Senin, 30 Maret 2015 Hari Senin dalam Pekan Suci

Senin, 30 Maret 2015
Hari Senin dalam Pekan Suci
  
Sengsara Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus memberikan kepada kita ketahanan dalam penderitaan (St. Agustinus)

     
Antifon Pembuka (bdk. Mzm 35 (34): 1-2; 140 (139): 8)
     
Ya Tuhan, adililah mereka yang merugikan daku, perangilah mereka yang memerangi aku. Angkatlah senjata dan perisai dan bangkitlah membantu aku, ya Tuhan, sumber selamatku.
 
Contend, O Lord, with my contenders; fight those who fight me.Take up your buckler and shield; arise in my defense, Lord, my mighty help.
   
Doa Pagi


Allah yang mahakuasa, kami sering patah semangat karena kelemahan kami. Maka kami mohon, semoga berkat sengsara Putra Tunggal-Mu kami mendapat kekuatan baru. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Yesaya (42:1-7)
 
    
"Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan."
   
Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
atau Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
Ayat. (Mzm 27:1.2.3.13-14; R:1a)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3. Sekali pun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekali pun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (12:1-11)
       
"Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku."
   
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia. Marta melayani, dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
  
Dalam penderitaan, kekuatan Yesus ada dalam Roh Kudus. Kedekatan dan persatuan-Nya dengan Bapa-Nya memampukan-Nya bergumul dengan kerapuhan badan-Nya yang menderita dalam kesetiaan. Kalau kita mendahulukan kebenaran, tantangan kita adalah membela sampai tuntas, bukan hanya pada semangat awal yang berkobar-kobar. Korupsi, penyelewengan, penipuan, fitnah, dan kejahatan lain akan berkurang jika kita mau bertahan dalam kebenaran, bukan lumpuh di hadapan kebiasaan yang buruk yang merugikan orang-orang yang lemah.

Jika kita ingin melayani Yesus dan memberikan yang terbaik, maka kita harus bertahan dalam keadilan dan kejujuran. Kalau kita ingin melayani Yesus seperti Martha, maka lebih dahulu kita harus mendengarkan dan merenungkan sabda-Nya seperti Maria, supaya kita memperoleh kekuatan untuk bertahan dalam kebenaran. Kekuatan rohani memang tak terkalahkan jika kita mau menekuninya. Di dalam keluarga, sering kali iman seorang istri atau ibu dapat menyelamatkan seluruh anggota yang dalam situasi buruk. Alangkah indahnya jika seluruh anggota beriman teguh seperti itu.
   
Ya Allah, aku setia mengikuti jalan salib Yesus dengan meneladan ketekunan-Nya dalam penderitaan. Dalam kesulitan yang kecil maupun besar, aku ingin tegar beriman dan tetap melakukan perbuatan baik dan adil yang Kaukehendaki. Amin.   (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)
Antifon Komuni (Bdk. Mzm. 102(101):3)
Janganlah memalingkan wajah-Mu dariku; pada hari-hari kesesakanku sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; setiap kali aku berseru, segeralah menjawab aku.
Do not hide your face from me in the day of my distress. Turn your ear towards me; on the day when I call, speedily answer me.

Mengharumkan dan memuliakan nama Tuhan.

Senin, 30 Maret 2015
Hari Senin Dalam Pekan Suci

Yes. 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11.
 
 Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
  
Luar biasa Maria. Ia selalu mampu membuat sesuatu yang berkenan di hati Yesus. Kali lalu, ia "hanya" duduk dan mendengarkan Yesus. Ketika Marta protes, Yesus membelanya dan mengatakan: "Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia.” (Luk 10,42). Kali ini, ia mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu menyekanya dengan rambutnya. Dan ketika Yudas mengomentarinya, lagi-lagi Yesus membelanya dengan memberi penekanan bahwa apa yang dilakukan Maria itu merupakan antisipasi untuk hari penguburan-Nya. Artinya, Yesus menerima dan memuji tindakan Maria yang berkat urapan minyaknya, kaki Yesus mengeliarkan bau harum yang memenuhi seluruh ruangan. Bagi kita, hal-hal harum apa yang bisa kita buat, khususnya pada masa pekan suci ini, untuk menghormati sengsara dan wafat Kristus bagi kita? Semoga, kita semakin mampu menebarkan kata-kata, sikap, tindakan dan pekerjaan-pekerjaan yang harum, bukan pertama-tama untuk mengharumkan nama kita sendiri tetapi lebih-lebih untuk semakin mengharumkan dan memuliakan nama Tuhan. 

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk berkata-kata, bersikap dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang semakin mengharumkan dan memuliakan nama-Mu. Amin. -agawpr.