| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 20 Oktober 2026 Hari Biasa Pekan XXIX

Selasa, 20 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXIX
 
 Ekaristi adalah khazanah maha berharga: bukan hanya dengan merayakannya tetapi juga dengan berdoa di hadapannya di luar Misa, kita dimampukan berhubungan dengan maha-sumber rahmat. (St. Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik Ecclesia de Eucharistia No. 25)

  
Antifon Pembuka (Ef 2:20)

Kalian dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Doa Pagi

Allah Bapa Pencipta alam semesta, Engkau berkenan membangun Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon, jadikanlah kami hamba-hamba yang setia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami, baik dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (2:12-22)
    
"Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
      
Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapih tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:35-38)
   
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
      
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

 
 Saudara-saudari terkasih, sebagai umat Allah, kita dipanggil untuk senantiasa memusatkan hidup pada-Nya dengan menyadari bahwa Kristus telah mendamaikan kita melalui pengorbanan-Nya yang sempurna di kayu salib. Keselamatan dan belas kasih yang telah dianugerahkan-Nya di saat kita terpuruk menuntut tanggapan yang tulus. Oleh karena itu, kita harus senantiasa siap sedia dengan menjalani hidup yang layak, menjauhi berhala duniawi seperti uang dan kekuasaan, serta meneladani ketaatan Kristus.

Iman kita tidak boleh sekadar formalitas atau ketaatan buta di bibir saja, melainkan harus hidup dan mewujud dalam setiap perkataan serta perbuatan sehari-hari. Mari kita menjadi suluh terang dan pembawa kasih pengampunan di tengah dunia yang terluka, membuktikan diri sebagai murid Kristus yang sejati melalui tindakan nyata bagi sesama, bukan malah menjadi batu sandungan. Janganlah menunda lagi; marilah kita tanggapi panggilan Allah dengan segenap hati agar melalui kesaksian hidup kita, semakin banyak jiwa yang dibawa kepada keselamatan. Semoga Allah senantiasa memberkati kita. Amin.
 (RENUNGAN PAGI) 
  
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
 Antifon Komuni (Ef 2:21-22)
 
Di atas Kristus tumbuhlah seluruh bangunan yang tersusun rapi, menjadi Bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh. 
    
 Ekaristi, sebagai ungkapan tertinggi sakramen persekutuan dalam Gereja, menuntut dirayakan dalam konteks ikatan persekutuan lahir yang utuh. Secara khusus, justru karena Ekaristi "merupakan puncak hidup rohani dan tujuan semua sakramen." Maka dituntut juga agar perikatan persekutuan dalam sakramen, khususnya baptisan dan dalam hal tahbisan imam, haruslah nyata. Mustahillah memberikan komuni kepada seseorang yang tidak terbaptis atau yang menolak kepenuhan kebenaran iman mengenai misteri Ekaristi. Kristus adalah kebenaran dan saksi kebenaran (lih Yoh 14:6; 18:37); Sakramen tubuh dan Darah-Nya tak membenarkan kepalsuan. (Paus Yohanes Paulus II, Surat Ensiklik Ecclesia De Eucharistia No. 38b - Seri Dokumen Gerejawi No. 67)
 

 
 
Selasa Pekan Biasa ke-29
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Angelus, 12 Agustus 2007
 
Bacaan Injil meminta umat Kristiani untuk melepaskan diri dari harta benda, yang sebagian besar bersifat ilusi, dan untuk melaksanakan tugas mereka dengan setia, terus-menerus bercita-cita ke Surga. Semoga umat beriman tetap waspada dan berjaga-jaga untuk siap menyambut Yesus ketika Ia datang dalam kemuliaan-Nya.
  
Melalui contoh-contoh yang diambil dari kehidupan sehari-hari, Tuhan menasihati para pengikut-Nya, yaitu kita, untuk hidup dengan watak batin ini, seperti para hamba dalam perumpamaan yang sedang menantikan kedatangan tuan mereka. "Berbahagialah hamba-hamba", katanya, "yang didapati tuannya dalam keadaan terjaga ketika ia datang" (Luk 12:37). Karena itu kita harus berjaga-jaga, berdoa, dan berbuat baik.
Memang benar, kita semua adalah pengembara di bumi [...] Oleh karena itu, Liturgi Sabda hari ini ingin mengajak kita untuk berpikir tentang "kehidupan dunia yang akan datang", seperti yang kita ulangi setiap kali kita mengucapkan pengakuan iman kita dengan Syahadat. Ini adalah undangan untuk menjalani hidup kita dengan bijaksana dan dengan pandangan jauh ke depan, untuk mempertimbangkan dengan saksama takdir kita, dengan kata lain, realitas-realitas yang kita sebut final: kematian, penghakiman terakhir, kekekalan, surga dan neraka. Dan dengan cara inilah kita memikul tanggung jawab atas dunia dan membangun dunia yang lebih baik.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy