Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, tibalah Yesus di sebuah kampung. Seorang wanita yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Selasa, 29 Juli 2014
Peringatan Wajib St. Marta

Yer 14:17-22; Mzm 34:2-3, 4-5,6-7,8-9,10-11; Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, tibalah Yesus di sebuah kampung. Seorang wanita yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Hari ini kita memperingati St. Marta, salah seorang wanita sahabat Yesus yang cukup dekat. Yesus sendiri amat menyanyangi Marta dan kakaknya, Maria, serta Lazarus, saudaranya (Yoh 11:5; Yoh 11:3). Beberapa kali, Yesus singgah di rumah mereka, entah sekedar mampir (Luk 10:38) atau memang mengkususkan untuk datang (Yoh 11:7). Dalam kisah persahabatan mereka, khususnya antara Marta dan Yesus, tampak bahwa Marta adalah seorang yang aktif, cekatan, ringan tangan dalam melayani dan cerewet dalam arti positif, namun juga beriman mendalam. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya singgah di rumahnya (Luk 10:38-42), ia dengan cekatan melayani dan menjamu mereka. Namun cerewetnya juga muncul. Sambil melayani ia ngedumel karena Maria, kakaknya, tidak membantu, malah enak-enak mendengarkan Yesus. Padahal sebenarnya wajar kalau kakak beradik menerima tamu lalu sang kakak menemani para tamu untuk ngobrol sedangkan sang adik yang melayani. Sifat aktif dan cekatannya juga muncul pada saat Lazarus, sakit. Dengan segera, ia memberitahukan perihal sakitnya Lazarus kepada Yesus (Yoh 11:3), lalu ketika Yesus datang, ia cepat-cepat pergi "menthukke" untuk mendapatkan-Nya sebelum Yesus sampai di rumahnya (Yoh 11:20). Lagi-lagi cerewetnya mucul. Yang dikatakan pertama kali kepada Yesus bukan ucapan selamat datang dan "mbagekke sugeng rawuh" serta mengucapkan terimakasih atas kehadiran-Nya tetapi langsung protes. Dalam bahasa sehari-hari kita, mungkin ia berkata, "Ah, Tuhan. Engkau terlambat, sehingga saudaraku sudah mati" (bdk. Yoh 11:21). Yach, begitulah relasi antara 2 sahabat yang akrab dan sangat dekat. Namun, di balik itu, ia tetap mempunyai iman dan kepercayaan yang besar pada Yesus. Sikapnya yang selalu terbuka menerima Yesus di rumahnya dan aktif menyambut serta melayani-Nya menegaskan betapa ia sangat beriman dan percaya kepada-Nya. Maka, tampak jelas di sini bahwa semua sikap dan tindak-tanduk Marta tersebut mengalir dari kedekatan dan relasinya yang mendalam dengan Yesus. Marilah kita mohon agar Gereja kita, baik di tingkat lingkungan maupun paroki, dianugerahi banyak Marta, yakni para wanita yang beriman mendalam, aktif, cekatan dan ringan tangan dalam pelayanan. Boleh dan baik juga mereka itu cerewet. Bukan cerewet untuk menggosip dan saling menjelekkan di antara ibu-ibu sendiri, tetapi cerewet dalam arti positif, misalnya cerewet pada para imamnya dalam menjaga menu makanan agar tetap sehat atau cerewet untuk mengingatkan para imam dalam menghayati kesetiaan serta kesucian panggilannya.

Doa: Santa Marta, doakanlah kami agar kami dapat meneladanmu dalam menjalin persahabatan yang erat dengan Yesus sehingga kami pun mampu untuk menjadi anggota Gereja yang aktif, cekatan dan ringan tangan dalam pelayanan. Amin. -agawpr-

Selasa, 29 Juli 2014 Peringatan Wajib Sta. Marta

Selasa, 29 Juli 2014
Peringatan Wajib Sta. Marta
         
Gereja mengajarkan bahwa setiap jiwa rohani langsung diciptakan Allah Bdk. Pius XII. Ens. "Humani generis" 1950: DS 3896; SPF 8. - ia tidak dihasilkan oleh orang-tua - dan bahwa ia tidak dapat mati Bdk. Konsili Lateran V 1513: DS 1440.: ia tidak binasa, apabila pada saat kematian ia berpisah dari badan, dan ia akan bersatu lagi dengan badan baru pada hari kebangkitan. (Katekismus Gereja Katolik, 366)

       

Antifon Pembuka (Luk 10:38)
   
Yesus memasuki sebuah dusun, dan seorang wanita bernama Marta menyambut-Nya ke dalam rumahnya.

Doa Pagi

Alah Bapa kami, Putra-Mu telah mengalahkan kematian berkat wafat-Nya di kayu salib dan berkat kebangkitan-Nya, Ia memulihkan kehidupan kami. Kami mohon, semoga Roh-Mu tinggal di dalam diri kami dan membimbing kami menuju pada kehidupan yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Dosa bangsa terpilih selalu membuat remuk redam sang nabi. Doa nabi selalu menjadi perpanjangan mulut penyesalan dosa bangsanya. Harapannya tentu Allah memberikan belas kasihan dan pengampunan dosa-dosanya untuk dapat kembali pada jalan Allah.
  

Bacaan dari Kitab Yeremia (14:17-22)

     
Air mataku bercucuran siang dan malam tiada hentinya, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan.” Bahkan baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya. Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada lagi kesembuhan bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, namun tiada sesuatu yang baik. Kami mengharapkan kesembuhan, namun hanya ada kengerian. Ya Tuhan, kami insaf akan kejahatan kami, dan akan kesalahan leluhur kami; kami sungguh telah berdosa terhadap-Mu; janganlah kiranya menolak kami, dan janganlah Engkau menghinakan tahta kemuliaan-Mu! Ingatlah akan perjanjian-Mu dengan kami, janganlah kiranya membatalkannya. Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara para dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kemuliaan nama-Mu, lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Ayat. (Mzm 34:2-3, 4-5,6-7,8-9,10-11)

1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
5. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup.

Marta dan Maria dua bersaudara yang sama-sama beriman pada Yesus. Mereka mempunyai relasi dan komunikasi yang sangat akrab dengan Yesus. Yesus menjadi andalan dalam hidupnya. Bahkan ketika salah satu dari keluarganya meninggal tetap berharap berharap dan percaya pada Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang mempunyai kekuasaan besar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (11:19-27)
    
   
"Akulah kebangkitan dan hidup!"
   
Menjelang hari raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, ‘Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya’. Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
  
atau
  
  
Cara pandang Tuhan bisa berbeda dengan cara pandang manusia. Bagi Tuhan, sikap duduk tenang sambil mendengarkan Dia adalah sebuah pilihan terbaik, seperti telah dilakukan oleh Maria. Sedangkan bagi Marta, saudarinya, sibuk melayani dipandang sebagai yang terbaik.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)
   
"Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara."
   
Sekali peristiwa dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, tibalah Yesus di sebuah kampung. Seorang wanita yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, tetapi Maria sibuk sekali melayani. Marta mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku!” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
  
Renungan

    
Apa jadinya dunia tanpa Allah? Hanya ada peperangan dan malapetaka. Bahkan nabi dan imam pun sebagai andalan relasi dengan Sang Khalik, berkeliaran tanpa tujuan. Pribadi-pribadi menarik seperti Santa Marta dan Santa Maria, menjadi teladan hidup sejati. Menjadi sahabat Allah dan kerap mendapat kunjungan Tuhan Yesus. Rahasianya adalah bila ada cinta kasih, selalu berkanjang dalam doa dan penuh kepercayaan berharap kepada-Nya, maka hadirlah Tuhan. Apakah keluarga Anda ingin mendapat kunjungan kasih dari Tuhan Yesus?

Doa Malam

Yesus Sang Terang sejati, kedatangan-Mu selalu membawa perubahan. Semoga aku rela melayani sesamaku dan rela berbagi dengan mereka yang sangat membutuhkan, baik secara rohani maupun jasmani. Amin.

RUAH