Minggu, 12 April 2020 HARI RAYA PASKAH - HARI RAYA KEBANGKITAN TUHAN (Misa Minggu Pagi)

Minggu, 12 April 2020
HARI RAYA PASKAH - HARI RAYA KEBANGKITAN TUHAN (Misa Minggu Pagi)
  

 Karena itu Hari Raya Paskah bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, mclainkan "pesta segala pesta", "perayaan segala perayaan", sebagaimana Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen (Sakramen agung). Santo Atanasius menamakan pesta Paskah "Minggu agung" (ep. fest. 1), sebagaimana pekan suci di dunia timur dinamakan "pekan agung". Misteri kebangkitan, di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman kita yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus. (Katekismus Gereja Katolik, 1169)
   
Antifon Pembuka (Luk 24:34; Mzm 118:1.1.16ab-17.22, PS 516/GR 196, Mode VI)

Aku telah bangkit dan s'lalu bersama Engkau, Bapa-Ku, alleluya.
Tangan-Mu yang kudus telah Kautumpangkan atas diri-Ku, alleluya.
Kebijaksanaan-Mu menakjubkan, alleluya.

Resurrexi, et adhuc tecum sum, alleluia:
Posuisti super me manum tuam, alleluia:
Mirabilis facta est scientia tua, Alleluia.

Domine probasti me, et cognovisti me:
tu cognovisti sessionem meam,
et resurrectionem meam.
Gloria Patri...

Doa Pembuka


Ya Allah, pada hari ini dengan pengantaraan Putra Tunggal-Mu Engkau telah menaklukkan kematian dan membuka bagi kami pintu keabadian. Semoga kami yang merayakan pesta Kebangkitan Tuhan dibarui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Bacaan dari Kisah Para Rasul (10:34a.37-43)
    
 
"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati."
     
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
 
      

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 821
Ref. Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23; Ul:24)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya."
2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!
3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Bacaan Kedua
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (3:1-4)
   
"Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada."
    
Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

atau

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 5:6b-8)
     
"Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru."
    
Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
   

SEKUENSIA, do = d, PS 518
wajib dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah I, sebelum Bait Pengantar Injil
  
Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

atau

Victimae paschali laudes
immolent Christiani.
Agnus redemit oves:
Christus innocens Patri
reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello
conflixere mirando:
dux vitae mortuus,
regnat vivus.

Dic nobis Maria,
quid vidisti in via?
Sepulcrum Christi viventis,
et gloriam vidi resurgentis:
Angelicos testes,
sudarium, et vestes.
Surrexit Christus spes mea:
praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse
a mortuis vere:
tu nobis, victor Rex,
miserere.
Amen. Alleluia.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (1Kor 5:7b-8a)
Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:1-9)
   
"Yesus harus bangkit dari antara orang mati."
    
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan 
  
Selamat Paskah! Mari kita bersukacita dan bergembiralah hari ini! Dan bukan hanya hari ini. Tetapi setiap hari selama sisa hidup kita. Karena Yesus Kristus wafat, dan hari ini Ia hidup selamanya!

Apakah Anda memperhatikan dalam bacaan Injil hari ini, bahwa semua orang berlari? St. Maria Magdalena datang ke makam dan ketika dia melihat batu itu digulingkan, dia berlari untuk memberi tahu St. Petrus dan St. Yohanes. Jadi, Petrus dan Yohanes mulai berlari. Mereka berlari ke makam. Yohanes “berlari lebih cepat,” dan dia sampai di sana lebih dulu. Mereka benar-benar bersemangat, meskipun mereka belum sepenuhnya memahami apa yang telah terjadi. Tetapi garis yang paling penting dalam Injil hari ini adalah ketika St Yohanes melihat ke dalam kubur. Injil memberi tahu kita: "Dan dia melihat dan percaya."

Ini penting. Karena kubur yang kosong adalah "fakta" dari Kebangkitan. Inilah yang para rasul “lihat.” Mereka percaya karena mereka melihat bahwa makamnya kosong.

Tapi bagaimana dengan kita, saya bertanya-tanya? Kenapa kita percaya? Kita tidak melihat makamnya yang kosong. Kita percaya karena para rasul-Nya memberi tahu kita apa yang mereka lihat dan kesaksian mereka diturunkan selama berabad-abad di Gereja Katolik-Nya yang suci.

