 |
Foto: Fr. Lawrence, OP
|
Rabu, 21 Mei 2025
Hari Biasa Pekan V Paskah
Bagaimana persekutuan dengan Yesus harus dibangun? St. Yohanes Paulus II
menjelaskan bahwa hubungan setiap murid dengan Yesus haruslah "hidup
bersatu mesra" (Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis, 25 Maret
1992, No. 46). Lebih lanjut dikatakan, "Persatuan kita dengan Tuhan
Yesus, yang berakar dalam Pembaptisan dan dipupuk dengan Ekaristi, perlu
mengungkapkan diri dan dibarui secara radikal dari hari ke hari."
Tambahnya lagi, "Yesus telah mengajarkan kepada kita kenyataan hidup
Kristen yang mengagumkan itu, yang juga merupakan jantung hidup rohani,
dengan perumpamaan-Nya tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya (Yoh
15:1.4-5)
Antifon Pembuka (Mzm 71 (70): 8, 23)
Semoga mulutku bernyanyi dan memuji Engkau, dan bibirku bersorak bermadah kepada-Mu. Alleluya.
Let my mouth be filled with your praise, that I may sing aloud; my lips shall shout for joy, when I sing to you, alleluia.
Doa Pagi
Allah Bapa Pemulih dan Pemurni Hidup, Engkau telah melepaskan kami dari
kegelapan. Arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar kami selalu tinggal
dalam terang kebenaran-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-6)
"Paulus dan Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di
Yerusalem untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah-tengah
jemaat."
Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan
mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, “Jikalau kamu tidak disunat
menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat
diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan
membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan
Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada
rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal
itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka
berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka
menceritakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu
sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di
Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul serta
penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan
Allah dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan
Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, “Orang-orang
bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”
Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan
soal itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.