Kehadiran Yesus adalah untuk melenyapkan kematian dan membawa atau menganugerahkan kehidupan

Senin, 16 Maret 2015
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

 

Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54.

Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

Setelah membuat mukjizat dengan mengubah air menjadi anggur dalam perjamuan nikah di Kana, Yesus membuat mukjizat kedua, yakni dengan membangkitkan anak seorang perwira dari kematiannya. Dari sini, semakin jelas bahwa kehadiran Yesus adalah untuk melenyapkan kematian dan membawa atau menganugerahkan kehidupan. Kematian-Nya di kayu salib pun dilakukan untuk mendatangkan kehidupan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, kita semakin percaya bahwa bersama Yesus dan di dalam Dia, selalu ada kehidupan. Bukan hanya hidup kekal yang kelak akan kita terima sebagai buah penebusan-Nya tetapi saat ini pun, kalau kita percaya pada-Nya dan selalu bersama-Nya maka kita akan selalu mendapatkan energi hidup dari-Nya sehingga selalu ada gairah, semangat dan harapan kendati berbagai macam tantangan dan kesulitan selalu kita hadapi. Dalam Tuhan, hidup kita akan senantiasa diperbarui sebagaimana Ia "menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru" (Yes 65,17).

Doa: Tuhan, semoga kami senantiasa bersama-Mu sehingga kami selalu hidup dari-Mu. Amin. -agawpr-