Seri Liturgi: KEMULIAAN dan DAMAI

Seri Liturgi
KEMULIAAN dan DAMAI

Syalom aleikhem.
Kalimat pertama dalam Gloria dikutip dari Luk. 2:4. Itulah kata-kata bala tentara surga yang bersama malaikat yang menyapa para gembala pada waktu para gembala menemui Bayi Yesus di palungan kala malam.

Nama “Gloria” sendiri diambil dari kata pertama madah ini dalam bahasa Latin: Gloria in excelsis Deo, harafiah bermakna ‘kemuliaan bagi Allah di tempat tinggi’. Kalimat selanjutnya harafiah bermakna ‘dan di bumi (terciptalah) damai bagi manusia yang berkehendak baik’. Terjemahan “berkenan kepada-Nya” dapat diartikan juga “berkehendak baik”.

Kita jadi mengerti bahwa dalam Gloria kita berharap mengenai damai di bumi. Dan damai itu tercipta ketika kita ini berkehendak baik. Baik di situ dalam arti sesuai dengan kehendak Allah. Baik di situ juga dalam arti sesuai dengan Injil. Bukankah Injil secara harafiah berarti ‘kabar baik’.

Kalimat pertama yang pendek itu ternyata penuh makna. Kemuliaan Allah disebut, damai di bumi diharapkan terjadi. Kemuliaan Allah akan menyinari bumi sehingga tercipta damai, dan sebaliknya damai di bumi akan jadi pujian nyata bagi kemuliaan Allah. Ketika ada damai di bumi, kemuliaan Allah tampak di sana. Surga dan bumi seakan telah menyatu ketika tercipta damai. Bukankah yang dianugerahkan Tuhan Yesus pun damai. Amin.

R.D. Y. Istimoer Bayu Ajie