Minggu, 18 Oktober 2026
Hari Minggu Biasa XXIX - Minggu Misi
"Kita dapat berbicara tentang hal-hal yang mempersatukan kita, namun tidak dapat berkompromi terhadap integritas iman Katolik, baik dogma maupun doktrin yang berakar pada Alkitab, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, yang dapat ditelusuri dari perkembangan doktrin." (Paus Paulus VI, Ensiklik Ecclesiam Suam, No. 109)
Antifon Pembuka (Mzm 17:6.8)
Aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.
To you I call; for you will surely heed me, O God; turn your ear to me; hear my words. Guard me as the apple of your eye; in the shadow of your wings protect me.
Ego clamavi, quoniam exaudisti me, Deus: inclina aurem tuam, et exaudi verba mea: custodi me, Domine, ut pupilam oculi: sub umbra alarum tuarum protege me.
Doa Pagi
Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah yang Mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Minggu Biasa XXIX - Minggu Misi
"Kita dapat berbicara tentang hal-hal yang mempersatukan kita, namun tidak dapat berkompromi terhadap integritas iman Katolik, baik dogma maupun doktrin yang berakar pada Alkitab, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, yang dapat ditelusuri dari perkembangan doktrin." (Paus Paulus VI, Ensiklik Ecclesiam Suam, No. 109)
Antifon Pembuka (Mzm 17:6.8)
Aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.
To you I call; for you will surely heed me, O God; turn your ear to me; hear my words. Guard me as the apple of your eye; in the shadow of your wings protect me.
Ego clamavi, quoniam exaudisti me, Deus: inclina aurem tuam, et exaudi verba mea: custodi me, Domine, ut pupilam oculi: sub umbra alarum tuarum protege me.
Doa Pagi
Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah yang Mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
"Aku memegang tangan kanan Koresh supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya."
Beginilah firman Tuhan, "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang untuk menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja; untuk membuka pintu-pintu di depannya, supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Demi hamba-Ku Yakub, dan demi Israel pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, dan menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya orang tahu bahwa tidak ada yang lain di luar Aku; Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/2, PS 863
Ref. Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuasaan.
Atau Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
Ayat. (Mzm 96:1.3.4.5.7-8.9-10)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:1-5b)
Ayat. (Mzm 96:1.3.4.5.7-8.9-10)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:1-5b)
"Kami selalu ingat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu, dan ketekunan harapanmu."
Salam dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihi Allah, kami tahu bahwa Allah telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan disamapaikan kepada kamu bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Flp 2:15-16)
Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.
Inilah Injil Suci menurut Matius (22:15-21)
"Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat
menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid
mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami
tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan
jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau
tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah
membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui
kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku,
hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak
itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya
kepada mereka, "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka, "Gambar
dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada
kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa
yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Renungan
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa Allah menciptakan dunia dan umat manusia. Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik, dan Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Jadi, Allah menciptakan manusia dalam kelimpahan kasih-Nya dan dengan kasih-Nya yang sempurna. Namun, ketika manusia berdosa dan tidak taat kepada Allah, gambar itu menjadi ternoda dan rusak. Akibatnya, manusia tidak lagi mencerminkan rupa Allah. Manusia justru menampilkan wajah dosa dan kejahatan. Itulah kenyataan yang kita lihat di sekeliling kita dan di dalam diri kita sendiri. Akan tetapi, ketika manusia berdosa dan berpaling dari Allah, Dia tidak meninggalkan manusia ataupun membinasakan dunia. Sebaliknya, Allah berjanji untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Allah berjanji untuk menyelamatkan dunia dan umat manusia dengan datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus.
Yesus Kristus adalah Juruselamat kita, dan kita percaya bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah sekaligus sungguh-sungguh manusia. Yesus Kristus datang untuk mewartakan Kabar Baik keselamatan. Yesus mengajar tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Dia mengampuni perempuan yang berzina; Dia mengampuni perempuan berdosa yang mengurapi kaki-Nya dan mengeringkannya dengan rambutnya. Dia mengampuni Petrus yang telah menyangkal-Nya. Dia mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya bahkan saat Dia menderita di kayu salib. Injil keselamatan itu juga dinyatakan melalui penyembuhan dan pembebasan. Yesus menyembuhkan orang sakit dan mereka yang menderita berbagai penyakit. Dia menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, dan penderita kusta. Dia mengusir roh jahat dari orang-orang yang kerasukan. Jadi, Injil itu diwartakan baik melalui perkataan maupun perbuatan. Dengan demikian, Yesus membawa manusia kembali kepada Allah melalui pertobatan dan pengampunan.
Sebagaimana dikatakan, Allah menjadi manusia agar manusia dapat kembali kepada Allah. Saat Gereja merayakan Minggu Misi, kita diingatkan kembali akan misi keselamatan yang mendasar ini. Sama seperti Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Kabar Baik keselamatan, kita pun dipanggil untuk mewartakan Kabar Baik tersebut kepada generasi kita. Misi ini membawa kita kembali pada inti spiritualitas dan identitas Kristen kita. Pewartaan Injil keselamatan hanya dapat membuahkan hasil jika disertai dengan doa dan doa syafaat. Doa dan syafaat merupakan inti dari spiritualitas dan identitas Kristen kita. Kita berdoa karena kita tahu bahwa Allah mengasihi kita, serta Dia akan mendengar dan menjawab doa-doa kita.
Jika Allah mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menjawab seruan umat-Nya, maka Yesus Kristuslah jawaban atas doa-doa kita. Dan kita tidak berdoa hanya untuk diri sendiri. Kita berdoa bagi orang lain, bagi bangsa-bangsa, dan bagi dunia. Kabar Baik keselamatan harus menjangkau hingga ke pelosok dan ujung bumi, serta kepada segala bangsa. Kabar Baik memiliki kuasa untuk mengubah hidup serta mendatangkan pertobatan dan pengampunan. Injil adalah obat yang akan menyembuhkan dunia dari kekerasan dan pertumpahan darah, serta menghadirkan damai sejahtera. Minggu Misi adalah sebuah panggilan untuk berdoa. Kita perlu dan harus berdoa agar dikuatkan serta diperbarui di dalam dan oleh kasih Allah. Sebab kita dipanggil untuk menjadi cerminan hidup dari Kabar Baik keselamatan bagi bangsa-bangsa di dunia.. (RENUNGAN PAGI)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
"Kita harus merangkul/dekat dan ramah kepada semua manusia; tapi apa yang datang dari musuh tidak bisa dan tidak boleh bergabung. Anda tidak dapat menggabungkan Kristus dan Belial (pangeran kegelapan)!" (Kardinal Robert Sarah, Prefek Emeritus Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata-tertib Sakramen)
Antifon Komuni (Mzm 33:18-19)
Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang mengharapkan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Behold, the eyes of the Lord are on those who fear him, who hope in his merciful love, to rescue their souls from death, to keep them alive in famine.
Atau (Mrk 10:45)
Anak Manusia datang untuk memberikan nyawa-Nya memnjadi tebusan bagi banyak orang.
The Son of Man has come to give his life as a ransom for many.




