Kamis, 08 Oktober 2026
Hari Biasa Pekan XXVII
“Mulut seorang yang rendah hati berbicara mengenai kebenaran.” (St. Markus, Pertapa)
Antifon Pembuka (Luk 11:13)
Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun, yang meminta kepada-Nya.
Doa Pagi
Ya Allah, bukalah mata dan telinga kami bagi-Mu, bagi diri kami sendiri, dan bagi sesama manusia, supaya kami tahu apa yang seharusnya kami mohon, dan supaya hati kami terbuka bagi jawaban-Mu atas doa kami, bahkan kalau jawaban-Mu berbeda dengan apa yang kami harapkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
“Mulut seorang yang rendah hati berbicara mengenai kebenaran.” (St. Markus, Pertapa)
Antifon Pembuka (Luk 11:13)
Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun, yang meminta kepada-Nya.
Doa Pagi
Ya Allah, bukalah mata dan telinga kami bagi-Mu, bagi diri kami sendiri, dan bagi sesama manusia, supaya kami tahu apa yang seharusnya kami mohon, dan supaya hati kami terbuka bagi jawaban-Mu atas doa kami, bahkan kalau jawaban-Mu berbeda dengan apa yang kami harapkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (3:1-5)
"Adakah kalian menerima Roh karena melakukan hukum atau karena percaya akan pewartaan Injil?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Kidung Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.
Ayat. (Luk 1:69-70.71-72.73-75)
1. Tuhan menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya; seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus.
2. Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus.
3. Sumpah telah diucapkan-Nya kepada Abraham bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita supaya kita terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Kis 16:14b)
Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (11:5-13)
"Mintalah, maka kalian akan diberi."
Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya’, masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu’. Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Saudara-saudari tekasih, kita mungkin bertanya-tanya: apa yang seharusnya kita minta? Apa yang harus kita cari? Untuk hal apa kita harus mengetuk pintu ini? Ayat terakhir dalam Injil memberikan jawabannya kepada kita. Betapa Bapa di surga akan jauh lebih bersedia memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Dalam arti tertentu, tujuan dari doa saat menghadiri Misa harian adalah untuk memohon kehadiran Allah, untuk merindukan Allah. Anda mungkin menyadari bahwa kemarin, saat pembacaan doa Bapa Kami dalam Injil Lukas, ada beberapa frasa yang tidak disebutkan—termasuk frasa yang menjadi inti dari doa Bapa Kami itu sendiri. Itulah hal yang sesungguhnya harus kita mohonkan dengan sungguh-sungguh setiap hari: "Jadilah kehendak-Mu." Aku menginginkan-Mu. Aku menginginkan kehendak-Mu. Aku ingin segala sesuatu yang Engkau kehendaki itu terlaksana.
Ada satu frasa yang kita dengar pada Misa hari Kamis lalu—tepatnya dalam ayat terakhir dari Kitab Ayub yang dibacakan saat itu—yang terus melekat dalam ingatan saya sepanjang minggu ini. Ayat itu berbunyi: "Batin-Ku diliputi kerinduan yang mendalam." Seharusnya itulah juga doa permohonan kita. Batin kita diliputi kerinduan yang mendalam akan diri-Mu, agar kehendak-Mu terlaksana.
Ada seorang biarawan dari Ordo Kartusian—seorang pemimpin umum ordo tersebut pada abad yang lalu; beliau wafat pada tahun 1945 dan mungkin saja seorang kudus. Ada satu bagian singkat dalam kumpulan surat-surat beliau yang dihimpun setelah wafatnya. Beliau menyampaikan hal-hal yang sederhana, namun pernah berkata bahwa seluruh kehidupan rohani itu sesungguhnya terdiri dari iman dan kehendak. Iman yang mendalam bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah memiliki tujuan, rencana, dan kehendak-Nya sendiri; serta kehendak untuk memilih—memilih untuk menyerahkan diri kepada-Nya.
Mari kita sadari hal ini saat kita menyambut-Nya hari ini. Memang benar, seperti yang kita ketahui, tidak semua permohonan kita yang bersifat duniawi itu selalu dikabulkan. Kita tidak selalu menerima hal-hal yang kita minta, bahkan kesehatan atau keselamatan sekalipun. Hal-hal itu tidak selalu dikabulkan karena tidak selalu sesuai dengan kehendak Allah. Namun, hal-hal yang berasal dari Allah memanggilnya, dan permintaan itu tidak pernah ditolak.
Satu hal terakhir: saya rasa di surga nanti, mungkin saat Yesus berbincang dengan Bunda Maria, Dia akan menunjuk orang-orang—bisa jadi mereka yang ada di sini—dan berkata, "Apa pun yang aku minta dari-Nya, selalu aku terima. Apa pun yang kucari, aku dapatkan dari-Nya. Setiap kali aku mengetuk pintu hati-Nya dan menyampaikan permohonan, Dia selalu membukakan pintu bagiku." Mari kita terus mengupayakan keterbukaan hati semacam itu terhadap Allah; Dia sungguh senang melihatnya dalam jiwa kita..
Antifon Komuni (Luk 11:13)
Jika kamu yang jahat tahu
memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu di surga. Ia akan
memberikan Roh Kudus kepada siapa saja yang meminta-Nya.
Kamis Pekan Biasa ke-27
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Angelus, 25 Juli 2010
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Angelus, 25 Juli 2010
"Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan dosa kami" (Luk 11:3-4). Justru karena kebutuhan dan kesulitan setiap hari, Yesus menasihati kita dengan tegas: "Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan" (Luk 11:9-10). Meminta bukanlah untuk memuaskan keinginan kita sendiri, melainkan untuk memelihara persahabatan yang erat dengan Allah, yang, lanjut Injil, "Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Luk 11:13). Para "Bapa Gurun" zaman dahulu mengalami hal ini, seperti juga para kontemplatif dari segala zaman yang melalui doa menjadi sahabat Allah, seperti Abraham yang memohon kepada Tuhan agar menyelamatkan beberapa orang benar dari kehancuran kota Sodom (bdk. Kej 18:21-32). St. Teresa dari Avila menyampaikan undangan kepada para susternya dengan kata-kata: kita harus "memohon kepada Tuhan untuk membebaskan kita dari bahaya ini selamanya dan untuk menjaga kita dari segala kejahatan! Dan meskipun keinginan kita untuk ini mungkin tidak sempurna, marilah kita berusaha untuk mengajukan permohonan. Apa yang harus kita bayar untuk memintanya, karena kita memintanya dari Dia yang begitu berkuasa?" (Cammino, 60 (34), 4, dalam Opere complete, Milan 1998, hlm. 846) [judul dalam bahasa Inggris: The Way of Perfection / Jalan Kesempurnaan].
RENUNGAN PAGI




