Rabu, 02 Desember 2009 Hari Biasa Pekan I Adven

Rabu, 02 Desember 2009
Hari Biasa Pekan I Adven

"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu”. (Mat 15:29-37)

Doa Renungan

Allah Bapa yang maha pengasih, hari-hari hidup kami bergantung kepada-Mu. Sebagaimana Putera-Mu berbelas kasih kepada orang banyak dengan memberi mereka makan, ajarlah kami juga menjadi seperti Putera-Mu yang mau berbelas kasih kepada siapa saja. Buatlah kami peka kepada orang-orang yang sangat memerlukan uluran tangan kami. Buatlah kami juga menjadi perpanjangan tangan-Mu di dunia ini. Agar nama-Mu semakin dipermuliakan di dunia ini. Amin.

Bacaan Pertama (Yes 25:6-10a)

L. Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang.

Pembacaan dari Kitab Yesaya (25:6-10a)

Di Gunung Sion Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa suatu jamuan dengan masakan mewah, dengan anggur yang tua benar; suatu jamuan dengan lemak dan sumsum dan dengan anggur tua yang disaring endapannya. Di atas gunung itu Tuhan akan mengoyakkan kain kabung yang diselubungkan kepada segala suku dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang. Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya. Pada hari itu orang akan berkata, "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya! Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini!"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 646
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6)
Syair: Seksi Komlit KWI 1991, berdasakan Mazmur 23
Lagu J. Samson 1953 (Ulangan), J. Gelienau, SJ 1953 (ayat)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tak'kan kekurangan:
'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau,
di dekat air yang tenang,
''ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam,
aku tidak takut akan bahaya,
Sebab Engkau besertaku;
Sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku,
Kau urapi kepalaku dengan minyak,
dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi,
mengiringi langkahku selalu,
sepanjang umur hidupku,
aku akan diam di rumah Tuhan,
sekarang dan senantiasa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya; berbahagialah orang yang menyongsong Dia.

Bacaan Injil (Mat 15:29-37)

I. Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan melipatgandakan roti.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius

Pada suatu ketika Yesus menyusuri pantai Danau Galilea, lalu naik sebuah bukit dan duduk di situ. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan mereka semua disembuhkan-Nya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat; dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." Para murid menyahut, "Bagaimana mungkin di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" Kata Yesus kepada mereka, "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada juga beberapa ikan kecil." Yesus lalu menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Ia mengucap syukur, membagi-bagi roti itu dan memberikannya kepada para murid. Lalu para murid membagikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, tujuh bakul penuh.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Gereja harus punya option for the poor sebagai wujud solidaritasnya terhadap dunia. Berangkat dari cara pandang seperti itulah, kita melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Bahkan agar tujuan itu terwujud dengan baik, kita membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk dukungan dari berbagai lembaga penyandang dana yang siap menyalurkan dananya untuk ‘proyek kemanusiaan’ itu.

Ketika Yesus berkumpul bersama ‘orang-orang yang sedang berkesulitan’, hatinya tergerak untuk berbuat sesuatu. Ia tidak tinggal diam karena kemudian Ia mengajak murid-murid-Nya memberi makan orang-orang itu, sampai kenyang. Option for the poor dilanjutkan dengan action for the poor.

Masa Adven adalah saat untuk mencermati keberpihakan Allah terhadap ‘nasib manusia’. Dan akan lebih bermakna kalau kita gunakan juga sebagai kesempatan untuk merenungkan sejauh mana kita juga berpihak pada ‘nasib sesama manusia’, memperdayakan mereka agar hidupnya menjadi semakin memanusia, melakukan action with the poor.


Yesus, bangkitkanlah semangat kebersamaan dalam diriku untuk berani terlibat dalam kegiatan yang semakin memanusiakan sesama kami. Amin.

Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian

Bagikan