Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum

Minggu, 15 Maret 2015
Hari Minggu Prapaskah IV


2Taw. 36:14-16,19-23; Mzm. 137:1-2,3,4-5,6; Ef. 2:4-10; Yoh. 3:14-21

 "Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum" 
     
Setiap orang pasti tidak ingin dihukum. Bahkan, ketika jelas-jelas terbukti bahwa dirinya melakukan kesalahan, berbagai macam cara dilakukan untuk menghindari hukuman. Di hadapan Tuhan, kita pun rasanya tidak bisa dan tidak mungkin menghindari hukuman atas segala dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Namun, Yesus memberi kemungkinan agar kita terbebas dari hukuman itu. Bagaimana caranya? Dengan percaya kepada Kristus. "Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum." Tentu, yang dimaksud percaya di sini tidak cukup hanya pengakuan di mulut. Kalau Yesus mengatakan bahwa hukum yang utama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akan budi dan kekuatan, maka percaya kepada-Nya juga berarti percaya dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Dengan hati dan jiwa yang terbuka, kita menerima Tuhan dengan segala misteri-Nya. Dengan akal budi kita berusaha untuk mengerti Tuhan yang kita percayai. Dengan kekuatan, kita melakukan apa yang Dia kehendaki.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu percaya kepada-Mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Amin. -agawpr-