Senin, 03 Juni 2019 Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk Martir

Senin, 03 Juni 2019 
Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk Martir

Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111. (Katekismus Gereja Katolik, 1173)

  

Antifon Pembuka (Keb 3:6-7, 9)

Emas dalam dapur api diperiksalah mereka oleh-Nya, lalu diterima bagaikan korban bakaran. Maka pada waktu pembalasan mereka akan bercahaya, dan laksana bunga api berlari-larian di ladang jerami. Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal pada-Nya. Sebab kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang-orang pilihan-Nya.

As gold in the furnace, the Lord put his chosen to the test; as sacrificial offerings, he took them to himself; and in due time they will be honored, and grace and peace will be with the elect of God.


atau

Mereka itulah orang suci yang jaya berkat darah Anak Domba. Hidup tidak mereka sayangi, maut tidak mereka takuti. Sebab itu mereka jaya bersama Kristus selama-lamanya.

Pengantar


Karolus Lwanga adalah seorang pelayan di istana raja Muanga, di Uganda, Afrika. Sebagai seorang Katolik, Karolus giat membawa teman-temannya kepada Yesus. Aksinya ini, menyebabkan ia bersama 21 temannya dibunuh dengan dilemparkan ke dalam kobaran api pada 3 Juni 1886. Pada 6 Juni 1920 ia bersama teman-temannya dibeatifikasi dan pada 18 Oktober 1964 Paus Paulus VI menggelari mereka sebagai santo dan martir.

Doa Pembuka

Allah Bapa, Tuhan panenan, Engkau memberkati darah para saksi iman menjadi benih yang menumbuhkan umat baru. Semoga ladang Gereja-Mu di Afrika, yang sudah disiram dengan darah Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya membuahkan panenan berlimpah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
       
 
Bacaan dari Kisah Para Rasul (19:1-8)
      
 
"Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" 
   
Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.” Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.
Ayat. (Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab)

1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!
3. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:29-33)
 
    
"Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." 
  
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat, sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan



Kepada para murid-Nya Yesus memberikan wejangan mengenai apa yang akan terjadi atas para murid-Nya, khususnya bagaimana mereka akan menderita karena menjadi pengikut-Nya. Bahkan ada pula murid yang menyatakan menjadi pengikut-Nya, namun akan meninggalkan Dia karena situasi sulit dan berat. Salah satu pengikut Kristus yang mengalami tantangan besar karena menjadi pengikut Kristus dan mewartakan Dia adalah Paulus. Namun demikian, usahanya tidak gagal. Di Efesus hidup dan pelayanannya membawa berkat berupa hasil yang baik. Banyak orang menjadi percaya akan Yesus.

Mengalami tantangan dan kesulitan karena menjadi pengikut Yesus adalah bagian dari hidup beriman. Tantangan itu datang bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam diri. Selalu ada kecenderungan, entah kuat entah tidak untuk bersikap dan berlaku lain dari kehendak Tuhan. Tidak sedikit orang Katolik yang tahu tentang ajaran Gereja Katolik, namun tidak mampu melaksanakannya dengan baik dengan bermacam alasan. Mengungkapkan iman dengan mengikuti perayaan Ekaristi atau ibadat yang tidak sulit untuk dilakukan pun dirasa berat. Tidak sedikit orang Katolik yang tidak lagi dengan teratur mengikuti perayaan Ekaristi pada hari Minggu yang sebenarnya diwajibkan oleh Gereja. Tantangan lain adalah adanya kesenjangan yang jelas antara ketekunan beribadat dengan praktik hidup sehari-hari. Orang yang dikenal tekun beribadat dar! menampakkan kesalehan dalam hal itu, tetapi mengalami kesulitan dalam hidup bersama dan berelasi dengan sesama.

Berbagai tantangan baik yang jelas maupun samar-samar, berupa godaan yang menarik pada zaman ini, semakin menyulitkan banyak orang beriman Katolik untuk menghidupi imannya dengan tekun dan baik. Dunia yang mendewakan uang dan harta benda menggoda banyak orang untuk berfokus padanya. Segala usaha dan perjuangan hidup terarah pada pengumpulan uang dan harta benda demi kenyamanan hidup. Pendewaan uang itu akan menyuburkan kecenderungan mementingkan diri, sehingga kepentingan sesama, Gereja, dan masyarakat terabaikan.

Betapa makin banyaknya orang Katolik yang dengan mudah meninggalkan iman Katoliknya karena mendapat pasangan beda agama dan kepercayaan. Mengikuti agama calon pasangan lebih diutamakan daripada mengajak calon pasangan untuk mengikuti Kristus. Tidak sedikit pasangan yang diberi dispensasi menikah beda agama akhirnya tidak bisa mempertahankan imannya. Ada pula orang Katolik yang merasa terhambat kariernya karena imannya, akhirnya memilih untuk berpindah kepercayaan demi kelancaran kariernya.

Pengikut Kristus tidak bisa lepas dari tantangan. Karena itu, amat perlu bagi setiap orang beriman Katolik untuk selalu siap menghadapi tantangan baik dari dalam maupun dari luar dirinya. Dengan demikian, ketika tantangan datang bisa segera mengenalinya sebagai konsekuensi dan bagian dari hidup beriman dan tahu apa yang mestinya dilakukan. Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya menghadapi tantangan besar, namun tetap setia sampai mati sebagai martir. 
 
 


Antifon Komuni (Yoh 14: 18; 16: 22)

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, demikianlah firman Tuhan; Aku akan datang lagi, dan hatimu akan bersukacita, alleluya.

I will not leave you orphans, says the Lord; I will come to you again, and your heart will rejoice, alleluia.

Doa Malam


Tuhan Yesus, menderita dengan rela demi kebahagiaan di mana yang akan datang, tidaklah mudah. Namun, Engkau mengetahui isi lubuk hati kami yang paling dalam. Kuatkanlah hati kami agar mampu menerima kenyataan hidup ini dengan lapang hati sembari senantiasa terbuka akan penyertaan-Mu. Amin.
     

YH/INSPIRASI BATIN 2019