Izinkan saya menjelaskan ini dengan cara lain: Beberapa waktu yang lalu, ketika saya mengunjungi Eropa, saya menggunakan kamera dengan kemampuan terbaik saya, mencoba menangkap visi, emosi, pengalaman, dan keajaiban pengalaman saya. Kemudian saya mengerti kesia-siaan foto-foto seperti itu ketika saya pulang dan mencoba menjelaskan kepada teman-teman apa pengalaman saya sebelumnya.

Faktanya adalah bahwa perlu bagi yang lain untuk melihat sendiri apa yang saya lihat, sebelum ada harapan akan adanya pemahaman atau penghargaan yang sebenarnya. Mereka memercayai saya, tetapi tidak bisa memahami pentingnya pengalaman saya. Bagi mereka yang tidak mengerti, tidak ada kata-kata yang mungkin, dan bagi mereka yang mengerti, tidak ada kata-kata yang diperlukan. Itulah perasaan yang kita miliki ketika membaca kisah kebangkitan. Ini menceritakan fakta yang sangat misterius, tetapi kita tidak dapat menangkap dengan jelas apa dampaknya di dalam hati para pengikut-Nya, pada hari Paskah pertama.

St. Paulus memberi tahu kita dalam bacaan kedua kita pagi ini, bahwa hidup kita sekarang “
tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah.” Ini adalah berkat yang dijanjikan Yesus. Berkat yang datang melalui iman. Baptisan kita menjadikan kita bagian dari keluarga Allah, di dalam Gereja Katolik. Jadi sebagai keluarga-Nya, kita merayakan hari Minggu ini dan setiap hari Minggu - seperti yang biasa dilakukan para rasul-Nya, seperti yang dilakukan orang Kristen setiap hari Minggu sejak Paskah pertama itu. Kita berkumpul untuk merayakan Kebangkitan-Nya. Itulah setiap Ekaristi!

Lebih jauh, Yesus memberi kita masing-masing misi, misi yang sama yang dia berikan kepada para rasul-Nya; dan itu menjadi saksi kebangkitan-Nya. Kita harus memberi tahu orang lain apa yang kita yakini. Jika kita kembali ke dasar-dasar, kehadiran Yesus Yang Bangkit yang tidak kelihatan akan menjadi fitur manusia ketika kita membaca kisah-kisah Injil, dan kehadiran-Nya yang diam akan menemukan suara konkretnya ketika kita mendengar kata-kata penghiburan-Nya.

Pada Paskah pagi, batu itu digulingkan dari mulut makam. Seperti yang dikatakan Paus Fransiskus dengan sangat baik, "Kita dipanggil untuk menjadi orang-orang yang memiliki harapan yang penuh sukacita, bukan para nabi kiamat!" Karena kebangkitan Yesus, kita semua dapat memiliki sukacita yang penuh harapan, dan pergi untuk membagikannya kepada dunia.

Yesus membuat semua hal baru dengan kebangkitan-Nya dari kematian, jadi marilah kita menjadikan Paskah ini hari baru bagi kita masing-masing, sebuah awal yang baru.

Marilah kita menjalani hidup kita dengan sukacita! Mari kita bersyukur, setiap hari, atas belas kasihan Tuhan yang lembut dalam hidup kita. Saya berharap Anda semua dan keluarga Anda berkat Paskah! Diberkatilah kamu yang percaya akan kebangkitan-Nya!
  [RENUNGAN PAGI] 
 
 SELAMAT PASKAH! ALLELUYA!

Antifon Komuni (1Kor 5:7-8)

Kristus, Anak Domba Anak Paskah kita sudah dikurbankan, Alleluya;
Maka marilah kita berpesta dengan roti tak beragi,
yakni kesucian dan kebenaran. Alleluya.

Christ our Passover has been sacrificed, alleluia;
therefore let us keep the feast with the unleavened bread
of purity and truth, alleluia, alleluia.

Pascha nostrum immolatus est Christus, alleluia: itaque epulemur in azymis sinceritatis et veritatis, alleluia, alleluia, alleluia.