Minggu, 29 Mei 2022 Hari Minggu Paskah VII -- Hari Minggu Komunikasi Sedunia (Novena Roh Kudus Hari Ketiga)

 

Minggu, 29 Mei 2022
Hari Minggu Paskah VII -- Hari Minggu Komunikasi Sedunia (Novena Roh Kudus Hari Ketiga)

“Para malaikat hadir di sini. Para malaikat dan para martir berkumpul di sini pada hari ini. Jika kamu ingin melihat para malaikat dan para martir, bukalah mata imanmu dan lihatlah pemandangan itu. Sebab jika udara terbuka dipenuhi oleh para malaikat, maka betapa lebih banyak lagi malaikat di dalam gereja! Dan jika gereja dipenuhi oleh para malaikat, maka betapa lebih banyak lagi malaikat pada hari ini ketika Tuhan mereka naik ke surga! Seluruh udara di sekitar kita dipenuhi oleh para malaikat. Dengarkanlah ajaran sang rasul [Paulus], ketika ia meminta wanita untuk menudungi kepala mereka dengan kerudung oleh karena kehadiran para malaikat itu.” — St. Yohanes Krisostomus

    
  
DOA NOVENA ROH KUDUS LIHAT DI PUJI SYUKUR MULAI NOMOR. 90
 

 

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147


Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalamnya api cinta-Mu.

P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
   
Antifon Pembuka (Mzm 27:7-9)

Dengarlah, Tuhan, seruanku kepada-Mu, kasihanilah aku dan jawablah aku! Seturut sabda-Mu kucari wajah-Mu, wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku. Alleluya.

atau

Exaudi, Domine, vocem meam, qua clamavi ad te, alleluia: tibi dixit cor meum, quæsivi vultum tuum, vultum tuum Domine requiram: ne avertas faciem tuam a me, alleluia, alleluia.
Mzm. Dominus illuminatio mea, et salus mea: quem timebo?
 
 
              
Doa Pagi

Ya Allah, meskipun Putra-Mu telah bersatu dengan Dikau di surga, kami percaya bahwa Ia senantiasa menyertai dan mendoakan kami. Kami mohon, berkatilah kami agar dapat selalu bersatu dengan umat-Mu dan memuliakan nama-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (7:55-60)

"Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Srefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah para anggota mahkamah, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Stefanus. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Dan sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9)
1. Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
2. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3. Sebab Engkaulah ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan diambil dari Kitab Wahyu (22:12-14.16-17.20)
 
"Datanglah Tuhan Yesus!"
 
Aku, Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, “Sesungguhnya Aku datang segera, dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata, “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah Tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.” Roh dan pengantin perempuan itu berkata, “Marilah!” Barangsiapa haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini berfirman, “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah. 
   
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:18)
Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan kembali kepadamu, dan hatimu akan bersukacita. 
    
 Inilah Injil Suci menurut Yohanes (17:20-26)
 
"Supaya mereka sempurna menjadi satu."
 
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga ada di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
  
    Dikatakan bahwa mata adalah jendela dan cermin hati. Itu memang benar jika kita mengamati mata seseorang. Ketika seseorang tenggelam dalam pikiran atau mimpi, mata seolah-olah melihat ke angkasa atau melihat sesuatu yang jauhnya satu mil. Ketika seseorang bersemangat dan bersemangat, mata tampak terbuka lebar dan bahkan menari. Ketika seseorang bermasalah atau tidak sehat, mata akan tampak murung dan kusam. Ketika seseorang mengelak, mata akan menghindari kontak mata. Dan ketika seseorang menatap sesuatu atau seseorang, mata itu seolah terpaku pada objek tersebut, seperti bagaimana kucing mengarahkan pandangannya pada mangsanya. Sesungguhnya mata seseorang itu seperti jendela dan cermin hati. Mata itu dapat memberi tahu kita sesuatu tentang bagaimana perasaan orang itu dan apa yang dipikirkan orang itu. Kita hanya perlu menatap mata seseorang dan mungkin lebih dari sekedar perasaan dan pikiran, kita mungkin juga melihat kisah orang tersebut. Alkitab tidak banyak berbicara tentang mata para karakter di halaman-halamannya. Tapi itu mengatakan sesuatu tentang di mana mereka melihat dan apa yang mereka lihat.

Bacaan pertama dimulai dengan mengatakan bahwa Stefanus, yang dipenuhi Roh Kudus, menatap ke surga dan melihat kemuliaan Tuhan, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan. Tetapi para anggota Mahkamah tidak melihat apa yang Stefanus lihat. Mereka tidak percaya bahwa Stefanus dapat melihat sekilas surga. Bagi mereka, tidak ada manusia yang bisa melihat surga saat berada di bumi. Dan untuk itu, mereka menyeret Stefanus untuk mengeksekusinya dengan merajam dia sampai mati. Bagi mereka, mata mereka hanya mencari batu terbesar dan tertajam untuk dilemparkan ke arah Stefanus. Mata mereka tidak, atau mungkin tidak berani, menatap mata Stefanus, karena takut mereka dapat melihat apa yang dilihatnya dan bertobat. Tetapi bahkan jika mereka tidak ingin menatap mata Stefanus, mata mereka tidak dapat menghindari pemandangan Stefanus yang berlutut dan sekarat saat dia mengucapkan doa itu: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” dan “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Pemandangan Stefanus yang berdoa ketika dia sekarat mungkin tidak berarti banyak bagi para algojonya. Tetapi itu mungkin berarti sesuatu yang jauh di kemudian hari bagi pemuda Saulus itu, yang kemudian menjadi Paulus.

Dan di dalam Injil, Yesus mengangkat mata-Nya ke surga dan mengucapkan doa yang panjang kepada Tuhan. Kita mungkin dapat mengingat apa yang Dia doakan, tetapi kita juga akan mengingat sikap berdoa itu ketika Yesus mengangkat mata-Nya ke surga. Yesus, serta Stefanus, mengangkat mata mereka ke surga dan mereka melihat sesuatu, dan kita berharap kita dapat melihat apa yang mereka lihat. Tetapi mereka mengangkat mata mereka ke surga bukan karena mereka ingin melihat sesuatu. Mereka mengangkat mata mereka ke surga karena apa yang mereka lihat di bumi. Stefanus melihat kekeraskepalaan orang-orang yang menolak untuk percaya meskipun mereka melihat tanda-tanda dan keajaiban bahwa Dia bekerja. Saat Stefanus menatap ke surga, dia melihat kemuliaan Allah dan Yesus dan itu memberinya iman dan kasih untuk mengampuni musuh-musuhnya bahkan saat dia sekarat.

Yesus mengangkat mata-Nya ke surga untuk berdoa bagi murid-murid-Nya agar mereka dipersatukan dalam kasih yang sama seperti yang Ia miliki kepada Bapa-Nya. Dia dapat melihat betapa mudahnya iman para murid-Nya dapat digoyahkan dan betapa mudahnya mereka dapat tercerai-berai, dan karenanya Dia mengangkat mata-Nya ke surga dalam doa. Saat kita melihat dunia kita dan Gereja kita, kita bisa kecewa atau terganggu oleh apa yang terjadi di sekitar kita. Dunia memiliki masalah, Gereja juga memiliki banyak masalah, kita juga memiliki masalah sendiri. Ketika kita melihat seorang anak membuat keributan di Gereja, janganlah kita menatap atau memelototi orang tuanya. Mari kita melihat orang tua dan merasakan rasa malu dan kesulitan mereka, dan memiliki belas kasih dan empati untuk mereka.

Ketika kita melihat seseorang mengeluh dan mengkritik tentang ini atau itu, mari kita melihat orang itu dan melihat bahwa dia berjuang dengan masalahnya sendiri dan dia mencari solusi tetapi berakhir dengan frustrasi. Saat kita menatap mata orang-orang ini, marilah kita mengangkat mata kita ke surga dan berdoa kepada Tuhan. Tuhan akan memberi kita penghiburan bahwa ketika ada air mata di mata, akan ada juga pelangi di hati. Mari kita terus mengangkat mata ke surga dan berdoa agar memiliki mata yang akan melihat yang terbaik pada orang, hati yang memaafkan yang terburuk, pikiran yang melupakan yang buruk dan hati yang tidak akan kehilangan iman kepada Tuhan..
(RENUNGAN PAGI) 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
 
Credit: wideonet/istock.com

   
Antifon Komuni (Yoh 17:22)

Aku mohon, ya Bapa, semoga mereka bersatu, sebagaimana Kita pun bersatu. Alleluya.

atau

Pater, cum essem cum eis, ego servabam eos, quos dedisti mihi, alleluia: nunc autem ad te venio: non rogo ut tollas eos de mundo, sed ut serves eos a malo, alleluia, alleluia.
 

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
 
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
 
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
 
Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
 
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.
 
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
 
Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.  
 

Doa Roh Kudus PS 94

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.


Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.


Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.


Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.


Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
       
Bapa Kami
 
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
     
Doa Penutup
PS 92

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nua Ia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.