Rabu, 15 September 2010 Pw. SP Maria Berdukacita

Rabu, 15 September 2010
Pw. SP Maria Berdukacita

Bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya karena kemiskinan-Nya -- 2Kor 8:9b

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, kami tahu hari ini Engkau tetap menyertai kami. Hadirlah ya Tuhan, kami ingin tinggal bersama-Mu dalam doa hari ini. Kami ingin bersyukur atas berkat dan anugerah yang Engkau anugerahkan pada kami hari ini. Puji dan syukur atas anugerah-Mu, Tuhan. Amin.

Dengan doa, kesalehan, dan solidaritas-Nya kepada manusia yang berdosa, Ia berjuang untuk menderita. Kiranya proses penyelamatan diri Kristus itu tidak terjadi seketika. Dari Bunda-Nya, kita melihat bayangan bagaimana Kristus belajar taat kepada Allah.

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (5:7-9)

"Yesus pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya."

Saudara-saudara, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut. Dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat; dan ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, la = d, 4/4, PS 818
Ref. Tuhan, sudi dengarkan rintihan umat-Mu.
Ayat. (Mzm 31:2-3a.3bc-4.5-6.15-16.20)
1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku.
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
3. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
4. Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
5. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takwa kepada-Mu, yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berbahagialah Engkau, Sang Perawan Maria, sebab di bawah salib Tuhan engkau menjadi martir tanpa menumpahkan darahmu

Di bawah salib berdirilah Maria ibu Yesus. Sikap berdiri bukan berarti Maria tidak bersedih. Ia ikut menderita bersama Putera-Nya, namun yakin bahwa derita itu merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang diimaninya. Maria dalam dukacita yang mendalam berdiri, ia bersedia menjadi saksi keselamatan dan pembawa harapan pembaruan kehidupan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (19:25-27)
"Inilah anakmu!" Inilah ibumu"

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah ia kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Menjadi ibu seseorang yang akan mati-matian memperjuangkan kebenaran bukanlah sesuatu yang mudah. Ia harus siap sedia merasakan kekuatiran, ketakutan, kesedihan dan kesendirian yang terjadi karena perjuangan anaknya. Inilah yang dialami oleh Maria. Namun ia menerima semuanya ini dengan tabah karena ia sadar bahwa semuanya adalah rencana Allah. Bagaimana dengan aku?

R U A H