Sabtu, 05 Juli 2014 Hari Biasa Pekan XIII

Sabtu, 05 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIII
   
“Mencintai berarti menghendaki yang baik untuk seseorang” (St. Thomas Aquinas)
  
Antifon Pembuka (Mzm 85:11-12)
   
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi dan keadilan akan merunduk dari langit.

Doa Pagi

Allah yang Mahapengasih dan Pengampun, betapa besar kasih setia-Mu kepada umat kecintaan-Mu. Jagalah kami hari ini agar tidak jatuh dalam dosa yang merusak segalanya. Bimbinglah kami dalam melaksanakan rencana kami hari ini. Semoga semua itu sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu, yaitu hendak memulihkan kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang yang bertobat kembali kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  
Manusia dapat melanjutkan hidupnya karena pengharapan. Allah sendiri selalu memberikan harapan. Apa pun keadaan sekarang ini tidak boleh memupuskan asa di hati. Karena zaman baru itu ada dan nyata akan terjadi. Dalam Tuhan segala sesuatu bisa menjadi nyata. Maka berharaplah terus!
  
Bacaan dari Nubuat Amos (9:11-15)

Tuhan bersabda, “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti pada zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini. “Sungguh, waktunya akan datang.” Demikianlah sabda Tuhan, “bahwa pembajak dan penuai akan susul menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya. Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” sabda Tuhan Allahmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan
atau
Tuhan berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9.11-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.
 
Relasi dan ikatan para murid dengan Yesus digambarkan sebagai relasi suami isteri. Mereka begitu dekat dan intim tanpa dipagari oleh aturan-aturan apa pun. Bagi orang yang sudah saling mencintai, yang dibutuhkan bukan aturan tetapi ungkapan kasih yang meluap dari kedalaman hati masing-masing.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:14-17)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Arti hakiki puasa adalah mengambil jarak, agar kita mengerti dan menghargai. Apa yang nampak biasa, sebenarnya mempunyai nilai-nilai luar biasa. Seperti air dan makanan. Puasa berarti belajar miskin. Orang miskin akan menghargai apa pun yang dipunyai meskipun itu sedikit atau kecil. Berbeda dengan orang punya, berada, selalu dekat dengan “barang” kebutuhan, mereka sering lupa dan tidak menghargai. Sabda Tuhan, “Akan tiba waktunya Mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Sejatinya setiap penderitaan adalah suatu puasa. Setiap puasa bernilai untuk kehidupan, karena akan menghasilkan “sehat” dan melimpah berkat.

Doa Malam

Tuha Raja Damai, syukur dan terima kasih kepada-Mu, karena Engkau telah menyertaiku sepanjang hari ini. Bantulah aku menutup hari ini dengan hati damai. Jangan biarkan aku terus-menerus larut dalam masa lampau tetapi bantulah aku untuk senantiasa siap menghadapi kenyataan hari ini. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini. Amin.

RUAH

"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Jumat, 04 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIII - Jumat Pertama
 
Am 8:4-6.9-12; Mzm 119:2.10.20.30.40.131; Mat 9:9-13
 
"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
       
Kalau kita mengamati orang-orang yang dipanggil oleh Tuhan secara khusus, akan tampak bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak sempurna, orang yang lemah, rapuh dan tidak luput dari dosa serta kesalahan. Misalnya, Yunus yang pengecut karena ketika diutus malah menghindar dan melarikan diri, alias mengingkari panggilan Tuhan (Yun 1:1-17). Raja Daud, ketika melihat Batsyeba mandi, tidak mampu mengendalikan nafsunya sehingga membuat trik agar suaminya tewas dalam peperangan lalu ia bisa mengambilnya sebagai istri (2 Sam 2-27). Petrus yang dengan gagah berani ingin mati bersama Yesus tetapi justru menyangkal-Nya sampai 3x (Mat 26:31-35.65-75). Matius yang dikisahkan dalam Injil hari ini, profesinya adalah pemungut cukai. Profesi yang dianggap kotor oleh masyarakat Yahudi karena orang yang memungut cukai berarti berpihak pada penjajah dan menjadi kaki tangan mereka, belum lagi mereka sering menarik cukai melebihi yang seharusnya supaya dapat masuk kantong sendiri. Dari sini, kita dapat mengambil benang merah bahwa kelemahan, kerapuhan dan dosa-dosa kita tidak merusak ataupun membatalkan rencana Allah. Justru sebaliknya, Tuhan menggunakan orang-orang yang lemah dan tidak sempurnya untuk menyatakan dan mewujudkan kehedak-Nya. Ia berkuasa untuk mengubah atau mentransformasi hidup kita. Ia mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan sehingga di tangan-Nya seorang pendosa bisa berubah menjadi orang kudus. Dari pihak kita dibutuhkan kerendahan hati dan penyerahan diri secara total pada bimbingan dan rahmat Tuhan, bagaikan tanah liat yang siap dibersihkan dari berbagai macam kotoran seperti kerikil, pasir, akar, dll lalu dibentuk sesuai dengan kehendak-Nya dan digunakan sebagai alat-Nya.

Doa: Tuhan, berilah kami kerendahan hati dan penyerahan total kepada-Mu agar Engkau dapat dengan mudah membentuk dan memakai kami sebagai alat-Mu. Amin. -agawpr-

NB. Kita doakan Mgr. J. Pujasumarta yang sedang sakit, misalnya dengan doa yang terdapat dalam PS 168.