Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 19 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XVI

 

 
Minggu, 19 Juli 2026
Hari Minggu Biasa XVI
   
“Banyak sekali umat beriman yang mengungkapkan keprihatinan mereka yang mendalam terhadap Gereja pada masa sekarang kepada saya, yaitu ketika tampak ada begitu banyak kebingungan tentang kebenaran dogmatis yang mendasar dan kebenaran moral. Saya mendorong mereka untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran dan disiplin Gereja dan menyuarakan keprihatinan mereka, supaya para gembala dapat memahami kebutuhan yang mendesak untuk menyuarakan kebenaran iman dengan jelas dan berani, serta menerapkan kembali disiplin yang diperlukan untuk menjaga kebenaran yang sama ini dengan kasih dan ketegasan.” — Raymond Leo Kardinal Burke
 
Antifon Pembuka (Mzm 54:6-8)
   
Allah adalah Penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela aku mempersembahkan kurban dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena baiklah nama-Mu.
  
See, I have God for my help. The Lord sustains my soul. I will sacrifice to you with willing heart, and praise your name, O Lord, for it is good.
  
Ecce Deus adiuvat me, et Dominus susceptor est animæ meæ: averte mala inimicis meis, in veritate tua a disperde illos, protector meus Domine.
  

Doa Pagi

   
Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau selalu memberi kesempatan kepada kami untuk bertobat. Semoga, kami peka dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Kauberikan itu sehingga kesabaran-mu sungguh-sungguh membuahkan perbaikan dan pembaruan bagi hidup kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                
Credit: PaoloGaetano/istock.com

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (12:13.16-19)      
   
"Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat."
     
Selain Engkau, tidak ada Allah yang memelihara segala-galanya, sehingga Engkau harus membuktikan kepadanya bahwa Engkau menghukum dengan adil. Asas keadilan-Mu ialah kekuatan-Mu, dan karena berdaulat atas semuanya maka Engkau bersikap lunak terhadap segala sesuatu. Kekuatan-Mu hanya Kauperlihatkan apabila orang tak percaya akan kepenuhan kuasa-Mu, orang yang berani menentang kekuasaan-Mu Kaupermalukan. Tetapi, meskipun Engkau Penguasa yang kuat, Engkau mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat murah hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau, Engkau dapat berbuat apa saja. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  

Sabtu, 18 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 
Sabtu, 18 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
   
“Sebelum diberkati dengan sabda surgawi namanya roti. Tetapi setelah konsekrasi roti itu merupakan Tubuh Kristus” (St. Ambrosius)
     

Antifon Pembuka (Mat 12:18)
   
Inilah hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.

Doa Pagi


Allah Bapa Mahabaik, Engkau menghendaki suara-Mu terdengar dan kebaikan-Mu disaksikan orang dalam diri manusia penuh cinta kasih, yang takkan mematahkan gelagah terkulai dan takkan memadamkan sumbu berkedip-kedip. Semoga Dia menjadi lambang pengharapan dan kedamaian. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
        


Russ Allison Loar (CC BY-NC-ND 2.0)

Bacaan dari Nubuat Mikha (2:1-5)     
    
"Mereka merampas ladang-ladang dan menyerobot rumah-rumah."
    
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya! Pada waktu fajar mereka melakukannya, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila menginginkan ladang, mereka merampasnya; bila menginginkan rumah, mereka menyerobotnya. Mereka menindas orang bersama isi rumahnya dan manusia bersama milik warisannya. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, “Sungguh Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini. Dan kalian takkan dapat menghindarkan lehermu dari padanya. Kalian takkan dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kalian dan akan memperdengarkan suatu ratapan. Mereka akan berkata, “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tak ada orang yang mengembalikannya. Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.” Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Jumat, 17 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

 
Jumat, 17 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV

"Pelayan altar mengambil tempat yang istimewa dalam perayaan liturgi. Dia yang melayani di Misa, menghadirkan dirinya ke sebuah komunitas. Dia mengalami secara langsung bahwa Yesus Kristus hadir dan aktif dalam setiap tindakan liturgis. Yesus hadir ketika komunitas berkumpul untuk berdoa dan memberikan pujian kepada Tuhan Yesus yang hadir di dalam Firman Kitab Suci. Yesus hadir di atas segalanya dalam Ekaristi di bawah tanda-tanda roti dan anggur, Dia bertindak melalui imam yang dalam pribadi Kristus, merayakan Misa Kudus dan mengatur sakramen-sakramen. Oleh karenanya, dalam liturgi, kamu lebih dari sekadar "pembantu pastor paroki". Di atas segalanya, kamu adalah pelayan Yesus Kristus, Imam Besar yang kekal. " – Santo Yohanes Paulus II.


Antifon Pembuka (Hosea 6:6)

Aku menyukai kasih setia dan bukan kurban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban sembelihan.

Doa Pagi


Allah Bapa Yang Maharahim, kami mohon kebebasan para putra dan putri-Mu. Semoga Roh-mu berkenan menjiwai hati kami, agar kami mampu menyerupai Yesus, yang menjadi jalan dan kebenaran kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
          
Bacaan dari Kitab Yesaya (38:1-6.21-22; 7-8)
   
  
"Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu."
   
Pada waktu itu Hizkia , raja Yehuda, jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah Nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah sabda Tuhan, "Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan. Ia berkata, "Ya Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di hadapan-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia, 'Beginilah sabda Tuhan, Allah Daud, leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sungguh, Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan dikau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan melindungi kota ini." Kemudian berkatalah Yesaya, "Hendaknya diambil sebuah kue dari buah ara dan ditaruh di atas barah itu, maka raja akan sembuh." Sebelum itu Hizkia telah berkata, "Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah Tuhan?" Jawab Yesaya, "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari Tuhan, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya, 'Sungguh, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak dari yang telah dijalaninya'." Maka pada penunjuk matahari itu mundurlah matahari sepuluh tapak ke belakang dari jarak yang telah dijalaninya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kamis, 16 Juli 2026 Hari Biasa Pekan XV

  
Kamis, 16 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XV
  
“Mereka yang berdoa tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika mereka menemukan diri mereka dalam keadaan yang sulit dan tak berpengharapan secara manusiawi.” (Paus Benediktus XVI)
  

Antifon Pembuka (Yes 26:7.9)

Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. Dengan segenap hati aku merindukan Dikau waktu malam, dengan sepenuh hati pula aku mencari Engkau waktu pagi.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahakuasa, ketika manusia menderita, Engkaulah yang menyampaikan sabda pembebasan serta pengharapan melalui Yesus Putra-Mu. Semoga kami dapat mengalami dan menikmati pemeliharaan-Mu yang besar dalam segala usaha kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin
        


Bacaan dari Kitab Yesaya (26:7-9.12.16-19)
  
"Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah."
  
Pada suatu waktu kidung berikut akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Ya Tuhan, Engkau merintis jalan lurus bagi orang benar. Kami juga menanti-nantikan saat Engkau menjalankan penghakiman. Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Dikau pada waktu malam, dan dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi. Sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau. Ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa. Seperti wanita yang mengandung dan sudah dekat waktunya melahirkan, menggeliat sakit dan mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya Tuhan. Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan hanya melahirkan angin. Kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia. Ya Tuhan, orang-orang-Mu yang telah mati akan hidup kembali, mayat-mayat mereka akan bangkit lagi. Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkit dan bersorak sorailah! Sebab embun Tuhan ialah embun terang dan bumi akan melahirkan arwah kembali.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 15 Juli 2026 St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

 
Public Domain

 
Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kita memperingati St. Bonaventura, Uskup, seorang uskup Fransiskan, teolog, dan Kardinal Gereja Katolik Roma yang terkenal, yang kemudian dinyatakan sebagai salah satu Doktor Gereja karena kontribusinya yang besar terhadap iman Kristen dan Gereja, serta komitmennya terhadap reformasi Gereja.

St Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan dan berinteraksi dengan pendirinya, santo terkenal lainnya, Santo Fransiskus dari Assisi. Ia menulis secara ekstensif tentang masalah teologis, sedemikian rupa sehingga ia dikenal sebagai 'Doktor Serafik' oleh para sezamannya dan teolog Gereja di kemudian hari. Ia juga terpilih sebagai pemimpin Ordo Fransiskan sebagai Menteri Jenderal, dan berperan penting dalam membimbing ordo tersebut melalui karya dan prinsip-prinsipnya, dan pada saat yang sama juga terlibat dalam reformasi Gereja secara keseluruhan yang lebih besar dan luas. Ia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus atas upaya dan karyanya yang berpengaruh dalam mengamankan pemilihannya, dan dalam banyak kontribusi lainnya bagi kebaikan Gereja dan umat beriman Allah. Teladan besar Santo Bonaventura masih menginspirasi banyak orang hingga hari ini.

Rabu, 15 Juli 2026 Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Rabu, 15 Juli 2026
Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Kepada Kristus yang tergantung di salib, kita harus memandang dengan iman, harapan, kasih dan kagum. (St. Bonaventura)     
   
Antifon Pembuka (Dan 12:3)

Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.


Doa Pagi


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati dan budi kami diterangi oleh pengetahuannya yang cemerlang, dan hati kami dikobarkan oleh cinta kasihnya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
    
Credit: Sidney de Almeida/istock.com    
 
Bacaan dari Kitab Yesaya (10:5-7.13-16) 
  
"Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?"
      
Beginilah Tuhan bersabda, "Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa." Sebab Asyur berkata, "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku aku telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." Maka beginilah firman Tuhan, "Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 14 Juli 2026 St. Kamillus de Lellis

 

 
 
  Hari ini, Gereja memperingati St. Kamillus de Lellis, pendiri ordo religius Kamilus,  seorang imam dikenang karena kepedulian dan belas kasihnya yang besar terhadap orang sakit dan yang sekarat, dan terhadap semua yang terluka dan dirawat di rumah sakit, berdasarkan pengalamannya sendiri sebelumnya, ketika ia berperang di militer sebelum bergabung dengan imamat, di mana cedera kaki dan juga pengalaman buruk, sikap dan masalah, yang termasuk sifat agresifnya dan perjudian yang berlebihan, akhirnya membawanya untuk mencari Tuhan melalui bantuan seorang biarawan Kapusin yang dengan sabar membantu Santo Kamillus de Lellis untuk menemukan jalannya kepada Tuhan. Melalui pertobatan itu, orang berdosa ini beralih ke kehidupan baru sebagai seorang imam dan hamba Tuhan akhirnya merasakan panggilan untuk melayani Tuhan dan umat-Nya dengan cara yang lebih besar.

Ia mendirikan Ordo Klerus Reguler, Pelayan Orang Sakit, yang sekarang dikenal sebagai Ordo Camillian sesuai nama pendirinya, yang anggotanya mengabdikan diri untuk merawat orang sakit dan terluka, membantu dalam perang dan konflik, dan merawat semua orang yang tidak mampu merawat diri sendiri. Santo Kamillus de Lellis sendiri menderita penyakit dan kesulitan sepanjang hidup dan pelayanannya, tetapi ia tidak membiarkan semua hal itu menghalangi atau melemahkan semangatnya untuk terus menjalankan pekerjaannya, memperhatikan orang sakit dan menderita, dan semua orang yang kurang beruntung, tindakan yang menginspirasi banyak orang lain untuk bergabung dan membantu dalam perjuangannya, melalui upaya dan pekerjaannya yang sabar.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy