dan pemberontakan langsung terhadap Sang Pencipta. Ketika pepohonan ditebang dan dibakar, ekosistem hancur, dan asapnya mencekik napas sesama manusia, kita telah mengkhianati panggilan kita sebagai penjaga bumi. Ini adalah skandal iman yang memalukan; kita menghancurkan rumah yang telah dianugerahkan Tuhan dan merampas masa depan generasi penerus.
Dosa keserakahan ekologis ini tidak bisa dianggap sepele karena ia menyeret kita pada kehancuran bersama. Tuhan Yesus mengingatkan agar kita takut kepada Allah yang berkuasa atas penghakiman. Allah kita penuh belas kasih, tetapi Ia juga Mahaadil; di hadirat-Nya, kejahatan yang merusak kehidupan tidak akan dibiarkan begitu saja. Sabda Yesus hari ini menggema dengan sangat tajam untuk mengiris kemunafikan tersebut: "Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh... Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka." Peringatan ini menegaskan bahwa kekuatan korporat, sistem ekonomi yang serakah, atau pihak-pihak perusak alam mungkin terlihat superior. Mereka tampak berkuasa mengintimidasi, mengancam kenyamanan, atau bahkan mematikan tubuh fisik mereka yang berani menentangnya. Namun, ketakutan dan rasa hormat tertinggi kita harusnya hanya tertuju pada Sang Pencipta, satu-satunya Hakim yang akan menuntut pertanggungjawaban atas setiap jengkal bumi yang kita hancurkan.
Lebih dalam lagi, Tuhan Yesus membuka mata kita tentang bagaimana Bapa memandang alam semesta: "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguh pun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah." Sabda ini adalah teguran keras yang langsung menghujam nurani kita. Jika satu ekor burung pipit kecil dan murah tidak pernah luput dari pandangan Allah, betapa remuknya hati Allah Bapa melihat jutaan flora dan fauna mati terlilit kobaran api, kehilangan habitat, dan punah akibat ketamakan anak-anak-Nya? Memusnahkan hutan secara serampangan berarti melukai ciptaan yang sangat bernilai di mata Tuhan. Alam semesta bernapas dalam pemeliharaan-Nya, dan ketidakpedulian kita terhadap kerusakan ekosistem adalah bentuk pengingkaran terhadap kasih Allah sendiri.
Namun, di tengah teguran yang keras ini, Tuhan Yesus mengalirkan pengharapan dan jaminan kekuatan agar kita berani bertindak: "Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit." Penyelenggaraan Allah yang begitu detail atas hidup kita seharusnya membebaskan kita dari rasa cemas, ketakutan akan kekurangan, dan kekhawatiran masa depan ekonomi—yang selama ini kerap menjadi akar pembenaran untuk mengeksploitasi alam. Karena kita begitu berharga dan dikasihi, kita dipanggil untuk bangkit membalas cinta itu.
Karena itu, marilah kita menanggalkan segala ketakutan semu dan mewujudkan pertobatan ekologis yang sejati. Keselamatan menuntut kita untuk meninggalkan keserakahan yang membakar bumi, serta menolak diam melihat kehancuran ciptaan. Dengan menyadari betapa berharganya kita di mata Allah, mari kita melangkah tanpa gentar, kembali berkomitmen menempuh jalan kasih Tuhan, merawat alam semesta, dan menjadi pelindung kehidupan—bukan agen pembawa maut—bagi dunia ini. Semoga Tuhan senantiasa membimbing, menyertai, dan memberkati setiap niat baik kita. Amin.. (RENUNGAN PAGI)
Orang Kudus hari ini: 16 Oktober 2026 St. Hedwig dan St. Margaret Maria Alacoque
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Ef 1:14)
Roh Kudus adalah jaminan bahwa kita
akan memperoleh seluruh warisan, yaitu penebusan yang menjadikan kita
milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.



