Kamis, 07 Februari 2019 Hari Biasa Pekan IV

Kamis, 07 Februari 2019
Hari Biasa Pekan IV
 
“Di tengah gelombang dahsyat samudra kehidupan yang mengamuk, di kiri dan kanan diterjang angin ribut... hanya satu yang aku sayangi, hanya satu hartaku, satu hiburan yang membuatku lupa akan deritaku; itulah terang dari Tritunggal Mahakudus.” — St. Gregorius dari Nazianzus

 

Antifon Pembuka (Mzm 48:2-3a)

Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita. Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang tinggi, menjadi kebanggaan seluruh bumi.

Doa Pembuka


Allah Bapa Yang Maha Pengasih, Engkau menghendaki kami untuk mengikuti Putra-Mu agar dapat bergaul akrab dengan Dikau. Semoga Putra-Mu memperat pula persaudaraan kami serta meneguhkan kerukunan dan cinta kasih kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (12:18-19.21-24)
  
 
"Kalian telah datang ke bukit Sion dan kota Allah yang hidup."
   
Saudara-saudara, kalian tidak datang ke gunung yang dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala. Kalian tidak mengalami kekelaman, kegelapan atau angin badai; kalian tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sungguh, mereka tidak tahan mendengar sabda itu, sehingga Musa berkata, “Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.” Sebaliknya kamu sudah datang ke bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kalian telah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kalian telah sampai di hadapan Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kalian telah datang kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami mengenangkan kasih-Mu.
Ayat. (Mzm 48:2-3ab.3cd-4.9.10-11)
1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.
2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.
3. Apa yang kita dengar, sungguh kita lihat, di kota Tuhan semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.
4. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 1:15) 
Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil.
       
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:7-13)
  
"Yesus mengutus murid-murid-Nya."
 
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang ada di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita hari ini mengajak kita untuk menyadari tugas perutusan yang disampaikan Allah kepada kita. Bacaan pertama menceritakan tugas perutusan Amos untuk bernubuat ke tanah Yehuda. Meskipun Amos merasa tidak pantas, Ia akhirnya menerima perutusan dari Allah untuk pergi dan bernubuat kepada umat Israel. Demikian juga dikisahkan dalam Injil, para rasul menerima perutusan dari Yesus untuk pergi berdua-dua ke berbagai penjuru. Hal yang menarik dalam kisah perutusan ini adalah bahwa mereka yang diutus tersebut menerima dan menjalankan tugas tersebut dengan sikap patuh dan taat. Mereka menerima kuasa dari Allah dan menjadikan mereka pantas menjadi utusan. Secara istimewa, dalam Injil diceritakan bahwa para rasul diberikan tugas yang jelas dan syarat-syarat yang tegas dalam karya perutusan tersebut. Tugas mereka adalah mewartakan pertobatan, mengusir setan, mengoles orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan orang sakit. Sementara, syarat yang mesti mereka laksanakan adalah pergi tanpa membawa apa-apa. Itu berarti bahwa mereka pergi dengan mengandalkan kuasa Allah karena Allah akan menyertai mereka senantiasa. Sabda Tuhan ini mengajak kita untuk menyadari tugas perutusan kita dalam kehidupan harian kita. Kita mesti menyadari bahwa Allah memilih kita menjadi umat-Nya. Hal itu terjadi karena dan dalam diri Yesus Kristus sendiri. Maka, karea Kristus, kita mestinya menyadari hikmat dan pengertian yang kita terima dari Allah. Dengan demikian, kita diutus untuk terlibat mewartakan rahasia kehendak Allah sendiri melalui tugas dan karya kita sehari-hari. . [R.P. Christian L. Gaol, OFMCap/Majalah Liturgi vol. 29]

Antifon Komuni (Mrk 6:7)
 
Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid berdua-dua dan memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. 
  
 Doa Malam

Tuhan Yesus, di penghujung hari ini kami mengucap syukur atas perlindungan-Mu sepanjang hari ini. Berilah kedamaian hati agar malam ini kami dapat beristirahat dengan tenteram. Engkaulah jalan kehidupan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.