Rabu, 02 Juli 2014 Hari Biasa Pekan XIII

Rabu, 02 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIII

Di surga setiap orang mencintai Allah; jiwa tidak mempunyai perhatian selain mencintai Dia. (St. Theresia dari Avila)
  

Antifon Pembuka (Am 5:24)
  
Hendaklah keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.
 
Doa Pagi

   
Allah Bapa di surga, pada awal hari ini kami mempersembahkan kepada-Mu niat-niat baik kami untuk mengabdi-Mu. Semua kami persatukan dengan kurban Putra-Mu. Berkenanlah, ya Bapa menerimanya. Janganlah kami Kaubiarkan menarik kembali niat-niat baik kami dan menempuh yang jahat. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Nubuat Amos (5:14-15.21-24)
    
   
 "Jauhkanlah daripadaku keramaian nyanyianmu, dan biarlah keadilan selalu mengalir seperti sungai."    
         
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, agar kalian hidup. Dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kalian seperti yang kalian katakan. Bencilah yang jahat, cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang. Mungkin Tuhan, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. Tuhan bersabda, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu, dan Aku tidak senang akan kumpulan rayamu. Sungguh, apabila kalian mempersembahkan kepada-Ku kurban bakaran dan kurban sajianmu, Aku tidak suka. Aku tidak mau memandang kurban keselamatan yang berupa ternak tambun. Jauhkanlah daripada-Ku keramaian nyanyianmu. Aku tidak mau mendengar lagu gambusmu. Tetapi hendaknya keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku akan memperlihatkan keselamatan Allah kepada yang jujur jalannya.
Ayat. (Mzm 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17)

1 Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarlah hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
2. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
3. Sebab segala binatang hutan adalah milik-Ku, dan ribuan hewan di gunung adalah kepunyaan-Ku. Aku kenal segala burung di udara, dan semua yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
4. Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah makanak-Ku? Atau darah kambing jantankah minuman-Ku?
5. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
    
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:28-34)
       
       
"Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
    
Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, "Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Maka Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
   
Renungan

       
Injil hari ini berceritera tentang dua orang kerasukan setan yang disembuhkan Yesus. Sebelum setan-setan tersebut keluar, mereka meminta kepada Yesus supaya dipindahkan ke dalam kawanan babi dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Yesus. Peristiwa tersebut menimbulkan kemarahan para pemilik babi. Mereka mendesak Yesus untuk segera meninggalkan daerah mereka.
 
Kisah ini sungguh tragis karena para pemilik babi itu lebih mementingkan kawanan babi ketimbang orang yang disembuhkan Yesus. Mereka tidak turut bergembira karena dua orang yang telah lama menderita itu boleh menikmati hidup yang normal. Mereka justru marah karena mengalami kerugian material.

Hal seperti itu memang sering terjadi di dalam hidup. Orang tidak mempedulikan nasib sesamanya yang menderita tetapi sibuk membuat kalkulasi untung dan rugi. Padahal kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan diadili oleh cintakasih terhadap sesama yang kecil dan menderita. Marilah kita menerapkan cinta kasih sebagai perhubungan antara dalam menjalin hubungan, bersikap, dan bertutur kita dengan di sekitar kita.
  
Tuhan, gerakkanlah hatiku untuk senantiasa menaruh perhatian pada orang-orang yang menderita dan mengalami kesusahan hidup. Amin.
 
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian