| Halaman Depan | Bacaan Harian | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Lumen Christi | Dukung Renungan Pagi|

Minggu, 22 Mei 2022 Hari Minggu Paskah VI

Minggu, 22 Mei 2022
Hari Minggu Paskah VI
   
Liturgi Sabda haruslah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga mendorong umat untuk merenung. Oleh karena itu, setiap bentuk ketergesa-gesaan yang dapat mengganggu permenungan harus sungguh dihindari. Selama Liturgi Sabda, Sangat cocok disisipkan saat hening sejenak, tergantung pada besarnya jemaat yang berhimpun. Saat hening ini merupakan kesempatan bagi umat untuk meresapkan sabda Allah, dengan dukungan Roh Kudus, dan untuk menyiapkan jawaban dalam bentuk doa. Saat hening sangat tepat dilaksanakan sesudah bacaan pertama, sesudah bacaan kedua, dan sesudah homili. (Pedoman Umum Misale Romawi, No. 56)
     
Antifon Pembuka (Bdk. Yes 48:20)
 
Beritakanlah kabar sukacita supaya didengar, siarkanlah sampai ke ujung bumi: Tuhan telah menebus umat-Nya, alleluya.

Proclaim a joyful sound and let it be heard; proclaim to the ends of the earth: The Lord has freed his people, alleluia.

Vocem iucunditatis annuntiate, et audiatur, alleluia: nuntiate usque ad extremum terræ: liberavit Dominus populum suum, alleluia, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang maha pengasih, pandanglah umat-Mu yang berhimpun dalam nama Yesus. Kami mohon agar Roh Kudus, Roh cinta kasih-Mu, mengajar kami dan mengingatkan kami akan semua ajaran cinta kasih Yesus. Maka kami akan menjalankan perintah-perintah-Mu dan satu sama lain mewujudkan cinta kasih, kedamaian dan kegembiraan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-2.22-29)
 
"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu."
 
Sekali peristiwa beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Pada akhir sidang di Yerusalem rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas, dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya, “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, serta dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya demi nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: Kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 822
Ref. Pujilah Allah alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8)
1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu,. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.

Bacaan dari Kitab Wahyu (21:10-14.22-23)

 
"Ia menunjukkan kepadaku kota kudus yang turun dari surga."
 
Di dalam roh, aku, Yohanes, dibawa oleh seorang malaikat ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi. Di sana ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, yakni Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Temboknya besar lagi tinggi, pintu gerbangnya dua belas buah. Di atas pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, di sebelah utara tiga pintu gerbang, di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar, dan di atasnya tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba. Di dalam kota itu tidak kulihat Bait Suci, sebab Allah, Tuhan yang Mahaesa sendirilah bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya, sebab kemuliaan Allahlah yang meneranginya, dan Anak Domba itulah lampunya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. 

    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:23-29)
 
"Roh Kudus akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 
 
Renungan
   
Satu keinginan utama kita dalam hidup adalah untuk menjadi bahagia. Namun keinginan itu juga menimbulkan kecemasan. Kita tidak bisa menyebutnya bahagia-kecemasan. Kedengarannya aneh dan agak kontradiktif. Tidak ada yang begitu bahagia tentang kecemasan.

Misalnya, kita ingin punya anak, tapi dengan kehamilan muncul kecemasan. Ada morning sickness, check up, jenis kelamin bayi, perkembangan bayi. Semua ini dapat disebut sebagai kecemasan kehamilan. Perang dagang saat ini antara dua ekonomi terbesar telah membawa banyak kecemasan.
     
Bacaan pertama mengingatkan kecemasan di gereja perdana atas masalah sunat. Masalah itu menyebabkan gangguan dan pikiran yang tidak tenang. Masalah itu cukup kritis bagi para rasul dan penatua untuk menyelidikinya dan akhirnya menyelesaikannya. Jadi secara umum, kecemasan adalah masalah manusia dan masalah itu disebabkan oleh manusia itu sendiri.

Tetapi di dalam Injil, kita merasakan jenis kecemasan lain – kecemasan ilahi. Yesus ingin agar kita menaati Firman-Nya sehingga Dia dapat membuat rumah-Nya di dalam kita. Dia ingin sekali mengirimkan Roh Kudus yang akan mengajari kita segalanya. Dia ingin sekali memberi kita damai sejahtera-Nya agar hati kita tidak gelisah atau takut.

Ya, Yesus sangat ingin memenuhi apa yang telah Dia janjikan kepada kita. Karena ketika Dia dapat memenuhi apa yang telah Dia janjikan maka kita dapat percaya; maka kita akan bahagia. Tetapi kecemasan ilahi ini juga harus menciptakan dalam diri kita suatu urgensi, suatu urgensi untuk kebahagiaan dan kedamaian sejati. Hal yang aneh tentang manusia adalah bahwa sebanyak yang kita inginkan untuk kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita, kita tampaknya tidak terlalu cemas tentang hal itu, tampaknya tidak ada urgensi untuk itu.

Sebut saja ketidakpedulian atau penundaan, tidak ada urgensi atau kecemasan karena tidak ada rasa sakit yang menyengat yang langsung dirasakan. Tetapi apakah kita merasakannya atau tidak, apakah kita menyadarinya atau tidak, rasa sakit itu tumbuh di dalam, dan itu mengganggu kedamaian kita dan menguras kebahagiaan kita. Dan rasa sakitnya bisa membakar untuk waktu yang lama – bahkan 40, 50 atau 60 tahun – namun gejalanya ada – kita tidak merasakan kedamaian di hati kita dan tidak ada kebahagiaan dalam hidup kita.

Yesus ingin memberi kita kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup. Tetapi kita menghalanginya dengan dosa-dosa kita yang tidak mau mengampuni, kepahitan, dendam, kebencian, kecemburuan, balas dendam, dan keinginan-keinginan yang penuh nafsu.

Semua ini dan dosa-dosa lainnya memberi makan api rasa sakit di hati kita, namun kita mengatakan bahwa ada. Tidak ada kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita.

Tetapi kemudian Tuhan Yesus terus mengasihi kita, sehingga suatu saat ketika kita menyadari pedihnya dosa-dosa kita, maka kita akan mau berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama.

Kemudian Yesus akan membuat rumah-Nya di hati kita, dan kemudian kita akan memiliki kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita.

Dengan Yesus di dalam hati kita, kita kemudian akan menyadari bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
     
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Antifon Komuni (Yoh 14:15-16)

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, sabda Tuhan. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Alleluya.

If you love me, keep my commandments, says the Lord, and I will ask the Father and he will send you another Paraclete, to abide with you for ever, alleluia.

Ego vos elegi de mundo, ut eatis, et fructum afferatis: et fructus vester maneat, alleluia.

 

"Kaca Patri Agnus Dei - ditemukan di Katedral Florence (Basilica di Santa Maria del Fiore), Italia" Credit: mammuth/istock.com

Sabtu, 21 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

 
Sabtu, 21 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah
 
Pada perayaan-perayaan Liturgi setiap anggota, entah pelayan (pemimpin) entah Umat, hendaknya dalam menunaikan tugas hanya menjalankan, dan melakukan seutuhnya, apa yang menjadi perannya menurut hakekat perayaan serta kaidah-kaidah Liturgi. (Sacrosanctum Concilium, No. 28)
 

Antifon Pembuka (lih.Kol 2:12)

Kita dikubur bersama Kristus dalam pembaptisan dan dibangkitkan bersama dengan Dia, berkat iman kita akan kuasa Allah, yang telah membangkitkan kita dari alam maut. Alleluya.

You have been buried with Christ in Baptism, through which you also rose again by faith in the working of God, who raised him from the dead, alleluia.

Doa Pagi


Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dalam Sakramen Pembaptisan Engkau telah menganugerahkan hidup surgawi kepada kami sehingga maut tidak menguasai kami lagi. Bimbinglah kami agar dapat mencapai kemuliaan sepenuhnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:1-10)

     
"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami"
          
Sekali peristiwa Paulus datang ke Derbe dan Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia demi orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman, dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengijinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya katanya, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.   
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
      

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
Atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku
Ayat. (Mzm 100:1-2.3.5, R:3c)
1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
  
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.
     
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:18-21)
   
"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."
    
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus) 

 

Renungan

  
Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada dua cara memutuskan dan bertindak.

Ada jalan dunia, yang selalu lebih populer dan juga lebih mudah diikuti.

Tetapi refleksi yang lebih dalam akan memberi tahu kita bahwa jalan dunia pasti merupakan pendekatan yang egois dan berpusat pada diri sendiri yang tidak membawa banyak kebaikan.

Jalan lain adalah jalan Yesus. Ini jelas merupakan cara yang lebih sulit, tetapi cara yang menuntun kita untuk menemukan makna hidup dan keajaiban cinta.

Seperti itu, dunia berbicara tentang uang, balas dendam, memikirkan diri kita sendiri dan menjadi No 1..

Cara Yesus menunjukkan kepada kita pengorbanan, kerendahan hati, kasih dan kepedulian terhadap orang lain. 

Mengikuti jalan Yesus bisa menghasilkan cemoohan dan penghinaan. Orang lain akan melihat kita lemah dan lembut dan bahkan akan menyebut kita pecundang.

Namun pada akhirnya, cara Yesus terbukti lebih lembut namun lebih kuat yang membawa keindahan dan makna cinta.
  


Tuhan Yesus Kristus, teguhkanlah selalu panggilan-Mu dalam diriku agar aku mampu mewartakan nilai-nilai Kerajaan Allah: Kebenaran, Keadilan, Sukacita dan Damai Sejahtera. Amin.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini  
Bapak/ibu/saudara/i dapat mendukung menyebarkan renungan ini dengan salin tautan / copy link renungan ini dan kirimkan kepada saudara/i seiman
          
RENUNGAN PAGI

 

Credit: BrendanHunter/istock.com

St. Yohanes Paulus II dan Beato Carlo Acutis disebut sebagai salah satu pelindung Hari Orang Muda Sedunia 2023




Roma, 18 Mei 2022 / 11:30

Paus St. Yohanes Paulus II dan Beato Carlo Acutis akan menjadi salah satu pelindung Hari Orang Muda Sedunia 2023 di Lisbon.

Kardinal Manuel Clemente , Patriark Lisbon, meluncurkan pelindung baru pada tanggal 18 Mei, peringatan kelahiran paus Polandia.

Kardinal berusia 73 tahun itu mengatakan bahwa Perawan Maria akan menjadi “pelindung par excellence” dari pertemuan kaum muda Katolik terbesar di dunia, yang berlangsung di ibukota Portugal pada 1-6 Agustus 2023.

pelindung lainnya termasuk St Yohanes Bosco , St Vincent dari Saragossa , St Antonius dari Padua , St Bartolomeus dari Braga , dan St Yohanes de Brito .


Pelindung yang tersisa adalah Beato Joanna dari Portugal , Beato João Fernandes , Beato Maria Clara dari Kanak-kanak Yesus , Beato Pier Giorgio Frassati , Beato Marcel Callo , dan Beato Chiara Badano .

Clemente berkata: “Setiap dalam waktu mereka sendiri, para pelindung WYD Lisbon 2023 telah menunjukkan bahwa kehidupan Kristus memenuhi dan menyelamatkan orang-orang muda sepanjang masa. Kami mengandalkan mereka, kami pergi bersama mereka.”


Hari Pemuda Sedunia didirikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1985. Pertemuan selama seminggu biasanya menarik ratusan ribu orang muda.

Acara internasional biasanya diadakan di benua yang berbeda setiap tiga tahun dengan kehadiran paus.

Hari Pemuda Sedunia di Lisbon awalnya dijadwalkan pada Agustus 2022, tetapi Vatikan menunda acara tersebut selama satu tahun karena krisis virus corona.

Uskup yang mengawasi persiapan mengatakan kepada CNA pada tahun 2021 bahwa acara tersebut akan menjadi kesempatan untuk memperbarui harapan setelah pandemi.

“Saya berharap WYD Lisbon 2023 dari dan untuk semua orang dan itu dapat berarti kesempatan untuk memperbarui harapan di periode pasca-pandemi,” kata Uskup Américo Manuel Alves Aguiar


Sumber: Catholic News Agency

Jumat, 20 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

 

Jumat, 20 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah  
   
      “Apa yang dianggap suci oleh generasi sebelumnya, tetap sakral dan besar bagi kita juga…” - Paus Benediktus XVI

  
Antifon Pembuka (Why 5:12)

Anak Domba yang telah dikurbankan patut menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Alleluya.
    

Doa Pagi


Allah Bapa Pangkal Keselamatan manusia, kami telah Kautebus dalam misteri Paskah Kristus yang kami rayakan dengan gembira. Semoga kami dilindungi dan diselamatkan oleh daya kekuatan Kristus. Sebab Dialah Tuhan yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
        
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:22-31)  
      
"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu."
            
Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barnabas, dan Silas. Keduanya adalah orang yang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari pencabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat." Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan, di antara bangsa-bangsa.
Ayat. (Mzm 57:8-9.10-12)
1. Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi, mari kita membangunkan fajar!
2. Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. Sebab kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!         
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:15b)
Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.    
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:12-17)
        
"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah orang akan yang lain."
       
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



   
Renungan

  
Komunikasi tentu tidak sesederhana dan semudah kedengarannya, karena bukan hanya berbicara.

Komunikasi adalah seni. Seni komunikasi adalah kemampuan untuk mendengarkan dan menyampaikan informasi dengan cara yang jelas dan akurat. Oleh karena itu, keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan yang baik adalah penting. Itulah mengapa keterampilan komunikasi verbal dan tertulis yang baik sangat penting di dunia kita yang sibuk ini.

Dalam bacaan pertama, surat yang diberikan para rasul dan penatua kepada Paulus dan Barnabas adalah contoh yang baik dari seni komunikasi tertulis.

Namun lebih dari sekedar memperjelas dan terus terang, isi surat tersebut memberikan semangat kepada umat Kristen di Antiokhia, Siria dan Kilikia.

Mereka senang dengan itu dan itu juga akan memperkuat iman mereka dan menyatukan mereka lebih dekat dengan komunitas Kristen lainnya.

Dalam Injil, ketika Yesus memberi murid-murid-Nya sebuah perintah, itu bukanlah sesuatu yang dimulai dengan "Janganlah..." Melainkan dikomunikasikan dengan kasih dan ini tentang kasih. Semoga komunikasi kita selalu dilandasi kasih.

Semoga kita berbicara sedemikian rupa sehingga orang lain akan senang mendengarkan kita. Dan semoga kita juga mendengarkan sedemikian rupa sehingga orang lain akan senang berbicara dengan kita. Amon.
 
Renungan lainnya dapat dibaca di lumenchristi.id silakan buka tautan ini 
  
"Kaca Patri Agnus Dei - ditemukan di Katedral Florence (Basilica di Santa Maria del Fiore), Italia" Credit: mammuth/istock.com

Antifon Komuni

Kristus yang disalibkan telah bangkit dan menebus kita. Alleluya. 

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, semoga perbuatan dan niat baik yang telah kami lakukan hari ini berkenan di hadapan-Mu. Sempurnakanlah kekurangan-kekurangan kami dalam melaksanakan kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 

 
RENUNGAN PAGI

Kamis, 19 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

Kamis, 19 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah
  
Tuhan, penuhi janji-Mu! Dimana ada konflik, melahirkan perdamaian! Di mana ada kebencian, tumbuhkan cinta! Di mana kegelapan mendominasi, biarkan terang bersinar! Jadikan kami pembawa damai-Mu! Amin. (Benediktus XVI)


Antifon Pembuka (Bdk. Kel 25:1-2)

Mari kita memuji Allah, pahlawan yang gagah perkasa. Ia menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya. Alleluya.

Let us sing to the Lord, for he has gloriously triumphed. The Lord is my strength and my might; he has become my salvation, alleluia.


Doa Pagi

Allah Bapa Pembebas umat, kami telah Kaubebaskan dari kejahatan dan Kauselamatkan dari kebinasaan berkat iman kami. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, supaya tetap bertekun dalam iman. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
      
Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:7-21)       
 
"Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah."
       
Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung tukar pikiran, berdirilah Petrus dan berkata kepada para rasul serta penatua-penatua, “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa sejak semula Allah telah memilih aku di antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita. Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceritakan segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceritakan,bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-banga lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh. Reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan, juga segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya, yang telah diketahui dari sejak semula ini. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka yang dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 10:27)
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:9-11)
     
"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."
       
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
 

Tidak dapat disangkal bahwa dunia adalah tempat yang bising.

Terutama di negara-negara urban, bahkan ada polusi suara dari lalu lintas, konstruksi, dan sumber penghasil kebisingan lainnya.

Bahkan komunikasi dapat berubah menjadi semacam kebisingan di mana tidak ada yang benar-benar mendengarkan.

Dalam bacaan pertama, kami mendengar bahwa setelah diskusi tentang masalah sunat berlangsung lama, Petrus berdiri untuk berbicara.

Setelah dia berbicara, ada keheningan di seluruh majelis, dan kemudian mereka mendengarkan Barnabas dan Paulus dan juga Yakobus.

Kita dapat yakin bahwa Petrus diilhami oleh Roh Kudus untuk berbicara apa yang Tuhan ingin agar jemaat dengar.

Ya, ketika Tuhan berbicara, kita akan mendengarkan dan kemudian kita akan diam, seperti yang dilakukan majelis pada bacaan pertama.

Saat kita mendengarkan Firman Tuhan dalam bacaan, marilah kita berdiam diri dan tetap berada dalam kasih Tuhan.

Semoga kasih Tuhan membungkam suara-suara di hati kita sehingga kita mau mendengarkan suara Tuhan dan mengetahui apa yang Dia inginkan dari kita.
             
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
 Antifon Komuni (2Kor 5:15)

Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka, alleluya.

Christ died for all, that those who live may live no longer for themselves, but for him who died for them and is risen, alleluia.

Doa Malam

Terpujilah Engkau, Tuhan Yesus yang telah mengasihi aku. Semoga aku dapat tetap tinggal dalam kasih-Mu sambil melaksanakan perintah-Mu. Dengan demikian, hidupku akan dipenuhi dengan sukacita-Mu. Amin.
 
Credit: BrendanHunter/istock.com


RENUNGAN PAGI

 

Rabu, 18 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

Foto: Fr. Lawrence, OP

Rabu, 18 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah

Bagaimana persekutuan dengan Yesus harus dibangun? St. Yohanes Paulus II menjelaskan bahwa hubungan setiap murid dengan Yesus haruslah "hidup bersatu mesra" (Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis, 25 Maret 1992, No. 46). Lebih lanjut dikatakan, "Persatuan kita dengan Tuhan Yesus, yang berakar dalam Pembaptisan dan dipupuk dengan Ekaristi, perlu mengungkapkan diri dan dibarui secara radikal dari hari ke hari." Tambahnya lagi, "Yesus telah mengajarkan kepada kita kenyataan hidup Kristen yang mengagumkan itu, yang juga merupakan jantung hidup rohani, dengan perumpamaan-Nya tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya (Yoh 15:1.4-5)
   
Antifon Pembuka (Mzm 71 (70): 8, 23)

Semoga mulutku bernyanyi dan memuji Engkau, dan bibirku bersorak bermadah kepada-Mu. Alleluya.

Let my mouth be filled with your praise, that I may sing aloud; my lips shall shout for joy, when I sing to you, alleluia.


Doa Pagi


Allah Bapa Pemulih dan Pemurni Hidup, Engkau telah melepaskan kami dari kegelapan. Arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar kami selalu tinggal dalam terang kebenaran-Mu. 
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-6)
      
"Paulus dan Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah-tengah jemaat."
    
Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceritakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul serta penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
      
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita
Atau: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!
Ayat. (Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Ul: 1)
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:4)
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:1-8)
    
"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."
      
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan


Gereja memiliki bagian yang adil dari masalah, dan dalam bacaan pertama, ada masalah sunat dan ada ketidaksepakatan dan argumen panjang dan kemudian diskusi lebih lanjut.

Itu bukan masalah yang sederhana dan tidak ada solusi yang mudah untuk itu karena ada perbedaan pendapat dan keyakinan serta pemahaman yang berbeda tentang pengamalan iman.

Meskipun masalah seperti ini dapat membangkitkan emosi dan diskusi dapat berubah menjadi argumen yang buruk, Gereja perdana menangani masalah ini dengan cara yang tepat dengan menyampaikannya kepada para rasul dan para penatua.

Aspek iman dan pertolongan Tuhan serta tuntunan Roh Kudus diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.

Seperti yang Yesus katakan dalam Injil, Dia adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingnya.

Kita harus tetap tinggal di dalam Dia karena terputus dari Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan diskusi kita juga tidak akan menghasilkan apa-apa.

Semoga kita selalu dalam persatuan dengan Yesus dan satu sama lain dan dengan persatuan kita dapat menyelesaikan semua kesulitan. 
 
    
Antifon Komuni 

Tuhan telah bangkit dan menerangi kita yang ditebus dengan darah-Nya. Alleluya.
 
The Lord has risen and shone his light upon us, whom he has redeemed by his Blood, alleluia

 


Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak/ibu/saudara/i yang telah mendukung kami melalui doa dan donasi. Tuhan memberkati. 

 

  

RENUNGAN PAGI

Selasa, 17 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

 

Selasa, 17 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah

"O, Roh Kudus, turunlah dengan berlimpah ke dalam hatiku. Terangi sudut-sudut gelap dari tempat tinggal yang terabaikan ini dan tebarkan sinar ceria-Mu di sana." - St Agustinus

  
Antifon Pembuka (lih. Why 19:5;12:10)

Pujilah Allah kita, kamu sekalian, yang hina dan yang mulia, dan yang takut kepada-Nya, karena telah tiba keselamatan, kekuasaan dan Kerajaan Kristus. Alleluya.

Sing praise to our God, all you who fear God, both small and great, for now salvation and strength have come, and the power of his Christ, alleluia.


Doa Pagi


Allah Bapa kami yang hidup, berkat kebangkitan Kristus Engkau telah memulihkan hidup kami. Semoga kami teguh mengharapan hidup abadi, sebab Engkaulah yang menjanjikannya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan dari Kisah Para Rasul (14:19-28)
             
 
"Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka."
   
Waktu Paulus dan Barnabas di Kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, dan mereka membujuk orang banyak supaya memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu, dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang kini telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Ayat. (Mzm 145:10-11.12-13ab.21; R:11a)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi. Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 24:46,26)
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.   
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:27-31a)
  
"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)



 
Renungan
   
  Akankah kita bergabung dengan perusahaan jika pada saat wawancara kita diberitahu bahwa pekerjaannya berat serta jam kerjanya panjang dan gaji tidak menarik, tetapi akan ada kepuasan kerja dan kemampuan kita akan berkembang?

Di sisi lain, yang kita harapkan adalah kepuasan dan kemajuan kerja serta memiliki peluang dan keuntungan karier, dan tentu saja paket gaji yang bagus.

Jika kita mendengar bahwa pekerjaan itu berat dan berat dan dengan jam kerja yang panjang dan hanya dengan gaji rata-rata, maka kita tidak ingin mendengarnya lagi.

Jadi kita bisa membayangkan ketika Paulus dan Barnabas mengatakan kepada murid-muridnya bahwa "untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara."

Dan apa yang dikatakan Paulus dan Barnabas kepada para murid juga sedang dikatakan kepada kita hari ini: Kita semua harus mengalami banyak kesulitan sebelum kita memasuki kerajaan surga.

Jika kita mendengar ini namun kita tidak merasa gelisah atau bahkan takut, mungkin kita tidak menganggap serius iman kita.

Karena jika kita berkata bahwa kita beriman kepada Tuhan dan kita mengasihi Tuhan, maka kita harus siap menghadapi kesulitan bahkan penganiayaan yang dihadapi Paulus dan Barnabas, dan memang itu akan datang.

Iblis akan menyaring kita seperti gandum untuk membuat kita kehilangan iman kepada Tuhan dan meragukan kasih-Nya bagi kita.

Namun Yesus menjanjikan damai sejahtera-Nya kepada kita, dan itu adalah kedamaian yang tidak dapat diberikan dunia karena hanya dapat diberikan oleh Tuhan.

Dunia akan selalu menciptakan kekacauan dan kekacauannya sendiri. Yang perlu kita miliki adalah damai di dalam Tuhan dan untuk menjaganya.

Itu akan membantu kita melewati masalah dan kesulitan dunia ini dan juga mempersiapkan kita untuk dunia yang akan datang, dunia kedamaian dan kegembiraan abadi.
 
 
Credit: valokuvaus/istock.com
 

Antifon Komuni (Yoh 6:8)

Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Kristus.

If we have died with Christ, we believe that we shall also live with Christ, alleluia.

Doa Malam

Allah Bapa yang berbelas kasih, kerahiman-Mu tak terhingga, tiada batasnya. Kini kami berserah kepada-Mu. Ampunilah kami orang yang berdosa ini. Semoga esok kami mampu bangun lagi, dengan semangat hidup yang baru sesuai dengan kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
   
  Siapakah penguasa dunia ini?
 
Pada saat Yesus menerima kematian dengan sukarela guna memberikan kehidupan-Nya kepada kita, kemenangan diperoleh atas "penguasa dunia" (Yoh 14:30) satu kali untuk selama-lamanya. Itulah pengadilan atas dunia ini, dan penguasa dunia ini "dilemparkan ke luar" (Yoh 12:31) Bdk Why 12:11.. Ia "memburu wanita itu" Bdk. Why 12:13-16., tetapi ia tidak berkuasa atasnya; Hawa baru yang "terberkati" oleh Roh Kudus, dibebaskan dari dosa dan dari kebusukan kematian (karena dikandung tanpa noda dosa dan karena sebagai Bunda Allah yang selalu perawan, Maria diangkat ke dalam surga). "Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain" (Why 12:17). Karena itu Roh dan Gereja berdoa: "Datanglah, ya Tuhan Yesus" (Why 22:20) Bdk. Why 22:17., karena kedatangan-Nya akan membebaskan kita dari yang jahat. (Katekismus Gereja Katolik, No. 2853)
 
  
RENUNGAN PAGI
 

Ini Daftar 10 Orang Kudus baru yang dikanonisasi pada hari Minggu 15 Mei 2022

 -Charles de Foucauld: Seorang tentara dan penjelajah Prancis yang menjadi biarawan Trappist dan misionaris Katolik untuk Muslim di Aljazair. Dikenal sebagai Saudara Charles dari Yesus, ia dibunuh pada tahun 1916 pada usia 58 tahun.

-Titus Brandsma: Seorang imam, profesor, dan jurnalis Belanda yang menentang propaganda Nazi di surat kabar Katolik. Dia dibunuh dengan suntikan mematikan di Dachau pada tahun 1942.

-Devasahayam Pillai: Seorang awam dari India yang disiksa dan menjadi martir setelah berpindah agama dari Hindu ke Katolik pada abad ke-18.
 
 -Marie Rivier: Pendiri Kongregasi Suster-suster Presentasi. Wanita Prancis itu mendirikan ordo tersebut pada tahun 1796, pada usia 28 tahun, selama Pemerintahan Teror.

-Maria Francesca dari Yesus: Seorang pendiri misionaris abad ke-19 yang menyeberangi Samudra Atlantik tujuh kali dengan perahu untuk mendirikan ordo suster kapusin di Uruguay, Argentina, dan Brasil.

-Maria Domenica Mantovani: Pemimpin umum pertama dari Institut Suster-Suster Kecil Keluarga Kudus, yang ia dirikan bersama untuk melayani orang miskin, yatim piatu, dan orang sakit di Italia pada tahun 1892.

-Maria Yesus Santocanale: Pendiri Suster Kapusin Maria Tak Bernoda dari Lourdes di Sisilia pada tahun 1910. Dia menghabiskan sebagian besar waktu luangnya, siang atau malam, di depan tabernakel.

-César de Bus:
Seorang imam Katolik Prancis yang mendirikan dua kongregasi religius pada abad ke-16. Dia adalah seorang pengkhotbah dan katekis yang bersemangat, yang melakukan banyak karya amal.

-Luigi Maria Palazzolo:
Seorang imam Italia yang dikenal karena mendirikan Suster-Suster Orang Miskin, membuka panti asuhan, dan bekerja untuk orang miskin.

-Giustino Maria Russolillo:
Pendiri kongregasi religius para Bapa Vocationist, Suster Vocationist dan Institut Sekular Para Rasul Pengudusan Universal di Italia. Imam itu mengabdikan diri untuk mendidik kaum muda dan mengembangkan panggilan mereka.
 

Hari ini, 15 Mei 2022 Paus Fransiskus mengkanonisasi 10 Orang Kudus baru

 
Paus Fransiskus pada hari Minggu mengkanonisasi 10 orang kudus baru Gereja Katolik selama Misa kanonisasi di Lapangan Santo Petrus.

Itu adalah kanonisasi pertama Gereja sejak St. Yohanes Henry Newman dan empat lainnya pada Oktober 2019.
“Kekudusan tidak terdiri dari beberapa gerakan heroik, tetapi dari banyak tindakan kecil cinta sehari-hari,” kata Paus Fransiskus dalam homilinya pada 15 Mei, hari yang cerah dan hangat di Roma.

Paus Fransiskus, yang telah menderita sakit lutut dan telah menggunakan kursi roda untuk menghindari berjalan dalam beberapa hari terakhir, mampu berdiri untuk waktu yang singkat dan berjalan jarak pendek selama Misa. Paus mendapat bantuan dan berjalan tampak lebih lambat daripada di masa lalu. .

Misa dimulai dengan ritus kanonisasi, yang mencakup pembacaan biografi singkat setiap orang yang diberkati, yang dibacakan oleh Kardinal Marcello Semeraro, prefek Kongregasi untuk Penggelaran Orang-Orang Suci.

Sebuah litani orang-orang kudus dinyanyikan sebelum Paus Fransiskus membacakan rumusan kanonisasi.   
 
 “Untuk melayani Injil dan saudara dan saudari kita, untuk mempersembahkan hidup kita tanpa mengharapkan imbalan apa pun, atau kemuliaan duniawi apa pun: ini adalah panggilan kita. Begitulah cara rekan-rekan kita yang dikanonisasi hari ini menghayati kekudusan mereka,” kata Paus Fransiskus.

“Dengan merangkul dengan antusias panggilan mereka – beberapa sebagai imam, yang lain sebagai wanita bakti, sebagai umat awam – mereka mengabdikan hidup mereka untuk Injil,” katanya. “Mereka menemukan kegembiraan yang tak tertandingi dan mereka menjadi refleksi brilian dari Penguasa sejarah. Karena itulah orang suci itu: cerminan bercahaya dari Penguasa sejarah.”

Semoga kita berusaha untuk melakukan hal yang sama — jalan kekudusan tidak terhalang; itu bersifat universal dan dimulai dengan baptisan. Hal ini tidak dilarang. Semoga kita berusaha untuk mengikutinya, karena kita masing-masing dipanggil untuk kekudusan, ke bentuk kesucian kita semua,” tambahnya.
 
Sumber: Catholic News Agency

Senin, 16 Mei 2022 Hari Biasa Pekan V Paskah

Senin, 16 Mei 2022
Hari Biasa Pekan V Paskah

“Jika kamu percaya apa yang kamu suka dalam Injil, dan menolak apa yang tidak kamu suka, maka bukan Injil yang kamu percaya, tetapi dirimu sendiri.” — St. Agustinus dari Hippo

Antifon Pembuka

Telah bangkit Gembala yang baik. Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya.

The Good Shepherd has risen, who laid down his life for his sheep and willingly died for his flock, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa pokok sukacita kami, Engkau mempersatukan hati umat beriman untuk mengejar tujuan yang sama. Semoga kami menyayangi perintah-Mu dan merindukan njanji-Mu, agar di tengah kesibukan dunia ini, hati kami tetap terpikat pada sukacita sejati.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (14:5-18)
  
 
"Kami memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia dan berbalik kepada Allah yang hidup."
   
Waktu Paulus dan Barnabas berada di Ikonium, orang-orang Ikonium yang telah mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas dengan batu. Setelah mengetahuinya, menyingkirlah rasul-rasul itu ke kota-kota Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil. Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya; ia lumpuh sejak dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Paulus menatap dia, dan melihat bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara nyaring, “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia, “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena Paulus yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu! Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan”. Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan kurban kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bukan kepada kami, ya Tuhan, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.
Ayat. (Mzm 115:1-2.3-4.15-16; Ul: 1)
1. Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! Mengapa bangsa-bangsa akan berkata, “Di mana Allah mereka?”
2. Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.
3. Diberkatilah kamu oleh Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:26)
Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:21-26)
   
"Penghibur yang akan diutus oleh Bapa, Dialah yang mengajarkan segala sesuatu kepadamu."
    
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku padanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apakah sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

 

Ketika keadaan menjadi sulit, maka itu juga akan menjadi kasar.

Ini bukan hanya cara bicara, tetapi ketika kita bertemu dengan orang-orang yang keras, mereka mungkin juga menggunakan taktik kasar.

Dalam menghadapi orang-orang yang keras dan kasar, kita tentu ingin menghindari masalah dan bahaya apa pun.

Dalam bacaan pertama, kita membaca bahwa ketika lawan berencana untuk menyerang Paulus dan Barnabas dan melempari mereka dengan batu, mereka mengetahuinya, dan mereka pergi untuk menyelamatkan diri ke Lyconia, di mana di kota itu, Listra dan Derbe dan di negeri sekitarnya, mereka memberitakan Kabar Baik.

Yang sangat menakjubkan adalah, ketika mereka baru saja lolos dari bahaya fana dan harus bersembunyi, Paulus dan Barnabas segera mulai memberitakan Kabar Baik.

Mungkin bisa dikatakan bahwa ketika keadaan menjadi sulit, sulit siapa yang akan terus berjalan.

Paulus dan Barnabas menunjukkan apa yang membuat mereka bertahan bahkan ketika keadaannya sulit.

Apa yang membuat mereka terus berjalan adalah apa yang Yesus sebutkan dalam Injil, yaitu. Pembela, Roh Kudus.

Ya, Roh Kudus adalah Pembela kita yang mendukung, membela dan melindungi kita.

Kita harus memanggil Roh Kudus untuk kekuatan dan keberanian, terutama ketika kita bertemu dengan orang dan situasi yang keras dan kasar. 
(RENUNGAN PAGI)

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
 
 
 
Credit: BrendanHunter/istock.com

 
 

Antifon Komuni (Yoh 14:27)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu, demikianlah firman Tuhan, alleluya.

Peace I leave with you; my peace I give to you. Not as the world gives do I give it to you, says the Lord, alleluia.

 

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy